Oleh Yosua Noak Douw
Sekretaris Daerah Kabupaten Tolikara
DI TENGAH berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi daerah-daerah pegunungan Papua, kabar membanggakan datang dari Kabupaten Tolikara. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tolikara Ny Elisabet Y Flassy Wandik, SE, MM berhasil meraih penghargaan nasional Indonesia People’s Choice Awards 2026 pada kategori Best Figure dengan sub kategori Best Stunting Prevention & Treatment Program di Bali pada Jumat (12/6).
Bagi sebagian orang, penghargaan mungkin hanya dipandang sebagai simbol keberhasilan atau pengakuan atas prestasi seseorang. Namun, bagi kami di Kabupaten Tolikara, penghargaan ini memiliki makna yang jauh lebih besar. Penghargaan ini merupakan cerminan dari kerja keras, dedikasi, pengabdian, dan semangat gotong royong yang telah dibangun bersama selama bertahun-tahun dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya kesehatan ibu dan anak.
Karena itu, atas nama Pemerintah Kabupaten Tolikara dan seluruh masyarakat Tolikara, penulis menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Ny Elisabet Y Flassy Wandik beserta seluruh jajaran Tim Penggerak PKK Kabupaten Tolikara atas capaian yang membanggakan ini.
Penghargaan tersebut sesungguhnya bukan hanya milik seorang individu. Penghargaan ini adalah milik seluruh masyarakat Tolikara. Di balik penghargaan tersebut terdapat kerja kolektif yang melibatkan kader-kader PKK di kampung-kampung, kader posyandu, tenaga kesehatan, tokoh agama, tokoh adat, pemerintah distrik, pemerintah kampung, organisasi perempuan, hingga keluarga-keluarga yang dengan kesadaran dan komitmen ikut mendukung berbagai program kesehatan masyarakat.
Keberhasilan pembangunan tidak pernah lahir dari kerja satu orang. Ia lahir dari kolaborasi. Ia lahir dari kepedulian bersama terhadap masa depan generasi yang akan datang.
Stunting Jadi Tantangan
Salah satu tantangan besar yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini adalah stunting. Stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak yang lebih pendek dibandingkan usianya. Stunting adalah persoalan kualitas sumber daya manusia. Anak yang mengalami stunting berisiko menghadapi hambatan dalam pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, prestasi belajar, produktivitas kerja bahkan kualitas hidupnya di masa depan.
Karena itu, upaya pencegahan dan penanganan stunting harus dipandang sebagai investasi jangka panjang. Ketika kita berbicara tentang stunting, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang masa depan bangsa. Kita sedang berbicara tentang kualitas generasi yang kelak akan memimpin daerah, mengelola sumber daya alam, membangun ekonomi, memajukan pendidikan, dan menjaga keberlangsungan kehidupan masyarakat.
Dalam konteks tersebut, peran Tim Penggerak PKK menjadi sangat strategis. PKK hadir bukan sekadar sebagai organisasi kemasyarakatan perempuan, tetapi sebagai mitra pembangunan yang bekerja langsung di tingkat keluarga. Di sinilah kekuatan PKK sesungguhnya berada. Ketika pemerintah menyusun kebijakan, PKK hadir untuk memastikan bahwa kebijakan tersebut dapat diterjemahkan menjadi gerakan nyata di tengah masyarakat.
Melalui berbagai program kesehatan keluarga, peningkatan gizi, pendidikan keluarga, pemberdayaan perempuan, dan pelayanan sosial, PKK telah menjadi salah satu ujung tombak pembangunan manusia di daerah.
Keberhasilan yang diraih Ketua TP PKK Kabupaten Tolikara menunjukkan bahwa pendekatan pembangunan berbasis keluarga merupakan pendekatan yang sangat relevan dan efektif. Pembangunan yang dimulai dari keluarga akan menghasilkan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan. Keluarga yang sehat akan melahirkan anak-anak yang sehat. Anak-anak yang sehat akan tumbuh menjadi generasi yang kuat. Generasi yang kuat akan menjadi fondasi bagi kemajuan daerah dan bangsa.
