Pangdam Cenderawasih dan Gubernur Papua Tinjau Cetak Sawah Senggi, Dorong Pertanian Modern

Panglima Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih Mayor Jenderal TNI Febriel Buyung Sikumbang, SH, MM bersama Gubernur Papua Mathius Derek Fakhiri, SIK, MH bersama warga usai meninjau lokasi cetak sawah di Kampung Woselay, Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, Papua, Senin (7/9). Foto: Istimewa

SENGGI, ODIYAIWUU.com — Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) XVII/Cenderawasih Mayor Jenderal TNI Febriel Buyung Sikumbang, SH, MM bersama Gubernur Papua Mathius Derek Fakhiri, SIK, MH, Senin (7/9) meninjau lokasi cetak sawah di Kampung Woselay, Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, Papua.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat pengembangan pertanian modern sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Penerangan Kodam Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto, SIP mengatakan, kunjungan tersebut menunjukkan sinergi TNI dan pemerintah daerah dalam mendukung program ketahanan pangan di Papua.

“Kehadiran Bapak Pangdam bersama Bapak Gubernur Papua juga menjadi bentuk dukungan terhadap masyarakat agar lahan pertanian yang telah dibuka dapat dikelola secara produktif dan berkelanjutan,” ujar Tri di Jayapura, Papua, Selasa (8/9).

Menurut Tri, Pangdam dan Gubernur meninjau sejumlah lahan cetak sawah di Jalur 1 dan SP 2 Kampung Woselay. Dalam kunjungan itu, keduanya juga melihat langsung penerapan teknologi pertanian serta mencoba penanaman menggunakan alat Tabela.

“Pangdam Cenderawasih terus mendorong sinergi dengan pemerintah daerah untuk mendukung program ketahanan pangan. Pengembangan lahan pertanian harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dilakukan secara berkelanjutan,” kata Tri.

Pengembangan lahan di sekitar lokasi akan diarahkan menjadi model pertanian modern, advanced agriculture system. Lahan seluas 50 hektare direncanakan menerapkan sistem PMAS dan didukung pemanfaatan drone untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan lahan serta produktivitas pertanian.

“Penerapan teknologi tersebut ditargetkan mampu meningkatkan produksi padi dari rata-rata 4–5 ton menjadi sekitar 10 ton per hektare. Pengembangan pertanian modern diharapkan dapat menjadi model yang mendorong peningkatan produktivitas sekaligus memperkuat kemandirian pangan di Papua,” ujar Tri.

Dalam kesempatan tersebut, masyarakat Kampung Woselay melalui Ondo Senggi Dance Demotou menyampaikan sejumlah aspirasi. Misalnya, kebutuhan pupuk, obat-obatan, bibit, sarana panen, dukungan pemasaran hasil pertanian serta perbaikan sistem irigasi.

“Masyarakat juga berharap pengembangan pertanian tetap memperhatikan hak masyarakat adat dan kelestarian lingkungan,” ujar Dance Demotou.

Tri menjelaskan, aspirasi masyarakat tersebut mendapat perhatian pemerintah. Gubernur Papua menegaskan bahwa program pembangunan sawah dan program strategis nasional tidak mengalihkan kepemilikan tanah masyarakat adat. Lahan tetap menjadi milik suku, marga, dan masyarakat adat, sedangkan pemerintah memberikan dukungan terhadap pengembangan pertanian.

Pemerintah juga berkomitmen mendukung masyarakat melalui penyediaan bibit, pupuk, obat-obatan, peralatan pertanian, hingga pendampingan teknis. Masyarakat Papua diharapkan menjadi pelaku utama dalam pengelolaan lahan, sementara tenaga pertanian dari luar Papua dapat berperan dalam transfer pengetahuan dan keterampilan.

Selain produksi, pemerintah mendorong adanya kepastian pasar bagi hasil pertanian, khususnya padi dan jagung, melalui kerja sama dengan Bulog dan pemerintah daerah. Pengembangan sektor pertanian juga diarahkan untuk meningkatkan produksi lokal, memperkuat ketahanan pangan, dan membantu menekan inflasi di Papua.

“Pangdam melihat pengembangan pertanian di Senggi tidak hanya dari sisi pembukaan lahan, tetapi juga bagaimana masyarakat dapat mengelolanya secara produktif hingga menghasilkan nilai ekonomi. Karena itu, dukungan terhadap sarana produksi, irigasi, transportasi, teknologi, dan pemasaran menjadi bagian penting,” kata Tri.

Tri menambahkan, sinergi TNI, pemerintah daerah, instansi teknis, dan masyarakat menjadi kunci agar program cetak sawah dapat berjalan optimal. Kodam XVII/Cenderawasih akan terus mendukung program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan di wilayah Papua.

Kunjungan Pangdam Cenderawasih dan Gubernur Papua ke Kampung Woselay menegaskan komitmen bersama untuk mengembangkan pertanian modern yang produktif dan berkelanjutan.

Tri menambahkan, melalui kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan aktif masyarakat, lahan pertanian di Senggi diharapkan menjadi salah satu penggerak ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Keerom. (*)