OPINI  

Guru Hebat, Pendidikan Maju

Angginak Sepi Wanimbo, Pegiat Literasi di Papua Pegunungan. Foto: Istimewa

Oleh Angginak Sepi Wanimbo

Pegiat Literasi di Papua Pegunungan

GURU berperan dalam membentuk anak-anak menjadi calon generasi penerus yang berilmu, cerdas, dan berkepribadian luhur. Di tangan guru, generasi anak-anak juga ditempah dan dipersiapkan untuk menjadi pemimpin sekaligus pilar bangsa. Guru yang hebat akan melahirkan calon pemimpin dengan sumber daya mumpuni agar negara yang kuat dan mandiri.

Guru bukan sekadar pengajar yang setia berbagi ilmu kepada anak-anak. Guru juga pemberi teladan sekaligus arsitek peradaban yang ikut membangun dan menata anak-anak selaku calon intelektual sekaligus pemimpin masa depan.

Karena itu tak berlebihan bila dikatakan kualitas bangsa mulai dari kota hingga pelosok kampung ditentukan pula oleh kualitas guru yang membekali diri terlebih dahulu melalui proses pendidikan dan pengajaran.

Tidak seorang pun yang dilahirkan langsung menjadi guru yang baik dan hebat. Untuk menjadi guru yang baik dan hebat membutuhkan waktu, ketekunan high class, dan proses yang seringkali tidak mudah.

Proses ini bukan sekadar guru membekali diri dengan membaca guna menambah pengetahuan dirinya. Guru juga perlu menambah soft skill lain guna mendidik dan mengajar anak-anak sehingga mendidik dengan kaidah pedagogik.

Guru Ibarat Dian

Dalam diri guru aspek tanggung jawab, keteladanan, kesetiaan, kejujuran dan kesabaran tinggi dalam mendidik dan memberi teladan kepada para murid menjadi keutamaan. Ia diharapkan memosisikan diri ibarat obor atau dian dalam kelam bagi para murid.

Namun, salah satu pertanyaan mendasar bagi guru ialah apakah sarana dan prasaran pendukung tugas mulianya bagi anak-anak didik sungguh memadai? Bagi guru yang mengabdi di daerah perkotaan tentu sedikit lebih mudah dari sokongan sarana dan prasarana serta kemudahan teknologi informasi.

Kondisi ini tentu berbanding terbalik dengan guru yang mengabdi di wilayah terpencil atau pelosok perkampungan yang serba minim dukungan sarana dan prasarana serta teknologi informasi.

Ketersediaan gedung dan ruang belajar minim, tempat tinggal atau pemondokan berikut keterbatasan tenaga pengajar menjadi persoalan lain yang serius dan sering dihadapi.

Meski demikian, masih ada setitik asa yang lahir dari keterbatasan. Guru tetap setia menunaikan tugas dan memahaminya sebagai panggilan jiwa atas nama masa depan anak didiknya. Bagi guru, mengajar dalam kondisi yang serba minim bukan jadi rintangan bagi mereka menunaikan tugas.

Guru akhirnya sungguh menyadari diri sebagai seberkas cahaya dalam kelam demi menerangi anak didiknya. Potret guru yang mengabdi dalam kondisi serba terbatas juga dengan mudah dijumpai di pelosok tanah Papua yang hanya dijangkau melalui jalur udara atau darat, misalnya, yang sangat menantang dan beresiko dalam banyak aspek.

Namun, apakah kondisi itu memadamkan semangat pengabdian yang terpatri dalam hati dan jiwa guru? Jawaban bisa beragam. Hal yang pasti bahwa di tengah kondisi yang serba sulit, guru tetap setia dan hadir menjadi dian, cahaya untuk menerangi anak didiknya. Dalam hati ia bekerja dalam senyap meretas jalan suci bagi anak didiknya menjemput masa depan yang cerah.

Pelatihan bagi Guru

Meski guru memiliki kemauan dan kemampuan mengajar dan mendidik anak-anaknya di kelas, pelatihan kepemimpinan perlu menjadi bagian penting bagi guru. Setelah berada di dalam ruang kelas mentransfer ilmu, guru tetap membutuhkan pelatihan ini secara berkelanjutan.

