Puluhan Siswa Usia PAUD Hingga SMP Diduga Keracunan Usai Menyantap Menu Program MBG

Seorang siswa saat menjalani perawatan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Depapre, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa (4/8). Kurang lebih 70-an korban dilarikan ke Puskesmas Depapre karena diduga keracunan usai menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto: Istimewa

JAYAPURA, ODIYAIWUU.com — Puluhan siswa mulai usia Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP), Selasa (4/8) sore dilarikan ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Depapre, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua untuk mendapat pertolongan medis.

Para siswa tersebut hingga Selasa malam masih dibawa ke Puskesmas tersebut hingga malam hari. Mereka mengeluh mual, muntah, dan lemas akibat dugaan mengkonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Berdasarkan informasi awal sudah 70-an lebih anak yang datang ke Puskesmas Depapre untuk mendapat pertolongan medis. Tak hanya anak-anak usia PAUD, SD maupun SMP tetapi juga sejumlah orang dewasa dilaporkan mengalami keluhan serupa.

Pasien berasal dari sejumlah wilayah di Distrik Depapre, termasuk Kampung Tablanusu dan Kendate. Tenaga kesehatan di Puskesmas Depapre terus memberikan penanganan kepada para pasien yang datang.

Seiring meningkatnya jumlah pasien, sebagian korban kemungkinan bakal dirujuk ke sejumlah rumah sakit di Kabupaten Jayapura maupun Kota Jayapura untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Hingga berita ini terbit, pihak berwenang masih melakukan pendataan terhadap jumlah pasien serta penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut. Belum ada keterangan resmi mengenai jumlah korban maupun hasil pemeriksaan penyebab dugaan keracunan.

Masyarakat dihimbau menunggu informasi resmi dari instansi terkait dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura dr. Anton Tony Mote, MKM juga terlihat memantau langsung anak-anak dan orang dewasa di Puskesmas Depapre dan mengarahkan para tenaga medis yang jumlahnya terbatas untuk segera merujuk beberapa pasien ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yowari dan juga Puskesmas terdekat di wilayah itu.