STT GIDI Papua Apresiasi Setahun Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan

Ketua Program Studi S1 Teologi (Kependetaan) STT GIDI Papua Pendeta Dr Saul Arlos Gurich, M.Th. Foto: Istimewa

WAMENA, ODIYAIWUU.com — Pihak Sekolah Tinggi Teologi (STT) Gereja Injili di Indonesia (GIDI) menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Gubernur Provinsi Papua Pegunungan Dr John Tabo, SE, MBA dan Wakil Gubernur Dr Ones Pahabol, SE, MM dalam setahun lebih pemerintahannya.

Ketua Program Studi S1 Teologi (Kependetaan) STT GIDI Papua Pendeta Dr Saul Arlos Gurich, M.Th menyampaikan hal tersebut saat menerima kunjungan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Pegunungan Simon Sebor bersama Kepala Bidang Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Viktor Brally Wenda di Wamena, Jayawijaya, Papua Pegunungan, Sabtu (8/8).

Menurut Saul Gurich, kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka memantau secara langsung perkembangan pembangunan STT GIDI Kelas Wamena. Kunjungan itu juga bentuk perhatian dan dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan terhadap pembangunan pendidikan, khususnya dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas melalui lembaga pendidikan teologi.

“Puji Tuhan. Hari ini kami bersyukur atas kunjungan Bapak Simon Sebor dan Bapak Viktor Brally Wenda. Kami menyampaikan apresiasi atas setahun kepemimpinan Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur Papua Pegunungan,” ujar Pendeta Saul Gurich di Wamena, Jayawijaya, Papua Pegunungan, Sabtu (8/8).

Saul mengatakan, dalam setahun kepemimpinan Gubernur John Tabo dan Wakil Gubernur Ones Pahabol, berbagai kebijakan dan program pembangunan menjadi sangat penting dan strategis dalam menentukan arah kemajuan Gereja dan seluruh sektor pembangunan di delapan kabupaten di Papua Pegunungan.

Saul juga menitip doa dan harapan, kiranya Tuhan terus memberikan hikmat, kesehatan, kekuatan, dan kebijaksanaan kepada Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur Papua Pegunungan serta seluruh jajaran pemerintah dalam menjalankan tugas dan pelayanan bagi masyarakat.

“Terima kasih atas kunjungan, perhatian, dan dukungan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan terhadap pembangunan STT GIDI Kelas Wamena. Tuhan Yesus memberkati,” kata Saul lebih lanjut.

John Tabo dan Ones Pahabol berhasil mengukir sejarah baru menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan sejak Pilkada perdana di Papua Pegunungan. Keduanya dilantik berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 39/P Tahun 2025 tentang Pengesahan Pengangkatan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan dan Bangka Belitung masa jabatan 2025-2030.

Presiden Prabowo Subianto, Kamis (17/4 2025) resmi melantik John Tabo dan Ones Pahabol bersama Hidayat Arsani dan Hellyana sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung di Istana Negara, Jakarta.

Prosesi pelantikan ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh Gubernur dan Wakil Gubernur disusul pemberian ucapan selamat oleh Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama para menteri dan tamu undangan.

“Saya John Tabo bersama Ones Pahabol, kami dua berasal dari kampung yang begitu jauh di gunung sana. Kami dua anak kampung tidak pernah membayangkan dan bermimpi berada di istana ini untuk dilantik. Tuhan luar biasa,” ujar John Tabo kepada wartawan di Istana Negara Jakarta, Kamis (17/4 2025).

John Tabo juga mengucap terima kasih atas rahmat hak kesulungan yang diberikan kepada masyarakat Papua melalui pemekaran daerah otonomi baru (DOB) Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Selatan dan Papua Barat Daya.

John Tabo mengaku, tugas yang diembannya bersama Wakil Gubernur Ones Pahabol untuk memimpin provinsi baru bukanlah perkara mudah. Namun ia berkomitmen menjalankan dengan baik seluruh amanat yang diberikan Presiden dalam mensejahterakan rakyat Papua Pegunungan.

“Amanat yang diletakkan dipundak kami berdua akan kami laksanakan lewat program mensejahtrakan rakyat, menjaga lingkungan, mencerdaskan anak bangsa, mengatasi masalah pendidikan, dan infrastruktur yang harus kita bangun untuk konektivitas antar provinsi, kabupaten, distrik dan desa. Bapak Presiden telah melantik kami, kami akan secara sungguh-sungguh melaksanakan amanat Undang-Undang tahun 1945,” katanya. (*)