HITADIPA, ODIYAIWUU.com — Gubernur Meki Fritz Nawipa, SH, Rabu (16/9) tiba di Distrik Hitadipa dalam rangkaian kunjungan kerja di Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Meki Nawipa bertemu masyarakat sekaligus menyampaikan sejumlah rencana pembangunan di wilayah itu hingga 2027.
Menurut Nawipa, mantan Bupati Kabupaten Paniai, Papua Tengah, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu perhatian pemerintah, terutama akses jalan, listrik, rumah ibadah, dan penataan kawasan Hitadipa.
Gubernur yang juga pilot senior tanah Papua, mengatakan, pembangunan jalan dari Makataka menuju Hitadipa direncanakan mulai dikerjakan tahun ini. “Jalan menjadi perhatian serius. Kita akan mulai bangun jalan dari Makataka menuju Hitadipa,” ujar Nawipa.
Menurut Nawipa, pembangunan akses jalan tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan pelayanan pemerintahan di Hitadipa.
Selain jalan, pembangunan Gereja Induk Hitadipa juga masuk dalam rencana pembangunan 2027. Pemprov Papua Tengah menyiapkan dukungan Rp 6 miliar, sementara Pemkab Intan Jaya telah menyiapkan Rp 5 miliar.
“Untuk pembangunan gereja induk tahun 2027, kita rencanakan Rp 6 miliar. Jadi bupati bantu Rp 5 miliar, gubernur bantu Rp 6 miliar,” kata Nawipa lebih lanjut.
Dengan dukungan kedua pemerintah tersebut, total anggaran yang direncanakan untuk pembangunan Gereja Induk Hitadipa mencapai Rp 11 miliar.
Di bidang kelistrikan, Nawipa menyampaikan fasilitas tenaga surya atau solar cell di Hitadipa ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.
Pemerintah juga akan menyiapkan anggaran operasional setiap tahun untuk mendukung keberlanjutan fasilitas tersebut.
“Solar cell tahun depan akan dioperasikan. Maka tahun depan di Hitadipa listrik nyala dan terang. Setiap tahun kita kasih uang operasional,” ujar Nawipa. Pihaknya mengaku menaruh perhatian pada penataan kawasan Hitadipa.
Nawipa berencana meminta Kepala Dinas Pekerjaan Umum Papua Tengah menugaskan tenaga teknis untuk menyusun desain pembangunan dan tata kota.
Menurutnya, desain kawasan perlu disiapkan sejak awal agar perkembangan Hitadipa berlangsung terarah dan menjadi dasar pembangunan dalam jangka panjang.
Nawipa berharap dalam 20 hingga 30 tahun mendatang, Hitadipa dapat berkembang secara rapi dan terencana. Dalam pertemuan tersebut, Meki meminta masyarakat mendukung Bupati dan Wakil Bupati Intan Jaya.
Nawipa menambahkan, sinergi pemerintah kabupaten dan provinsi diperlukan agar berbagai kebutuhan masyarakat dapat dikomunikasikan dan direalisasikan secara bertahap.
“Masyarakat diharapkan mendukung bupati dan wakil bupati, sehingga bupati bisa bicara dengan gubernur. Dengan begitu semua proses bisa terealisasi dan semua kebutuhan bisa datang,” katanya.
Meki juga mengajak masyarakat menjaga persatuan tanpa membedakan suku. “Mari kita bersatu tanpa melihat suku, satukan tujuan ke depan dan mari kita jalan bersama,” ujar Nawipa.
Ia mengatakan, kunjungan langsung ke distrik dan kampung penting agar pemerintah dapat melihat kondisi serta kebutuhan masyarakat secara langsung.
Di sektor pendidikan, Pemprov Papua Tengah juga mendorong pembangunan fasilitas pendukung bagi siswa, salah satunya asrama siswa di Sugapa.
Meki mengatakan, pembangunan dan peningkatan konektivitas ke depan tidak berhenti di Sugapa, tetapi akan terus didorong hingga Hitadipa, Homeyo, Pogapa dan wilayah lainnya.
Ia berharap seluruh unsur pemerintahan, DPRK dan masyarakat dapat menjaga kebersamaan serta mendukung program pembangunan yang sedang dan akan dilaksanakan.
“Kita berdoa semoga kita semua diberkati di negeri ini dan kita bisa membangun lebih baik,” ujar Nawipa. (*)










