Puisi Tanah Leluhur, Kekal, dan Surga Adat Karya Ernest Pugiye

Rumah khas (honai) Papua. Sumber foto ilustrasi: indonesia.travel

Suci

 

Adat Papua adalah ruang suci

tempat manusia mengalami Yang Ilahi

Tanah menjadi kitab kehidupan

alam membuka rahasia kehadiran-Nya

 

Sebelum negara modern datang

adat telah menata kehidupan

Kerajaan suci hidup dalam tatanan

hukum leluhur menjaga keseimbangan

 

Raja-raja adat memimpin kehidupan

nabi-nabi adat membaca tanda

Imam-imam adat menjaga kesucian

semuanya mengabdi kepada Yang Ilahi

 

Dalam tanah tersingkap kehendak Ilahi

dalam alam terbaca tanda kehadiran-Nya

Dalam relasi manusia dan sesama

kasih menjadi jalan menuju Yang Kudus

 

Wahyu hadir dalam kehidupan

dialami dalam seluruh kenyataan

Tanah, hutan, sungai, dan gunung

menjadi ruang perjumpaan dengan Ilahi

 

Kerajaan adat menjaga kehidupan

pemimpin adat memikul tanggung jawab

Hukum leluhur menjaga keadilan

masyarakat merawat tanah bersama

 

Kami manusia Ilahi dalam adat

menerima hidup sebagai amanah

Kami berkarya menurut kehendak-Nya

kami merawat bumi sebagai rumah bersama

 

Negara suci lahir dari kehidupan

hukum menghormati kehendak Ilahi

Kerajaan suci hidup dalam pengabdian

kekuasaan tunduk kepada kebenaran

 

Papua hidup dalam terang-Nya

adat menjadi jalan penghayatan

Yang Ilahi menjadi sumber kehidupan

manusia menjaga ciptaan-Nya

 

Kekal

 

Adat Papua adalah kerajaan kekal

bersemayam dalam kehendak Ilahi

Di dalamnya ada berjuta malaikat agung

menjaga rahasia kehidupan suci

 

Setiap tanah menyimpan misteri Ilahi

setiap hutan menyimpan hikmat leluhur

Gunung, sungai, lembah, dan rimba

menjadi ruang pewahyuan Yang Kekal

 

Ada 252 suku bangsa berdiri dalam diri Allah

Kami direncanakan dalam keberagaman menuju satu kehenda-Nya

Manusia Ilahi bekerja dan berkarya

mengikuti jalan yang ditetapkan Allah

 

Adat mengandung filsafat kehidupan

teologi tumbuh dalam seluruh kenyataan

Dalam tutur, kerja, tanah, dan relasi

terpantul kebijaksanaan Yang Ilahi

 

Papua bukan tanpa pemerintahan

Allah Yang Kekal selalu merajainya

Kami manusia Ilahi dalam adat

hidup mengikuti pemerintahan Allah

 

Selama tanah tetap dijaga

selama adat tetap dihidupi

Kerajaan Ilahi tetap bersemayam

Papua tetap berjalan dalam kekekalan

 

 

Mendahului Segalanya

 

Adat Papua mendahului zaman

sebelum Gereja dan pemerintah datang

Sebelum kitab dibawa ke tanah ini

telah hidup hukum Ilahi dalam adat

 

Dalam tanah telah hadir kehendak

dalam kehidupan bersemayam Ilahi

Ada raja-raja adat yang dimuliakan

menjaga negeri dan martabat leluhur

 

Ada nabi-nabi adat yang diagungkan

membaca tanda dalam kehidupan

Ada imam-imam adat yang disucikan

menjaga rahasia Yang Ilahi

 

Ada pemerintahan kerajaan adat

berjalan menurut hukum leluhur

Ada tatanan yang mengatur kehidupan

jauh sebelum pemerintahan modern

 

Sebelum manusia menamai gunung

sebelum sungai menemukan muara

telah tersimpan hukum kehidupan

dalam rahasia tanah leluhur

 

Adat bukan sekadar aturan

bukan pula peninggalan masa lalu

Adat adalah jalan kehidupan

yang menghubungkan manusia dan Ilahi

 

Dalam setiap suku dan tanah adat

terpantul wajah kebijaksanaan Ilahi

Dalam tutur, kerja, dan persekutuan

terdengar suara Yang Kekal

 

