WAMENA, ODIYAIWUU.com — Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Tolikara Ny Elisabeth Y Flasy Wandik, SE, M.Si didampingi guru-guru PAUD, Senin (11/5) berada di Wamena, kota Provinsi Papua Pegunungan.
Kehadiran Elisabeth Flasy Wandik yang juga Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tolikara didampingi para guru PAUD dalam rangkaian Pengukuhan Bunda PAUD seluruh Papua Pegunungan.
Dalam kesempatan tersebut, Elisabeth Flasy Wandik mengatakan, Program 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) di Tolikara berjalan baik.
“Kami sudah menjalankan Program Bunda PAUD di Kabupaten Tolikara di antaranya 1.000 Hari Pertama Kehidupan yang sudah berjalan baik selama ini,” ujar Elisabeth Y Flasy Wandik mengutip papua.antaranews.com di Wamena, Jayawijaya, Papua Pegunungan, Selasa (12/5).
Menurut Elisabeth Flasy Wandik yang juga istri Bupati Tolikara Willem Wandik, S.Sos, sejak setahun lalu Program Bunda PAUD difokuskan di daerah perbatasan yakni Distrik Wari dan Douw yang merupakan tapal batas antara Tolikara dan Kabupaten Mamberamo Raya.
“Kami terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dalam membantu menyukseskan program 1.000 Hari Pertama Kehidupan yang merupakan program unggulan Kabupaten Tolikara yang telah berjalan selama 13 tahun,” kata Elisabeth Flasy Wandik.
Elisabeth Flasy Wandik menjelaskan, dalam menyukseskan 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), Bunda PAUD dipercaya oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tolikara dan Tim Penggerak PKK untuk menjalankan program tersebut di antaranya pelayanan anak-anak usia dini.
“Kami dari Bunda PAUD memberikan pelayanan kepada anak-anak usia dini yakni pemberian asupan gizi dalam mempersiapkan diri dari enam bulan hingga dua tahun,” kata Elisabeth Flasy Wandik lebih lanjut.
Elisabeth Flasy Wandik menambahkan, pihaknya telah memberikan makanan bergizi yang telah berjalan selama 13 tahun kepada anak-anak usia PAUD dan Taman Kanak-Kanak (TK).
“Program makan bergizi di Kabupaten Tolikara telah berjalan selama 13 tahun yakni Program Sarapan Sehat Anak Sekolah atau Sarasehans. Dalam program ini pemerintah dan TP PKK mempercayakan kepada kami untuk mengelolanya,” ujarnya.
Dengan berjalannya program tersebut, kata Elisabeth Flasy Wandik, banyak perubahan yang terjadi khususnya generasi muda di Kabupaten Tolikara.
“Kami juga fokus Program 1.000 HPK tidak hanya di daerah perkotaan tetapi juga di daerah pedalaman yang aksesnya cukup sulit terjangkau,” ujar Elisabeth Flasy Wandik. (*)










