Warga Kabupaten Dogiyai di Tapal Batas Provinsi Papua Tengah dan Papua Barat Menangis Kelaparan

Warga masyarakat adat di Distrik Mapia Barat dan Distrik Piyaiye, Kabupaten Dogiyai, tapal batas Provinsi Papua Tengah dan Provinsi Papua Barat dilanda kelaparan menyusul bencana hujan es dan embun es beberapa bulang belakangan yang berujung warga mengalami gagal panen. Foto: Istimewa

ABOYAGA, ODIYAIWUU.com — Masyarakat adat di Distrik Mapia Barat dan Distrik Piyaiye, Kabupaten Dogiyai di tapal batas Provinsi Papua Tengah dan Provinsi Papua Barat menangis karena didera kelaparan menyusul bencana hujan es dan embun es beberapa bulan belakangan yang berujung warga mengalami gagal panen.

“Semua tanaman kami di kebun mati, ternak mati, terakhir kebun di halaman rumah mati. Keladi, ubi, petatas, sayuran, tebu, semua mati. Sekarang kami kelaparan,” kata tokoh masyarakat Mapia Barat Simon Tebai sembari menangis histeris dari Aboyaga, kota Distrik Mapia Barat, Dogiayi, Papua Tengah, Rabu (9/9).

Simon Tebai, warga Dusun Degeadai, Mapia Barat mengatakan, masyarakat adat yang tinggal di kawasan lereng Pegunungan Kobouge, Gemou, dan Paiyai kini berjuang menghadapi krisis pangan serius.

Cuaca ekstrem berupa hujan es dan embun es beberapa bulan terakhir melanda wilayah Kampung Degeadai di Mapia Barat serta Dusun Debaigeponaige, Kampung Deneiode, Distrik Piyaiye sejak pertengahan Agustus. Akibatnya, warga tidak bisa berbuat banyak dan kehilangan pasokan makanan.

“Saat ini warga mulai mengalami kelaparan akibat habisnya pasokan bahan pangan pokok. Hujan es dan embun es berlangsung sejak Agustus hingga September. Tanaman di kebun masyarakat kering semua dan gagal panen. Ternak di kendang juga mati satu per satu,” kata Simon Tebai lebih lanjut.

Simon menambahkan, selama ini warga mengandalkan pasokan makanan dari kebun sendiri. Namun, faktor cuacan yang ekstrem melumpuhkan seluruh tanaman sehingga mereka meminta Pemerintah Provinsi Papua Tengah maupun Dogiyai dan Pemerintah Provinsi Papua Barat yang berjarak lebih dekat ke wilayah terdampak mengulurkan tangan membantu warga.

“Jika ada pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun kabupaten kami mohon bantuan makanan. Kami minta bukan karena kami tidak bisa berkebun atau menanam sendiri. Kami sehari-hari bekerja di kebun, tetapi panen kali ini gagal total karena semua tanaman mati,” ujar Simon.

Kepala Distrik (Camat) Mapia Barat Paulus Tebai, S.Pd mengatakan, Pemerintah Kecamatan Mapia Barat, Selasa (8/9) menyalurkan bantuan beras kepada masyarakat terdampak cuaca ekstrik di Kampung Toubaikebo dan Kampung Maikotu, Distrik Mapia Barat.

“Saya bersama tim terjun langsung melakukan penyaluran bantuan beras tersebut dilakukan melalui ujung jalan Timepa dan selanjutnya diserahkan kepada masyarakat penerima bantuan dari kedua kampung ini,” kata Paulus Tebai di Mapia Barat, Dogiyai, Papua Tengah, Rabu (9/9).

Menurut Paulus, pegiatan penyaluran emergency itu berjalan dengan baik, aman, dan lancar. Bantuan beras ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat serta meringankan beban ekonomi keluarga penerima manfaat. (*)