Pangdam Cenderawasih Dorong Pelajar dan Warga Sipil Kuasai Teknik BHD untuk Selamatkan Nyawa

Panglima Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih Mayor Jenderal TNI Febriel Buyung Sikumbang, SH, MM berfoto bersama usai kegiatan pelatihan Bantuan Hidup Dasar dan Resusitasi Jantung Paru bagi para pelajar, mahasiswa, dan masyarakat sipil di Rumah Sakit TK II Marten Indey, Jayapura, Papua, Sabtu (19/9). Foto: Istimewa

JAYAPURA, ODIYAIWUU.com — Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) XVII/Cenderawasih Mayor Jenderal TNI Febriel Buyung Sikumbang, SH, MM, Sabtu (19/9) menghadiri kegiatan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan Resusitasi Jantung Paru (RJP) bagi pelajar, mahasiswa, dan warga sipil di Rumah Sakit TK II Marten Indey, Jayapura, Papua.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan yang membutuhkan pertolongan cepat dan tepat. Pelatihan BHD dan RJP diikuti siswa SMA, siswa Akper Marten Indey serta masyarakat sipil.

Para peserta mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dasar mengenai langkah pertolongan awal ketika menghadapi seseorang yang mengalami kondisi kegawatdaruratan, termasuk tindakan resusitasi jantung paru.

Febriel menilai, kemampuan memberikan pertolongan pertama bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga pengetahuan penting yang perlu dimiliki masyarakat.

Dalam kondisi darurat, katanya, kemampuan seseorang untuk bertindak cepat dan tepat dapat menjadi bagian penting sebelum korban mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

“Bantuan hidup dasar bukan sekadar keterampilan medis, tetapi pengetahuan kemanusiaan yang dapat dimiliki siapa saja,” ujar Febriel di Jayapura, Papua, Jumat (19/9).

Menurutnya, ketika terjadi kondisi darurat, beberapa menit pertama sangat berarti. Karena itu, masyarakat perlu memiliki keberanian, pengetahuan, dan kemampuan untuk memberikan pertolongan awal dengan cara yang benar.

Febriel menambahkan, edukasi BHD dan RJP perlu terus diperluas, terutama kepada generasi muda. Pelajar dan mahasiswa dinilai memiliki posisi strategis sebagai bagian dari masyarakat yang dapat menjadi agen edukasi keselamatan dan pertolongan pertama di lingkungan sekolah, kampus, keluarga maupun masyarakat.

“Anak-anak muda yang hari ini belajar BHD dan RJP bukan hanya sedang belajar sebuah teknik, tetapi sedang mempersiapkan diri untuk menjadi orang yang mampu hadir ketika orang lain membutuhkan pertolongan. Satu pengetahuan yang dipraktikkan dengan benar dapat memberikan kesempatan hidup bagi seseorang,” ujar Febriel.

Febriel juga mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang melibatkan unsur pendidikan dan masyarakat. Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa upaya membangun masyarakat yang tanggap terhadap kondisi kegawatdaruratan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

Kegiatan berlangsung dengan pemberian materi sekaligus praktik BHD dan RJP sehingga peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memperoleh pengalaman melakukan tindakan pertolongan secara langsung.

“Pendekatan praktik diharapkan membuat peserta lebih siap dan percaya diri ketika menghadapi situasi darurat di lingkungan masing-masing,” ujar Febriel lebih lanjut.

Kepala Penerangan Kodam Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto, SIP menjelaskan, kehadiran Pangdam dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk perhatian Kodam Cenderawasih terhadap peningkatan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya dalam aspek pertolongan pertama yang memiliki nilai kemanusiaan.

“Melalui kegiatan ini, Kodam XVII/Cenderawasih ingin mendorong agar pengetahuan tentang BHD dan RJP tidak berhenti di lingkungan rumah sakit atau tenaga kesehatan saja, tetapi dapat dipahami dan dipraktikkan secara tepat oleh pelajar maupun masyarakat,” kata Tri.

Menurut Tri, melalui pelatihan BHD dan RJP tersebut, Kodam Cenderawasih terus mendorong terbentuknya masyarakat yang memiliki kepedulian, kesiapsiagaan, dan kemampuan dasar dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan.

“Pengetahuan yang diberikan diharapkan dapat menjadi bekal praktis yang bermanfaat bagi peserta sekaligus memperkuat semangat kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama,” ujar Tri. (*)