Kami semua adalah tonowi

penjaga martabat kehidupan sejati

Kekayaan bukan hanya kepemilikan

melainkan tanggung jawab bersama

 

Manusia Ilahi berjalan dalam adat

berkarya menurut kehendak-Nya

Tanah dijaga sebagai warisan abadi

kehidupan dirawat sebagai kerja Allah

 

Yang mendahului segalanya tetap hadir

melampaui zaman dan perubahan

Adat Papua menjaga jejak Ilahi

dalam seluruh seluk kehidupan

 

Surga Adat

 

Surga adat adalah kerajaan Allah

Ada tatana keabadian dalam tanah Papua

Dalam adat bersemayam Yang Ilahi

dalam kehidupan hadir Yang Kekal

 

Tanah menyimpan kehendak Allah

hutan memelihara rahasia-Nya

Gunung berdiri dalam kemuliaan-Nya

sungai mengalir membawa berkat Allah

 

Raja-raja adat dimuliakan

nabi-nabi adat diagungkan

Imam-imam adat menjaga kesucian

semuanya mengabdi kepada Allah

 

Kerajaan adat berdiri dalam hukum

pemerintahan adat menjaga kehendak-Nya

Setiap suku menjaga tanah pemberian

setiap manusia menjalankan amanah

 

Dalam pikir-tutur hidup ada nafas Allah

dalam kerja hadir kehendak-Nya

Dalam relasi tumbuh kasih Ilahi

dalam adat terpancar kemuliaan-Nya

 

Kami manusia Ilahi dalam adat

hidup di bawah pemerintahan Allah

Kami berkarya menurut kehendak-Nya

kami berjalan menuju kehidupan kekal

 

Surga adat bukan tempat yang jauh

Surga Allah hidup dalam kehidupan

Papua berada dalam kerajaan-Nya

dan Allah merajai untuk selamanya

 

Akuilah Adatku

 

Di tanah ini adatku tumbuh

Leluhur menanam nilai kehidupan sejati

Hutan menjadi ruang hidup

Ini milik kolektif manusia sejati

 

Adat menjaga hubungan manusia

Tanah mengikat sejarah kami

Setiap aturan memiliki makna

Nasihat leluhur menuntun generasi

Kehidupan mengikuti warisan leluhur

 

Jangan hapus jejak leluhur

Jangan putus hubungan adat

Biarkan adat menjaga kami

Tanah tetap menjadi rumah abadi

 

Melalui adat, aku mengenal diri

Tanah leluhur mengajarkan kehidupan

Dengan aturan, kujaga alam

Sesama kuhormati dalam kehidupan

Nilai leluhur kuteruskan kepada generasi

 

Akuilah adat yang hidup dari kekal ke kekal

Hormatilah tanah yang membesarkan kami

Dengarkan suara leluhur melalui alam

Jagalah warisan bagi anak cucu

Identitas tetap tumbuh dalam kehidupan

 

Namun hutan adatku sengaja dilukai

Kebijakan negara membuka eksploitasi

Mesin memasuki tanah warisan kolektif

Modal mengubah wajah kehidupan Papua

Pohon yang ditumbang meninggalkan luka

Para pemilik menanggung korban berlapis

 

Pembangunan menggusur tanah kami

Teknokrasi mengkalkulasikan tanah adat

Kapitalisme menjadikan tanah komoditas

Padahal adat adalah kita dan kehidupan

Akuilah hak kami atas tanah

Hormatilah hukum leluhur penjaganya

 

Tanah Leluhur

 

Tanah ini menyimpan jejak leluhur

Gunung berdiri menjaga kehidupan kami

Di sungai mengalir kisah panjang

Hutan menaungi rumah kehidupan bersama

 

Dari tanah tumbuh harapan baru

Pada pepohonan tersimpan pesan leluhur

Suara burung mengisi pagi kampung

Angin membawa aroma kebun kami

Di sana kehidupan terus bertumbuh

 

Adat mengajarkan manusia menjaga keseimbangan

Setiap hasil mempunyai waktu pemanfaatan

Hutan dijaga melalui aturan bersama

Sungai dihormati sebagai sumber kehidupan

 

Kini tanah itu berada padaku

Tanggung jawab tumbuh dalam kesadaran

Warisan leluhur menuntun setiap langkah

Generasi mendatang menunggu penjagaan kami

 

