Mobil Badak Hitam Satgas Pamtas Tembus Medan Terjal Mengantar Anak Sekolah di Tolikara

Personel Satgas Pamtas Yonif Dibyatara Yodha atau Badak Hitam melalui Pos Kout Karubaga saat menggunakan kendaraan dinas operasional membantu mengantar anak-anak menuju sekolah di Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Jumat (22/5). Langkah itu untuk membantu anak-anak lebih cepat tiba lebih cepat di sekolah agar mereka belajar dengan aman dan nyaman. Foto: Istimewa

KARUBAGA, ODIYAIWUU.com — Di tengah keterbatasan sarana transportasi dan medan pegunungan yang terjal, mobil prajurit menjadi harapan bagi anak-anak sekolah di Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan.

Personel Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Batalyon Infanteri (Yonif) 511/Dibyatara Yodha (DY) atau Badak Hitam melalui Pos Kout Karubaga, Jumat (22/5) menggunakan kendaraan dinas operasional membantu mengantar anak-anak menuju sekolah agar mereka dapat belajar dengan aman, nyaman, dan tepat waktu.

Kegiatan humanis tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap pendidikan generasi muda di wilayah penugasan. Setiap hari, anak-anak di Kampung Karubaga berjalan kaki sejauh kurang lebih tiga kilometer.

“Anak-anak sekolah harus berjalan melewati medan pegunungan untuk mencapai sekolah. Perjalanan yang cukup berat itu kerap membuat mereka kelelahan bahkan terlambat mengikuti proses belajar mengajar,” ujar Wakil Komandan Pos Karubaga Serda Dimas Rangga di Karubaga, kota Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Sabtu (23/5).

Menurut Dimas, melihat pemandangan anak-anak berjalan kaki kurang lebih tiga kilometer menuju sekolah, personel Satgas Yonif Badak Hitam Pos Kout Karubaga tergerak untuk membantu meringankan kesulitan masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah.

“Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk masa depan generasi penerus bangsa, sehingga sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk mendukung anak-anak tetap semangat menuntut ilmu,” kata Dimas lebih lanjut.

Dimas menambahkan, anak-anak sekolah di Distrik Karubaga memiliki semangat belajar tinggi, meski harus menempuh perjalanan jauh dengan berjalan kaki di medan pegunungan. Kehadiran para personel diharapkan bisa membantu anak-anak agar lebih mudah dan aman menuju sekolah.

Bantuan transportasi tersebut, lanjut Dimas, merupakan bagian dari komitmen Satgas Yonif Dibyatara Yodha dalam mendukung program mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya di wilayah perbatasan dan pedalaman Papua.

“Semoga kegiatan ini dapat mempermudah anak-anak dalam menuntut ilmu sehingga kelak menjadi generasi penerus bangsa yang cerdas dan membanggakan,” ujar Dimas.

Suasana penuh kehangatan tampak terlihat saat anak-anak dengan wajah ceria menaiki kendaraan dinas TNI menuju sekolah. Kehadiran prajurit di tengah masyarakat bukan hanya menghadirkan rasa aman, tetapi juga membawa semangat dan harapan baru bagi dunia pendidikan di pelosok Papua.

Salah satu orang tua siswa, Misya Kogoya (39), mengaku sangat terbantu dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Satgas Yonif Dibyatara Yodha kepada anak-anak di Kampung Karubaga.

“Kami senang dan bersyukur karena bapak-bapak TNI peduli kepada anak-anak kami. Mereka membantu antar ke sekolah sehingga anak-anak tidak terlalu capek berjalan jauh,” ujar Misya Kogoya.

Di balik tugas menjaga keamanan wilayah, Satgas Pamtas Yonif Dibyatara Yodha kembali membuktikan bahwa pengabdian TNI juga hadir melalui aksi-aksi sederhana yang menyentuh langsung kehidupan Masyarakat seperti anak-anak sekolah, calon generasi emas masa depan. (*)