Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dogiyai Kolaborasi dengan Kosapa Kembangkan Taman Baca

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Dogiyai Natan Naftali Tebai, S.Sos, M.Sos (kanan) dan penulis buku Aleks Gaadaabi Giyai (kiri) saat bertemu dan berdiskusi di Rumah Pustaka Kebadabi Mapidoba, Dogiyai, Papua Tengah, Jumat (24/7). Foto: Istimewa

MOWANEMANI, ODIYAIWUU.com — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Kabupaten Dogiyai, Jumat (24/7) bertandang ke Rumah Pustaka Kebadabi Mapidoba, Dogiyai, Provinsi Papua Tengah.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dogiyai Natan Naftali Tebai, S.Sos, M.Sos dalam pertemuan tersebut menerima konsep atau gagasan pihak Komunitas Sastra Papua (Kosapa) guna mengembangkan Taman Belajar Rakyat di kampung-kampung adat di wilayah Dogiyai.

“Kami menerima gagasan Aleks Gaadaabi Giyai dalam dua buku karyanya, Bangun Taman Belajar Masyarakat dan Bangun Literasi Kampung,” ujar Natan Tebai di Mowanemani, kota Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, Sabtu (25/7).

Natan menambahkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sepakat mendokumentasikan cerita-cerita rakyat, mitologi dan legenda yang ada di kampung-kampung namun belum didokumentasikan atau diabaikan dalam bentuk buku.

“Berbagai cerita rakyat, mitologi maupun legenda masyatakat lokal yang tersebar di berbagai kampung di Dogiyai idealnya diangkat dan ditulis dalam bentuk buku sehingga menjadi bahan bacaan anak-anak sekolah, mahasiswa maupun warga. Banyak nilai positif dalam cerita bisa jadi pelajaran hidup berharga dalam kehidupan sosial kemasyarakatan,” kata Natan.

Buku-buku berisi cerita rakyat dapat disimpan di Taman Belajar Rakyat di kampung-kampung sehingga siapa saja yang datang ke kampung depat dengan mudah memiliki akses bahan bacaan. Taman Belajar Rakyat itu menjadi pusat informasi dan refleksi serta diskusi masyarakat.

Natan menjelaskan, Taman Belajar Rakyat merupakan gagasan Kosapa yang dapat menopang program dinas sehingga untuk menjangkau dan membangun masyarakat adat tidak hanya memerlukan uang tetapi juga pengetahuan.

“Kami dari dinas akan mengupayakan terjalin kerja sama dengan Kosapa dengan melibatkan anak-anak muda melakukan pendataan dan pendokumentasian potensi budaya daerah,” kata Natan.

Natan menambahkan, Kosapa merupakan rumah komunitas generasi muda potensial sehingga perlu diberi perhatian mengingat komunitas ini beranggotakan generasi muda asli Papua.

“Kami juga berharap kontribusi Kosapa menjadi modal mewujudkan Visi Pembangunan Kabupaten Dogiyai Tahun 2025–2030 yaitu Mewujudkan Masyarakat Dogiyai yang Cerdas, Kuat, dan Maju Bersama menuju Dogiyai Dou Ena, Dogiyai yang Indah. Semoga niat baik Kosapa menjadi modal untuk membangun masyarakat melalui kerja sama kolaboratif,” kata Natan. (*)