DAERAH  

Data Korban Tewas Kebakaran Pasar di Paniai Teridentifikasi, Berikut 11 Nama Mereka

Jenazah korban kebakaran yang melanda kawasan Pasar Kampung Bapouda, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah, Senin (7/9). Kebakaran menwaskan 11 orang dan menghanguskan 49 rumah dan kios.  148 orang juga mengungsi ke Markas Polsek, Masjid dan kerabat terdekat. Foto: Istimewa

ENAROTALI, ODIYAIWUU.com — Kebakaran yang melanda kawasan Pasar Kampung Bapouda, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Senin (7/9) pukul 00.25 WIT tak hanya menghanguskan 49 rumah dan kios.

Selain itu, 148 orang juga dilaporkan mengungsi ke Markas Polsek, Masjid dan kerabat terdekat. Kebakaran tersebut merenggut nyawa 11 orang. Korban terdiri dari lima orang dewasa dan enam anak kecil.

Pasca kebakaran, Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini menurunkan tim dari Polda Papua Tengah untuk membantu penyelidikan kebakaran maut yang melanda Pasar Bopauda.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Tengah Kompol Henry J Manurung mengatakan, Kapolda memerintahkan Dirreskrimum Kombes Pol Asep Sayidi Wijaya dan Dirreskrimsus Kombes Pol I Ketut Suarnaya turun langsung ke Paniai untuk membantu Polres Paniai mengungkap penyebab kebakaran.

“Atas perintah bapak Kapolda, kedua PJU (Pejabat Utama) datang ke Paniai untuk membantu proses penyelidikan sehingga penyebab kebakaran dapat segera diketahui,” ujar Manurung kepada wartawan.

Selain kedua pejabat utama tersebut, lima perwira berpangkat Pama dan Pamen serta anggota Reskrim Polda Papua Tengah turut dikirim ke lokasi untuk membantu proses penyelidikan.

Manurung mengatakan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara sementara, sebanyak 49 unit bangunan yang terdiri atas kios dan rumah hangus terbakar. Kebakaran tersebut juga menyebabkan 148 orang kehilangan tempat tinggal.

“Dari olah tempat kejadian perkara sementara, tercatat 49 unit bangunan, terdiri dari kios dan rumah, hangus terbakar, dan 148 orang kehilangan tempat tinggal,” kata Manurung lebih lanjut.

Sementara itu, korban jiwa dalam peristiwa tersebut berjumlah 11 orang, terdiri atas lima orang dewasa dan enam anak-anak.

Korban meninggal dunia akibat luka bakar masing-masing Najamuddin (70), Wandi (36), Hasyim (30), Rizka Falma (28), istri Hasyim, dan Herlina (30), istri Wandi.

Sedangkan enam korban anak-anak yakni Aska (9), Abie (6), dan Adit (5), ketiganya anak Wandi. Kemudian Ardi (9), Icha (6), dan Ai Yusuf (2), ketiganya anak Hasyim.

“Saat ini seluruh korban jiwa disemayamkan di RSUD Paniai. Rencana visum akan kita lakukan kepada para korban, namun kita masih menunggu izin dari pihak keluarga,” kata Manurung.

Untuk 148 warga yang kehilangan tempat tinggal, kepolisian telah mendirikan posko pengungsian di halaman Polsek Paniai Timur. Namun, sebagian besar warga memilih mengungsi sementara di rumah keluarga masing-masing.

Manurung menegaskan, polisi belum dapat memastikan penyebab kebakaran. Untuk mendukung proses penyelidikan, kepolisian akan mendatangkan tim Disaster Victim Identification (DVI) dan Laboratorium Forensik (Labfor).

“Saat ini kami belum bisa memastikan penyebab kebakaran. Upaya yang kami lakukan antara lain mendatangkan tim DVI dan Labfor dari Pusdokes Polda Papua untuk membantu penyelidikan,” ujar Manurung.

Manurung menambahkan, penyelidikan saat ini difokuskan pada pengumpulan barang bukti di lokasi kejadian serta pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

“Kami fokus mengumpulkan barang bukti dan meminta keterangan saksi-saksi. Sehingga kami belum bisa berandai-andai dalam mengungkap penyebab kebakaran,” kata Manurung.

Manurung juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Kami minta masyarakat menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian dan tidak terpancing kabar yang belum tentu benar. Jika menemukan informasi penting, laporkan kepada aparat agar dapat ditindaklanjuti,” kata Manurung. (*)