Puisi Namamu, Doa yang Tak Pernah Usai dan Di Bawah Selimut Doa Maria Karya Damianus Wotan

Bunda Maria, ibunda Yesus Kristus, figur yang dihormati dalam keyakinan iman Katolik. Sumber foto: atmajaya.ac.id, 13 November 2025

Di Bawah Selimut Doa Maria

 

Di bawah selimut doa-Mu, Bunda

aku bersembunyi dari riuh dunia

Lelahku Kau peluk tanpa kata

air mataku Kau ubah jadi doa

 

Malam tak lagi sekadar gelap

sebab namamu berpendar dalam harap

Pada tiap butir rosario yang terurai

kutemukan jalan pulang yang damai

 

Engkau tak banyak bicara

namun hatimu luas menampung derita

Segala yang tak sanggup kuucapkan

Kau bisikkan lembut di hadapan Tuhan

 

Di bawah selimut doa-Mu yang sunyi

aku belajar percaya meski tak mengerti

Bahwa dalam diam yang paling dalam

kasih Tuhan bekerja tanpa suara dan tanpa batas zaman

Perawang, 1 Mei 2026

Di Pelukan Sunyi Bunda Maria

 

Di pelukan sunyi yang tak bersuara

Engkau menyapaku tanpa kata, Bunda

Seperti malam yang setia menjaga rahasia

Tentang terang yang enggan segera lahir

 

Aku datang dengan retak yang tersisa lirih

Tanya yang terbenam dalam hati

Dan iman yang gemetar di ujung sepi

Di antara percaya dan hampir menyerah

 

Namun engkau tidak mengusir gelapku

Engkau memeluknya hingga menjadi teduh

Membiarkan lukaku berbicara pada hening

Hingga air mata menemukan wajahnya

 

Di keheninganmu yang dalam

Perlahan kusadari arah yang tersembunyi

Bahwa luka bukan akhir perjalanan

Melainkan pintu sunyi menuju kembali

 

Dalam pelukan sunyimu, Bunda

Tak lagi kutakuti wajah kegelapan

Sebab di sana, tanpa suara dan tanda

Kasih Tuhan berakar diam dan kekal

Perawang, 1 Mei 2026

Namamu, Doa yang Tak Pernah Usai

 

Namamu kusebut di ujung sunyi

Ketika kata tak lagi mampu berdoa

Dan hati hanya bisa bergetar pelan

Di antara rindu dan ketakutan

 

Bunda hadir tanpa banyak suara

Namun dalam diam yang kau jaga

Aku menemukan arah yang lama hilang

Di dalam teduh yang tak tersentuh riuh

 

Setiap kali dunia terasa menjauh

Dan langkahku goyah tanpa pegangan

Namamu tumbuh seperti bisikan lembut

Yang menuntun tanpa pernah memaksa

 

Di dalam sebutan yang sederhana itu

Kutitipkan luka yang tak terucap

Dan harap yang hampir padam

Agar tetap menyala dalam iman

 

Namamu, Bunda

Bukan sekadar doa yang terulang

Melainkan napas yang tak pernah selesai

Yang menghubungkanku kembali kepada Tuhan

Perawang, 2 Mei 2026

Damianus Ose Wotan lahir di Baopukang, Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Saat ini berdomisili di Perawang, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Penulis berprofesi sebagai guru dan pendamping masyarakat dalam bidang hukum.

Damianus aktif dalam kegiatan edukasi dan pendampingan hukum kepada masyarakat. Ia juga menyukai sastra, terutama puisi. Sejumlah puisi karyanya bertema religius, hukum, kehidupan, dan refleksi batin menyebar di berbagai media massa.

Karya-karyanya itu dimuat dalam berbagai antologi serta dipublikasikan di media dan komunitas sastra. Salam merawat kata dan rasa.