Cara ini sangat diperlukan mengingat guru berada di tengah zaman yang terus berubah, terutama perkembangan teknologi informasi. Begitu pula para murid yang hidup di tengah kemajuan teknologi yang dapat mengubah kepribadian dan karakter seiring berjalannyawaktu.

Membentuk guru hebat di tanah Papua, misalnya, membutuhkan waktu dan tenaga. Agar pendidikan di tanah Papua muncul lebih banyak guru yang hebat, diperlukan kerja sama dari pihak pemerintah sebagai pengayom guru di tingkat tertinggi dan pihak sekolah sebagai fasilitator.

Dengan demikian, guru dapat terus mengembangkan keahliannya. Masyarakat pun perlu mendukung guru dengan menghargai peran mereka dan memahami beratnya beban yang ada pada pundak para pahlawan tanpa tanda jasa. Oleh karena itu pemerintah daerah dalam hal dinas terkait jangan mengangap sebagai hal biasa lalu tidak mendorong program pelatihan bagi guru.

Bercermin dari Negara Maju

Saat ini negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jerman, Jepang, Israel, Cina, Korea, Australia, Belanda, dan sebagian besar negara Eropa telah lama diakui sebagai pemimpin dalam berbagai aspek, termasuk ekonomi, teknologi, dan pendidikan. Salah satu faktor yang memainkan peran penting dalam pencapaian mereka adalah sistem pendidkan yang kuat, efisian dan maju.

Pendidikan di negara maju telah memiliki akses yang merata dan berkualitas. Kondisi ini bisa menjadi cermin yang baik. Para pemimpin memberikan kemudahan akses pendidikan kepada warga negara, tanpa memandang latar belakang ekonomi atau sosial mereka. Pendidikan dasar dan menegah sering kali tersedia secara gratis atau biaya yang terjangkau.

Mereka memiliki kurikulum yang ketat, guru yang berkualitas, dan insfrastruktur sekolah yang baik. Pemerintah memastikan bahwa siswa mendapat pendidikan terbaik. Dan orang tua secara aktif terlibat dalam kehidupan sekolah dan mendukung perkembangan pendidikan anak-anak mereka.

Kemajuan pendidikan di tanah Papua tentu menjadi tangungjawab bersama, baik pemerintah, masyarakat, pemangku kepentingan (stakeholder) maupun orangtua. Semua pihak harus memiliki komitmen bersama guna mendorong proses pendidikan anak-anak meraih masa depan yang lebih baik.

Pendidikan bagi ayah dan ibu di rumah adalah bagimana ayah dan ibu mengajarkan pada anak untuk belajar setia, jujur, rendah hati. Beikut bagaimana memberi contoh atau mengajar anak-anak cara memasak, kerja kebun, buat pagar, buat honai, merayut noken, menanam, dan lain-lain.

Pendidikan maju bukan berarti melihat dari sarana prasarana memadai. Namun, aspek penting lain ialah kemampuan berpikir kritis dan kualitas guru di setiap sekolah juga akan menentukan kualitas pembangunan manusia Papua untuk bangkit dan maju di berbagai bidang.

Pentingnya Buku

Salah satu sarana merupakan alat untuk mencerdaskan generasi muda di tanah Papua melalui buku bacaan. Dalam pandangan penulis, hampir di seluruh tanah Papua pemerintah daerah kurang mendorong program untuk menyediakan buku bagi para murid.

Setiap provinsi, dan kabupaten kota perlu berpikir bijaksana untuk pentingnya pembangunan manusia Papua seutuhnya. Karena itu buka hati, telinga, dan mata untuk membangun perpustakaan di setiap sekolah. Kalau perlu membangun sebuah toko buku dan menyediakan buku bacaan sesuai kebutuhan para murid.

Ketika ketersediaan perpustakaan dengan buku-buku bacaan berkualitas maka generasi muda akan mengambil waktu kosong untuk belajar. Dengan demikian, para murid meningkatkan kemampuan berpikir kritis, cerdas dan akan bangkit membangun kepercayaan diri mengejar cita-citanya.