JAYAPURA, ODIYAIWUU.com — Uskup Keuskupan Jayapura Mgr Dr Yanuarius Theofilus Matopai You, Pr didampingi RD Dr Drs Paul Tan, M.Th, Pr, Sabtu (29/8) mempersembahkan Misa Syukur sekaligus perutusan bagi 17 wisudawan dan wisudawati guru Agama Katolik Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) Santo Yohanes Rasul, Waena, Kota Jayapura, Papua.
Misa sekaligus prosesi pelepasan menandai titik awal dedikasi para lulusan untuk terjun langsung ke tengah masyarakat dan medan pelayanan gerejani yang lebih luas. Para guru Agama Katolik resmi diutus untuk membawa terang Injil hingga pelosok tanah Papua.
“Kita semua ini dipanggil oleh Tuhan. Ingat, setiap panggilan dari Atas (Tuhan) senantiasa membawa risiko dan tantangan tersendiri. Jangan pernah gentar. Percayalah sepenuhnya karena panggilan itu berakar dari Tuhan. Dia tidak akan pernah berpaling, melainkan senantiasa menyertai setiap langkah perjalanan kalian,” ujar Uskup Matopai You.
Uskup Matopai You juga menitipkan harapan besar agar para lulusan yang baru melewati prosesi wisuda memiliki kelapangan hati dan keberanian ekstra untuk siap ditempatkan di mana saja. Termasuk di daerah-daerah pelosok maupun pedalaman tanah Papua yang masih sangat merindukan sentuhan pendidikan agama serta pendampingan iman.
Perayaan Misa dan acara pelepasan bertajuk Diutus dalam Kasih, Melayani dalam Iman, Bereaksi dengan Sukacita tersebut menjadi panggung penegasan komitmen para katekis muda. Suasana ibadah berlangsung khusuk dihadiri orang tua, dosen, civitas akademika serta rekan-rekan mahasiswa dan tamu undangan.
Puncak keheningan dan keharuan acara terjadi saat prosesi penyerahan tanda tugas secara sakral. Masing-masing wisudawan dan wisudawati penerima misi maju satu per satu untuk menerima dua simbol suci pengutusan.
Pertama, Kitab Suci sebagai amanat panggilan yang teguh agar para guru Agama Katolik sekaligus utusan Gereja berani, tekun, dan tanpa ragu menyuarakan serta mewartakan Sabda Tuhan kepada setiap orang tanpa membeda-bedakan.
Kedua, Salib Pengutusan. Salib yang dikalungkan merupakan lambang kekuatan iman dan penanda komitmen agar guru Agama Katolik yang baru diwisuda menjadi saksi Kristus yang tegar, berani memikul tanggung jawab, dan setia mengikuti jejak pelayanan gereja hingga akhir hayat.
Kedua benda suci ini menjadi bekal rohani paling mendasar yang senantiasa menyertai derap langkah dan pengajaran mereka di mana pun medan tugas menanti. Uskup Matopai juga memberikan peneguhan terkait hakikat seorang pelayan Injil. Setiap langkah pelayanan di tanah Papua, katanya, tidak akan pernah lepas dari dinamika dan tantangan.
“Sebagai sarjana pendidikan, peran guru Agama Katolik sangat strategis. Para guru tidak hanya dituntut mengajar secara akademis di ruang kelas tetapi juga menjadi teladan hidup dan penggerak kasih di tengah keanekaragaman masyarakat,” kata Mgr Matopai, Uskup putra asli Papua kelahiran 1 Januari 1961 di Kampung Uwebutu, pinggiran Danau Taage, Paniai.
Menurut Mgr Matopai You, Uskup yang terlahir dari pasangan suami-isteri (pasutri) Lukas You-Rosalina Tatogo yang ditahbiskan menjadi Uskup dengan motto Ego Vobiscum Sum (‘Aku menyertai kamu’ diambil dari Injil Mateus. 28:20b), kehadiran keluarga serta dukungan penuh dari seluruh civitas akademika mempertegas pesan kuat. Para guru Agama Katolik yang baru saja diwisuda ini tidak berjalan sendirian.
“Ada doa orangtua dan persekutuan persaudaraan yang senantiasa menopang. Benih-benih katekis baru yang siap mekar membawa harapan mewartakan sukacita Injil serta meningkatkan mutu pendidikan keagamaan hingga ke pelosok bumi Papua,” kata Uskup Matopai You, putra ‘Profesor’ Lukas You, guru tamatan Sekolah Guru Bawah (SGB) di Papua. (*)










