DEKAI, ODIYAIWUU.com — Pihak Markas Pusat Komando Nasional (Komnas) Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, sayap militer Organisasi Papua Merdeka (TPNPB OPM), Selasa (21/7) mengklaim mengeksekusi tiga orang asli Papua di Yahukimo, Papua Pegunungan pada Senin-Selasa (20-21/7).
Juru Bicara Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB OPM Sebby Sambom mengatakan, pasukannya dari KOmando Daerah Pertahanan (Kodap) XVI Yahukimo menghabisi tiga orang asli Papua yang dituding sebagai agen intelijen militer Indonesia di Yahukimo.
Pihak OPM juga mengaku siap bertanggung jawab atas insiden yang berujung anggota Brimob bernama Brigpol Fredy Lukas Awes meregang nyawa di Dekai, kota Kabupaten Yahukimo.
Sebby mengaku, pihaknya menerima laporan resmi tersebut dari Komandan Operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo Mayor Kopitua Heluka bersama pasukannya di Yahukimo.
Heluka, kata Sebby, mengaku bahwa pada Senin (20/7), pasukannya bersama pasukan TPNPB Kodap III Ndugama Derakma dari Batalyon Wesem mengeksekusi seorang perempuan asli Papua yang berprofesi sebagai agen intelijen militer pemerintah.
“Pada hari ini (Selasa, 21/7) kami kembali mengeksekusi mati dua orang asli Papua yang berprofesi sebagai agen intelijen militer Indonesia. Satu orang di antaranya adalah penghianat,” kata Sebby.
Menurut Sebby, Kopitua juga melaporkan bahwa pihaknya siap bertanggung jawab atas aksi tersebut. Hal tersebut dilakukan setelah pasukannya memiliki bukti-bukti kuat atas keterlibatan korban bersama aparat militer Indonesia yang berujung sejumlah pasukan TPNPB gugur dalam operasi yang dilancarkan oleh tentara dan oolisi Indonesia ke basis OPM.
Kopitua juga mengeluarkan pernyataan sikap kepada masyarakat Yahukimo, pemuda, pemudi, hamba Tuhan, ASN hingga anak-anak sekolah dan seluruh rakyat Papua di Yahukimo bahwa TPNPB Kodap XVI Yahukimo siap mengeksekusi orang Papua yang terlibat sebagai agen intelijen militer pemerintah Indonesia di wilayah perang di Yahukimo.
Agen intelijen itu entah Banpol, Komcad dan seluruh satuan intelijen militer Indonesia yang telah masuk di tengah masyarakat. Pihak OPM mengaku siap mengeksekusi mati jika kedapatan menjadi agen intelijen Indonesia.
“Tiga agen intelijen militer Indonesia yang sudah kami eksekusi mati itu sebagai peringatan penting terhadap orang asli Papua untuk tidak terlibat dengan aparat militer Indonesia dalam medan perang di Yahukimo,” kata Sebby.
Sebby juga mengatakan, TPNPB Kodap III Ndugama Derakma dari Batalyon Wesem juga melaporkan bahwa penembakan terhadap dua orang agen intelijen militer Indonesia pada Selasa (21/7) di Yahukimo dilakukan dalam operasi gabungan bersama TPNPB Kodap XVI Yahukimo.
“Penembakan terhadap aparat militer Indonesia itu hal yang biasa sehingga operasi pembersihan terhadap agen intelijen militer Indonesia kami harus lakukan sebelum perang meluas melawan aparat militer Indonesia,” ujar Sebby.
Menurut Sebby, Kopitua juga melaporkan, pada Senin (20/7), pasukan TPNPB pimpinan Almarhum Giban dan Garis Giban telah mengeksekusi mati seorang komandan Brimob di Yahukimo.
“Kami siap bertanggung jawab sehingga disampaikan kepada aparat militer Indonesia untuk tidak melakukan operasi serta penagkapan dan penembakan terhadap warga sipil. Jika mau kejar silahkan datang ke markas TPNPB,” kata Sebby. (*)