Tanah leluhur harus tetap hidup

Anak cucu berhak menikmati warisan

Kehidupan akan terus menemukan jalannya

Manusia bertugas menjaga keseimbangan alam

 

Leluhurku

 

Leluhurku hidup melalui tanah warisan

Jejak mereka terbaca sepanjang jalan

Nasihat mereka tumbuh dalam adat

Kehidupan dahulu menjadi teladan kami

 

Mereka mengenal tanah melalui pengalaman

Musim dibaca dari perubahan alam

Hutan dijaga dengan aturan adat

Sungai dirawat demi kehidupan bersama

Setiap tindakan memiliki tanggung jawab

 

Kini aku berdiri mengenang mereka

Angin membawa suara masa lalu

Gunung menyimpan perjalanan para leluhur

Sungai mengalir melewati sejarah panjang

 

Dari mereka kuterima nilai kehidupan

Dalam adat kutemukan arah perjalanan

Melalui tanah kupahami arti tanggung jawab

Bersama alam kujaga keseimbangan hidup

 

Anak cucu akan menerima warisan

Mereka membutuhkan tanah yang terjaga

Generasi baru memerlukan teladan kehidupan

Adat harus tetap menjadi pedoman

Leluhur tetap hidup melalui tindakan

 

Kuwariskan

 

Kuwariskan tanah kepada anak cucu

Dari hutan kutitipkan sumber kehidupan

Sungai kubiarkan mengalir untuk mereka

Adat menjadi pedoman dalam perjalanan

 

Kisah leluhur tetap hidup dalam ingatan

Nilai kehidupan tumbuh melalui teladan

Tanggung jawab kutanam dalam setiap tindakan

Kasih kepada tanah terus kuhidupkan

Harapan generasi menjadi alasan penjagaan

 

Bukan kekayaan yang hendak kutinggalkan

Tanah kehidupan lebih berharga bagi mereka

Hutan yang lestari menjadi rumah

Sungai yang bersih menopang kehidupan

 

Kelak anak cucu membaca jejak

Mereka menemukan pesan dalam tanah

Pada adat mereka mengenal identitas

Dari leluhur mereka menerima tanggung jawab

Untuk Hidup abadi, mereka menjaga warisan leluhur

 

Para guru kebijaksanaan adat biasa ajarkan

Kuwariskan kehidupan melalui tindakan nyata

Tanah tetap menjadi sumber kehidupan abadi

Hutan terus memberi ruang bernafas

Adatmu menjaga relasi harmoni antargenerasi

Cintalah leluhurmu yang hidup abadi

Dia bekerja dalam budaya dan tanah adat yang menjaga kamu

Dogiyai, Minggu, 9 Agustus 2018

Karya Ernest Pugiye

Ernest Pugiye, SS lahir 20 April 1988 di Diyeugi, Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah. Sehari-hari Ernest mengemban tugas sebagai guru sekaligus penulis dan editor. Ia menyelesaikan kuliah di Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Fajar Timur Jayapura tahun 2014.

Tahun 2014–2017 aktif sebagai wartawan di Koran JUBI, Jayapura. Pengalaman jurnalistik tersebut memperkuat perhatiannya terhadap persoalan sosial, pendidikan, kebudayaan, lingkungan hidup, masyarakat adat, dan masa depan Papua.

Sejak 2018, ia mengabdikan diri sebagai guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti di SMAN 1 Dogiyai. Di sekolah, ia aktif mengembangkan budaya literasi melalui pembelajaran menulis, membaca, refleksi, dan penerbitan karya siswa.

Sejak 2018, ia juga menggagas serta menerbitkan majalah KEBADAA, SMAN 1 Dogiyai, meskipun dalam beberapa tahun penerbitannya belum selalu hadir dalam bentuk buku.

Pada 2026, ia menjadi editor buku Masa Perjuangan, antologi puisi karya siswa dan guru SMAN 1 Dogiyai. Antologi tersebut berisi refleksi pendidikan, kehidupan, budaya, dan pergulatan generasi muda Papua.

Sebagai penulis, ia aktif menulis artikel opini, esai filosofis, bahan ajar, dan karya sastra. Gagasannya banyak berangkat dari kehidupan masyarakat Papua, tanah adat, hukum leluhur, pendidikan, kemanusiaan, ekologi, filsafat, serta cita-cita membangun peradaban Papua.