Puisi: Sebuah Doa Karya Yance Dou

Khusuk dalam doa. Sumber foto ilustrasi: Fb. Max Gullo Nitman

Sebuah Doa

 

Doa, kau hanya satu kata

Tiga huruf yang tersusun ringkas

Mudah diucap, pendek didengar

Namun tak boleh diabaikan begitu saja

 

Doa, kau singkat namun padat

Padat isi, padat makna

Padat guna, padat rahasia

 

Doa, siapa namamu sebetulnya?

Aku ingin mengenalmu lebih dalam

Ingin menjadi sahabatmu

Ingin menjadi kekasih jiwamu

 

Doa, kini aku paham

Namamu adalah dengar sabda Allah

Bukan sekadar kata yang pendek

Melainkan benteng dan kekuatan jiwa

Bagi setiap insan yang mendahaga

 

Doa, kudengar suaramu

Kudengar ajakan dan harapanmu

Kudengar rintihan lembut hatimu

Kau adalah kekasih jiwa yang sejati

 

Doa, kau bertanya lembut:

“Benarkah aku kekasihmu?”

Dengar, dengarlah bisikan itu!

Siapa yang harus kudengar?

Suara siapa, wahai jiwa?

Allah, Allah, Sang Mahacinta!

 

Doa, kini aku mengerti sepenuhnya

Bahwa Engkau bukan sekadar kata

Engkau adalah Sang Kata

Milik Sang Pemilik Firman Abadi

 

Doa, ampuni aku seribu kali

Sejuta maaf kupinta

Sebab dulu aku melupakanmu

Merendahkanmu, bahkan memusuhimu

 

Doa, aku telah melangkah salah

Kuanggap engkau beban yang mengganggu

Kuinjak keheninganmu

Aku telah berdosa

Pada engkau, sang kekasih jiwaku

 

Doa, kini rasa malu memenuhi dada

Kusangka engkau lawan, padahal engkau teman

Saat kau hadir, aku berpaling

Saat kau mencintai, aku membenci

Betapa malunya diri ini

Di hadapan kekasih jiwa

 

Doa, kau penuntun dalam kehidupan

Kau kerinduan sukmaku

Kau denyut nadiku

Kau nafas ragaku

Kau segalanya bagiku

 

Doa, kini aku bersimpuh

Di hadapanmu, sang kekasih

Masukilah ruang jiwaku yang sunyi

Gerakkanlah ragaku yang ringkih

Sebab engkaulah pedang penumpas musuh jiwa

 

Doa, jangan biarkan jiwaku merana

Jangan lepaskan ragaku yang layu

Segarkan jiwaku yang dahaga

Kuatkan ragaku yang lemah

 

Doa, engkau telah terikat janji abadi

Menyatu dengan jiwaku yang rapuh

Tak pernah meninggalkanku

Tak pernah menyangkal ataupun membiarkanku

 

Doa, kau menjadi kekasihku

Tanpa menuntut harga

Tanpa meminta balas jasa

Tanpa beban dan syarat

Hanya keikhlasan yang murni dan luhur

 

Doa, kuusahakan tak lupa menyapamu

Saat hendak tidur dan terjaga

Saat hendak melangkah dan tiba

Dalam setiap hela napas

Dalam setiap gerak jemari

Sebab engkaulah pelita kepalaku

 

Doa, tak terbilang kasihmu

Sejuta kebaikan dan jasa-jasamu

Tak terbalas oleh fana

Engkau kekasih yang ikhlas dalam hening

 

Doa, hanya syukur yang sanggup kuucap

Hanya terima kasih yang mampu kukata

Sebab engkau sahabat dalam senyap

Setia menyertai hingga akhir masa

 

Doa, padamu aku berserah dan bersyukur:

Kala sakit, engkau memulihkan

Kala perang, engkau menundukkan musuh

Kala jatuh, engkau mengagungkan

Kala susah, engkau melapangkan

Kala bimbang, engkau memberi kepastian

Terimalah persembahanku

Wahai Sang Doa, Kekasih Jiwaku

Jayapura, 30 Agustus 2026

Karya: RD Yance Dou

Yance Dou lahir 5 September 1980 di Kampung Pudu, Distrik Tigi Barat, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah. Nama lengkapnya, Pastor Pastor Yanuarius Puduwiyai Apkulol Dou, Pr. Akrab disapa Romo Yance Dou atau Pastor Yanuarius Dou.

Romo Yance Dou menempuh studi S1 di Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi (STFT) Fajar Timur, Abepura Jayapura, Papua tahun 2001-2005. Ia kemudian melanjutkan kuliah hingga lulus S2 di STFT Fajar Timur tahun 2007-2009.

Romo Yance Dou ditahbiskan menjadi imam pada 13 Februari 2011 di Paroki Gembala Baik Abepura, Jayapura. Ia meraih gelar Lich Theol Spirit di Fakultat Theologi Moral dan Spiritual Universitas Navarra Pamplona, Spanyol, Juni 2015-Juni 2017.

Romo Tance Dou pernah menjabat Pastor Paroki Santo Petrus Oklip, Dekanat Pegunungan Bintang, Keuskupan Jayapura tahun 2010-2013. Kemudian, socius di Formasio Tahun Orientasi Rohani (TOR) Regio Papua tahun 2013-2014.

Lalu studi formasi spiritual di Jawa tahun 2014-2015 dan Direktur Spiritual TOR Regio Papua tahun 2017-2025. Sejak 2025 hingga saat ini menjabat Pimpinan Umum Dewan Eksekutif Pastoral Keuskupan Jayapura.