15 Mahasiswa Lanjutkan Studi S2, Bupati Elvis Tabuni: Pendidikan Investasi Masa Depan Kabupaten Puncak

Bupati Puncak Elvis Tabuni, SE, MM bersama Ketua dan Pendiri Yayasan Maga Edukasi Papua Samuel Tabuni, M.Si, MAJEd saat berlangsung acara pelepasan 15 mahasiswa penerima Beasiswa Puncak Cerdas di Jayapura, Papua, Rabu (26/8). Para mahasiswa akan melanjutkan kuliah S2 di berbagai perguruan tinggi baik di dalam maupun luar negeri. Foto: Istimewa

JAYAPURA, ODIYAIWUU.com — Sebanyak 15 mahasiswa penerima Beasiswa Puncak Cerdas, Rabu (26/8) resmi dilepas untuk melanjutkan pendidikan jenjang Magister (S2) di berbagai perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.

Prosesi pelepasan berlangsung dalam rangkaian Ibadah Syukur dan Acara Pelepasan Mahasiswa S2 Beasiswa Puncak Cerdas binaan Papua Language Institute (PLI) Yayasan Maga Edukasi Papua di Jayapura, Papua.

Bupati Kabupaten Puncak Elvis Tabuni, SE, MM dalam sambutannya menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan Program Beasiswa Puncak Cerdas dan kesempatan yang diberikan kepada para mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan kuliah ke jenjang S2.

“Pendidikan merupakan jalan membangun masa depan. Pendidikan tinggi diharapkan menjadi salah satu jalan bagi generasi muda Puncak untuk meningkatkan kapasitas diri dan mempersiapkan diri mengambil peran dalam pembangunan daerah,” ujar Bupati Tabuni.

Menurut Bupati Tabuni, para mahasiswa yang dilepas juga diharapkan dapat menjalani pendidikan dengan sungguh-sungguh, menjaga nama baik daerah dan keluarga serta menggunakan ilmu yang diperoleh untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

Terobosan bernas tersebut merupakan kado istimewa di bidang pendidikan dari Puncak untuk tanah Papua dan dunia. Belasan mahasiswa Puncak kini memasuki babak baru perjalanan pendidikan mereka.

“Sebelas mahasiswa akan menempuh pendidikan di luar negeri seperti di Rusia, Rumania, Inggris, Amerika Serikat, dan Selandia Baru. Sementara empat mahasiswa melanjutkan studi di perguruan tinggi dalam negeri,” kata Bupati Tabuni.

Perjalanan para mahasiswa asal Puncak melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 menjadi bagian dari sebuah harapan yang lebih besar. Harapan dimaksud ialah lahirnya generasi muda Papua yang berpendidikan tinggi, memiliki wawasan global, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta memiliki karakter yang kuat.

Program Beasiswa Puncak Cerdas melalui kerja sama Pemerintah Kabupaten Puncak dan Yayasan Maga Edukasi Papua melalui pembinaan Papua Language Institute dan diharapkan dapat terus menjadi bagian dari investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia (SDM) tanah Papua, teristimewa Puncak.

“Para mahasiswa yang dilepas hari ini membawa pesan yang sama: pendidikan bukan hanya tentang pergi untuk belajar, tetapi tentang mempersiapkan diri untuk kembali membawa perubahan. Dari Puncak, melangkah ke Indonesia dan dunia untuk kembali membangun tanah Papua,” ujar Tabuni.

Ketua dan Pendiri Yayasan Maga Edukasi Papua Samuel Tabuni, M.Si, MAJEd dalam kesempatan tersebut menyampaikan pentingnya membangun SDM melalui investasi pendidikan yang berkelanjutan.

“Kerja sama antara Pemkab Puncak dan Yayasan Maga Edukasi Papua menjadi wujud nyata dari komitmen untuk membuka kesempatan pendidikan bagi generasi muda Papua asal Puncak,” ujar Samuel Tabuni.

Samuel Tabuni, intelektual muda tanah Papua dan Master (S2) jebolan The Henrew University of Jerusalem, Israel, menambahkan, melalui program ini mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh gelar akademik.

“Melalui program ini adik-adik mahasiswa bukan hanya meraih gelar akademik membanggakan tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang memiliki kompetensi, karakter, dan semangat pengabdian untuk berkontribusi bagi daerah asalnya,” kata Samuel lebih lanjut.

Direktur Papua Language Institute Dolvinus Womsiwor mengatakan, proses pembinaan bersama tim pengajar PLI berlangsung mulai 11 Agustus 2025 hingga 31 Juli 2026.

“Program pembinaan PLI fokus pada tiga aspek utama yakni penguatan karakter, pelatihan bahasa serta penguasaan dasar science, technology, engineering and mathematics, STEM. Pembinaan bahasa Inggris, Rusia, dan Rumania diberikan untuk mendukung kesiapan mahasiswa sesuai dengan lingkungan studi masing-masing,” ujar Womsiwor.

Sementara pelatihan matematika dan komputer, lanjut Womsiwor, ditujukan untuk memperkuat keterampilan akademik dan teknologi. Pembinaan karakter menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keseluruhan program.

“Mahasiswa dipersiapkan untuk menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, memiliki integritas serta mampu beradaptasi dengan lingkungan baru tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai yang menjadi bagian dari dirinya,” katanya.

Prosesi pelepasan mahasiswa dihadiri sejumlah pejabat, tokoh agama, kalangan kampus, orangtua mahasiswa, dan tamu undangan. Mereka antara lain Ketua DPRK Puncak Thomas Tabuni, SIP; Sekda Puncak Nenu Tabuni, S.Sos; dan Pendeta Lipiyus Biniluk, M.Th.

Selain itu, Ketua Harian Yayasan Maga Yoob Ginia, SH; Rektor Universitas Internasional Papua Dr Izak Morin, MA; Wakil Rektor II Universitas Internasional Papua Dr Korinus Waimbo, M.Sc; orang tua mahasiswa; dan para tamu undangan. (*)