Penghargaan ini juga menunjukkan bahwa daerah pegunungan seperti Tolikara memiliki kemampuan untuk melahirkan inovasi dan prestasi yang diakui di tingkat nasional. Selama ini masih ada anggapan bahwa keterbatasan geografis menjadi hambatan utama pembangunan di Papua. Memang benar bahwa kondisi geografis memberikan tantangan tersendiri. Namun penghargaan ini membuktikan bahwa keterbatasan geografis tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berinovasi dan melayani masyarakat.
Sebaliknya, tantangan tersebut harus menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras, lebih kreatif, dan lebih kolaboratif. Ketika ada komitmen, kepemimpinan yang baik, dan kerja sama yang kuat, maka berbagai keterbatasan dapat diatasi.
Keberhasilan ini juga memperlihatkan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan daerah. Selama ini perempuan sering kali menjadi aktor yang bekerja di balik layar, tetapi sesungguhnya memiliki kontribusi yang sangat besar dalam membangun keluarga dan masyarakat. Perempuan adalah pendidik pertama bagi anak-anaknya. Perempuan adalah penjaga nilai-nilai keluarga. Perempuan juga merupakan penggerak utama dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
Karena itu, penghargaan yang diterima oleh Ny Elisabet Y Flassy Wandik menjadi bukti bahwa perempuan Papua mampu tampil sebagai agen perubahan, pelopor pembangunan, dan pemimpin yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Saya berdoa dan berharap penghargaan ini menjadi inspirasi bagi perempuan-perempuan Papua lainnya untuk terus berkarya dan mengambil peran dalam pembangunan. Kita membutuhkan lebih banyak perempuan yang hadir sebagai pemimpin, inovator, pendidik, penggerak masyarakat, dan teladan bagi generasi muda.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Tolikara akan terus memperkuat sinergi dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Tolikara dalam mendukung berbagai program pembangunan manusia. Fokus pembangunan tidak hanya pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pembangunan kualitas sumber daya manusia yang unggul, sehat, produktif, dan berdaya saing.
Kita ingin memastikan bahwa setiap anak di Tolikara memperoleh akses terhadap pelayanan kesehatan yang baik, gizi yang cukup, pendidikan yang berkualitas, dan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang mereka. Kita ingin memastikan bahwa setiap keluarga memiliki kesempatan untuk hidup sehat dan sejahtera. Kita juga ingin memastikan bahwa perempuan memperoleh ruang yang lebih luas untuk berpartisipasi dalam pembangunan daerah.
Pada akhirnya, penghargaan ini bukanlah garis akhir dari sebuah perjalanan. Sebaliknya, penghargaan ini adalah titik awal untuk melangkah lebih jauh. Penghargaan ini harus menjadi energi baru bagi seluruh komponen masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.
Sebagaimana motto yang selama ini diusung oleh TP PKK Kabupaten Tolikara, Melayani dengan Hati untuk Tolikara yang Lebih Baik, semangat tersebut harus terus menjadi inspirasi dalam setiap langkah pembangunan yang kita lakukan.
Mari kita jadikan penghargaan ini sebagai momentum untuk memperkuat kebersamaan, mempererat gotong royong, dan memperkuat komitmen dalam membangun Tolikara. Sebab pembangunan yang berhasil bukanlah pembangunan yang hanya menghasilkan gedung dan infrastruktur, melainkan pembangunan yang mampu melahirkan manusia-manusia yang sehat, cerdas, berkarakter, dan memiliki harapan masa depan yang lebih baik.
Selamat kepada Ny Elisabet Y Flassy Wandik, SE, MM atas penghargaan Indonesia People’s Choice Awards 2026. Semoga penghargaan ini menjadi berkat, inspirasi, dan motivasi bagi seluruh masyarakat Tolikara untuk terus bekerja, berkarya, dan melayani demi terwujudnya Tolikara yang sehat, maju, mandiri, dan sejahtera. PKK Kuat, Keluarga Sehat, Generasi Hebat, Tolikara Sejahtera.










