ILAGA, ODIYAIWUU.com — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah Nenu Tabuni, S.Sos didapuk mengemban tugas sebagai Ketua Ikatan Alumni Yayasan Bina Teruna Indonesia Bumi Cenderawasih (Binterbusih) se-Papua Raya periode 2026-2029.
Nenu, birokrat berusia muda dan mantan wartawan, mendapat kepercayaan tersebut saat berlangsung acara Temu Alumni ke-5 Binaan Yayasan Binterbusih se-Papua Raya di Gedung Eme Neme Yauware, Timika, kota Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Jumat-Sabtu (4–5/9).
“Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada rekan-rekan yang memberi mandat kepada saya sebagai Ketua Ikatan Alumni Binterbusih se-Papua Raya periode 2026-2029,” ujar Nenu.
Nenu mengatakan, tugas dan kepercayaan ini bukan sekadar mandat biasa tetapi juga amanah yang harus dijalankan bersama pengurus dengan penuh tanggung jawab.
“Saya juga memohon doa dan dukungan kepada alumni, Pembina, dan pengurus yayasan sehingga dapat menunaikan tugas dan keprcayaan ini dengan baik sekaligus mengurus wadah dengan baik sekaligus membawa manfaat bagi alumni,” ujar Nenu.
Pelaksanaan acara temu alumni ke-5 merupakan sebuah momentum yang penting dan strategis. Nenu yang didaulat menjadi ketua panitia temu alumni menambahkan, acara berlangsung aman dan lancar.
“Acara temu alumni kami awali dengan bedah buku seri kedua berjudul Petualangan di Tengah Kota untuk Papua karya Ketua Dewan Pembina Yayasan Binterbusih Bapak Paul Sudiyo. Buku ini merupakan pengalaman nyata pendampingan para pelajar dan mahasiswa selama 38 tahun,” kata Nenu.
Sedangkan buku pertama berisi perjalanan spiritual bersama para misionaris dengan memberi diri bagi perkembangan masyarakat sejak 1975 dari Katedral Jayapura hingga tahun 1988 di pedalaman Papua.
Direktur Yayasan Binterbusih Pascalis Abner mengatakan, kegiatan temu alumni ke-V Yayasan Binterbusih se-tanah Papua dirangkai dengan bedah buku yang ditulis Ketua Dewan Pembina Yayasan Binterbusih Paul Sudiyo. Kegiatan juga dilanjutkan dengan ibadah syukur Sabtu (5/9).
“Ibadah syukur 50 tahun karya Bapak Paul Sudiyo untuk generasi muda Papua dan kemudian syukur karena bulan Meret kemarin beliau genap berusia 75 tahun,” ujar Pascalis.
Pascalis menambahkan, tahun syukur ini juga para alumni juga mensyukuri apa yang mereka dapatkan selama menempuh pendidikan di Pulau Jawa bersama Yayasan Binterbusih.
“Tetapi sekaligus setelah sampai di Papua bagaimana peran serta alumni untuk menjadi mitra pemerintah dan menjadi sarana untuk menggerakkan masyarakat dalam segala di seluruh tanah Papua,” kata Pascalin lebih lanjut.
Bupati Mimika John Rettob dalam kesempatan tersebut mengatakan, temu alumni Yayasan Binterbusih menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi membangun tanah Papua.
Sejak yayasan ini berdiri telah mencetak generasi muda Papua menjadi pemimpin di tanah Papua mulai di tingkat daerah hingga nasional.
“Bapak ibu sekarang luar biasa, memegang semua profesi di tanah Papua dan punya pengaruh yang luar biasa kepada masyarakat dan generasi muda Papua. Saya berharap alumni ini menjadi mitra pemerintah di semua daerah dan memberikan kontribusi untuk pembangunan di daerah masing-masing,” ujarnya.
Pertemuan alumni tersebut diakui John Rettob menjadi sebuah gerakan bersama membangun kolaborasi untuk bersama-sama membangun tanah Papua melalui kolaborasi dan karya nyata untuk masyarakat Papua.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tetapi harus bekerja dengan semua pemangku kepentingan untuk membangun satu daerah untuk menjadi lebih maju. Hari ini saya secara khusus menyampaikan kepada alumni Binterbusih. Kita bekerja sama dan selalu berkoordinasi dan ini menjadi dasar kita membangun daerah kita,” ujar John Rettob. (*)










