Uskup Timika Bernardus Baru: Lokakarya Momentum Strategis Perkuat Sinergi Membangun Pendidikan

Uskup Keuskupan Timika Mgr Dr Bernardus Bofitwos Baru, OSA bersama Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong, dan Senior VP Sustainable Development PTFI Nathan Kum memukul tifa sebagai simbol penutupan kegiatan lokakarya pendidikan di Aula Keuskupan Timika, Jalan SP2, Timika, Provinsi Papua Tengah, Kamis (16/4) malam. Foto: Istimewa

TIMIKA, ODIYAIWUU.com — Uskup Keuskupan Timika Mgr Dr Bernardus Bofitwos Baru, OSA mengatakan, lokakarya pendidikan dasar dan pendidikan menengah yang diselenggarakan Keuskupan Timika menjadi momentum memperkuat sinergitas membangun dan menata pendidikan di tanah Mimika, Papua Tengah.

Uskup Bernardus juga mengajak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, PT Freeport Indonesia, Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK), para pastor, suster, bruder, frater, guru dan masyarakat bersinergi dan bekerja bersama memajukan pendidikan di Mimika.

“Bersama bersinergi untuk mengembangkan dan memajukan dunia pendidikan bagi generasi kita,” ujar Uskup Bernardus saat penutupan lokakarya pendidikan di Aula Keuskupan Mimika, Jalan SP2, Timika, Provinsi Papua Tengah, Kamis (16/4).

Uskup Bernardus menambahkan, masalah pendidikan yang dihadapi telah diidentifikasikan bersama dalam lokakarya pendidikan dan langkah-langkah strategis sudah dibahas bersama demi membangun kemajuan pendidikan di Keuskupan Timika, termasuk Kabupaten Mimika saat ini dan di masa akan datang.

Uskup Bernardus mengatakan, lokakarya tersebut telah melahirkan inspirasi, gagasan dana ide-ide untuk berkolaborasi membangun jaringan serta saling membantu dan mendukung untuk pengembangan pembangunan pendidikan di Mimika secara khusus dan wilayah Papua secara umum.

“Sehingga anak-anak kita, mereka adalah masa depan bagi gereja, bagi wilayah, bangsa dan negara,” kata Uskup Bernardus, doktor bidang Misiologi lulusan La Pontifi cia Università Urbaniana, Roma dan putra asli Papua kelahiran 22 Agustus 1969 di Dusun Bokraby, Distrik Mare, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.

Sementara itu Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika berkomitmen untuk terus membangun sinergi dengan Keuskupan Timika dan seluruh elemen masyarakat untuk membangun pendidikan di tanah Mimika.

Emanuel yang juga mantan guru, menambahkan, apa yang telah dibahas dalam lokakarya harus menjadi gerakan nyata dalam membangun pendidikan di Mimika dan juga di tanah Papua.

“Mari kita siapkan generasi muda Mimika tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga kuat secara iman, teguh dalam integritas dan mampu menghadapi tantangan zaman dengan bijaksana,” kata Emanuel saat menutup lokakarya pendidikan, Kamis (16/4) malam.

Kegiatan lokakarya ini dilaksanakan selama 14 -16 April 2026 diikuti oleh para imam yang berkarya di paroki-paroki di Keuskupan Timika, pengurus Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Tillemans se-Tanah Papua, pimpinan tarekat religius serta lembaga-lembaga mitra. Lokakarya pendidikan ini juga mendapat dukungan dari Pemkab Mimika dan PT Freeport Indonesia.

Emanuel juga mengajak seluruh pihak untuk memaknai lokakarya ini sebagai bagian dari gerakan bersama dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan, khususnya pendidikan Katolik di Kabupaten Mimika.

Emanuel menekankan pentingnya pembentukan karakter generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, nilai-nilai iman, dan kepekaan sosial.

“Lokakarya ini harus menjadi pijakan baru untuk menyiapkan generasi Mimika yang mampu menjawab tantangan zaman dengan bijaksana,” ujar Emanuel lebih lanjut.

Pemkab Mimika, lanjut Emanuel, membuka ruang kerja sama dengan Keuskupan Timika serta berbagai elemen masyarakat guna menghadirkan perubahan nyata di sektor pendidikan yang lebih inklusif dan berkeadilan.

Senior Vice President Sustainable Development PT Freeport Indonesia Nathan Kum menjelaskan, hasil lokakarya merumuskan tiga fokus utama, yakni penguatan tata kelola pendidikan, penyusunan strategi program jangka pendek hingga panjang, serta peningkatan kapasitas tenaga pendidik.

“Hasil lokakarya diharapkan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya suku Amungme, Kamoro serta lima suku kekerabatan lainnya, termasuk masyarakat Papua secara luas melalui sekolah-sekolah yang dikelola Keuskupan Timika,” ujar Nathan.

Dengan berakhirnya lokakarya tersebut, dukungan terhadap pengembangan pendidikan di Mimika diharapkan terus berlanjut melalui sinergi antara pemerintah daerah, Keuskupan, dan PT Freeport Indonesia demi meningkatkan kualitas pendidikan yang merata dan berkelanjutan bagi generasi muda di tanah Papua. (*)