TEMBAGAPURA, ODIYAIWUU.com — Rapat Kerja (Raker) ke-III Klasis Tembagapura, Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua Tahun 2026, menghasilkan sejumlah rumusan strategis yang akan menjadi arah baru pelayanan umat ke depan.
Hasil raker tersebut selain akan dibawa untuk dibahas lebih lanjut dalam Konferensi Sinode di Manokwari November mendatang, juga untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan bagi jemaat.
“Seluruh hasil pembahasan dalam raker ini selain akan kami bawa ke konferensi Sinode di Manokwari November mendatang, juga untuk mendorong pengembangan gereja dan peningkatan kualitas pelayanan yang lebih baik kepada jemaat,” ujar Koordinator Amungsa Pendeta Obeth Janampa di Tembagapura, Mimika, Papua Tengah, Sabtu (2/5).
Obeth menjelaskan, dalam sistem presbiteral sinodal yang dianut Gereja Kingmi, konferensi tingkat sinode dan klasis dilaksanakan setiap lima tahun. Sedangkan rapat kerja digelar setiap tahun sebagai forum evaluasi dan perencanaan.
“Raker ke-III Klasis Tembagapura meliputi rapat komisi, pleno hingga sidang paripurna. Tujuan mengevaluasi program kerja, membahas berbagai tantangan pelayanan serta merumuskan langkah strategis ke depan,” kata Obeth lebih lanjut.
Raker yang mengusung tema Berubah untuk Menjadi Kuat (Roma 12:1–2) diharapkan juga menjadi ajang evaluasi program kerja tahunan dari pengurus klasis, biro, rayon serta komisi pelayanan.
Raker dipimpin oleh Pendeta Kristian Jangkup, didampingi Pendeta Antonius Jawame selaku sekretaris serta anggota Pendeta Osea Diwitau, Pendeta Salomo Janampa, vikaris Jan Magai dan vikaris Daniel Janampa, dan diikuti 421 peserta.
Selain menyusun program kerja, forum ini juga menetapkan pedoman teknis pelayanan serta mengangkat dan menetapkan pelayan-pelayan gereja guna memperkuat pelayanan di wilayah Klasis Tembagapura, termasuk daerah pedalaman.
Sekretaris I Panitia Raker Esau Diwitau mengatakan, kegiatan ini bertujuan menetapkan pokok-pokok program kerja sekaligus memperkuat manajemen mutu pelayanan gereja.
“Raker ini juga membangun semangat kebersamaan demi pelayanan yang lebih efektif bagi jemaat,” ujar Esau Diwitau.
Selain itu, lanjut Esau Diwitau, raker juga membangun semangat kebersamaan demi pelayanan yang lebih efektif bagi umat Tuhan di Klasis Tembagapura. Selain itu, memberikan semangat iman dalam pelayanan gereja kepada warga jemaat.
“Kami berharapan agar para anggota jemaat Klasis Tembagapura memiliki sarana dan prasarana dalam menunjang pelayanan sebagai modal aset jemaat,” kata Esau Diwitau.
Sementara itu Sekretaris II Panitia Julianus Janampa menambahkan, pada hari terakhir raker dilakukan evaluasi menyeluruh, termasuk tantangan pendidikan dan perkembangan pelayanan gereja selama satu tahun terakhir.
Penutupan Raker dijadwalkan pada Minggu (3/5) dirangkai dengan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) serta pelantikan sekitar 30 pelayan gereja, mulai dari vikaris, gembala hingga majelis.
“Wilayah pelayanan kami berada di daerah pegunungan, sehingga keberadaan pelayan sangat penting untuk menjangkau dan melayani jemaat di pedalaman,” kata Julianus Janampa. (*)










