Suci
Adat Papua adalah ruang suci
tempat manusia mengalami Yang Ilahi
Tanah menjadi kitab kehidupan
alam membuka rahasia kehadiran-Nya
Sebelum negara modern datang
adat telah menata kehidupan
Kerajaan suci hidup dalam tatanan
hukum leluhur menjaga keseimbangan
Raja-raja adat memimpin kehidupan
nabi-nabi adat membaca tanda
Imam-imam adat menjaga kesucian
semuanya mengabdi kepada Yang Ilahi
Dalam tanah tersingkap kehendak Ilahi
dalam alam terbaca tanda kehadiran-Nya
Dalam relasi manusia dan sesama
kasih menjadi jalan menuju Yang Kudus
Wahyu hadir dalam kehidupan
dialami dalam seluruh kenyataan
Tanah, hutan, sungai, dan gunung
menjadi ruang perjumpaan dengan Ilahi
Kerajaan adat menjaga kehidupan
pemimpin adat memikul tanggung jawab
Hukum leluhur menjaga keadilan
masyarakat merawat tanah bersama
Kami manusia Ilahi dalam adat
menerima hidup sebagai amanah
Kami berkarya menurut kehendak-Nya
kami merawat bumi sebagai rumah bersama
Negara suci lahir dari kehidupan
hukum menghormati kehendak Ilahi
Kerajaan suci hidup dalam pengabdian
kekuasaan tunduk kepada kebenaran
Papua hidup dalam terang-Nya
adat menjadi jalan penghayatan
Yang Ilahi menjadi sumber kehidupan
manusia menjaga ciptaan-Nya
Kekal
Adat Papua adalah kerajaan kekal
bersemayam dalam kehendak Ilahi
Di dalamnya ada berjuta malaikat agung
menjaga rahasia kehidupan suci
Setiap tanah menyimpan misteri Ilahi
setiap hutan menyimpan hikmat leluhur
Gunung, sungai, lembah, dan rimba
menjadi ruang pewahyuan Yang Kekal
Ada 252 suku bangsa berdiri dalam diri Allah
Kami direncanakan dalam keberagaman menuju satu kehenda-Nya
Manusia Ilahi bekerja dan berkarya
mengikuti jalan yang ditetapkan Allah
Adat mengandung filsafat kehidupan
teologi tumbuh dalam seluruh kenyataan
Dalam tutur, kerja, tanah, dan relasi
terpantul kebijaksanaan Yang Ilahi
Papua bukan tanpa pemerintahan
Allah Yang Kekal selalu merajainya
Kami manusia Ilahi dalam adat
hidup mengikuti pemerintahan Allah
Selama tanah tetap dijaga
selama adat tetap dihidupi
Kerajaan Ilahi tetap bersemayam
Papua tetap berjalan dalam kekekalan
Mendahului Segalanya
Adat Papua mendahului zaman
sebelum Gereja dan pemerintah datang
Sebelum kitab dibawa ke tanah ini
telah hidup hukum Ilahi dalam adat
Dalam tanah telah hadir kehendak
dalam kehidupan bersemayam Ilahi
Ada raja-raja adat yang dimuliakan
menjaga negeri dan martabat leluhur
Ada nabi-nabi adat yang diagungkan
membaca tanda dalam kehidupan
Ada imam-imam adat yang disucikan
menjaga rahasia Yang Ilahi
Ada pemerintahan kerajaan adat
berjalan menurut hukum leluhur
Ada tatanan yang mengatur kehidupan
jauh sebelum pemerintahan modern
Sebelum manusia menamai gunung
sebelum sungai menemukan muara
telah tersimpan hukum kehidupan
dalam rahasia tanah leluhur
Adat bukan sekadar aturan
bukan pula peninggalan masa lalu
Adat adalah jalan kehidupan
yang menghubungkan manusia dan Ilahi
Dalam setiap suku dan tanah adat
terpantul wajah kebijaksanaan Ilahi
Dalam tutur, kerja, dan persekutuan
terdengar suara Yang Kekal
Kami semua adalah tonowi
penjaga martabat kehidupan sejati
Kekayaan bukan hanya kepemilikan
melainkan tanggung jawab bersama
Manusia Ilahi berjalan dalam adat
berkarya menurut kehendak-Nya
Tanah dijaga sebagai warisan abadi
kehidupan dirawat sebagai kerja Allah
Yang mendahului segalanya tetap hadir
melampaui zaman dan perubahan
Adat Papua menjaga jejak Ilahi
dalam seluruh seluk kehidupan
Surga Adat
Surga adat adalah kerajaan Allah
Ada tatana keabadian dalam tanah Papua
Dalam adat bersemayam Yang Ilahi
dalam kehidupan hadir Yang Kekal
Tanah menyimpan kehendak Allah
hutan memelihara rahasia-Nya
Gunung berdiri dalam kemuliaan-Nya
sungai mengalir membawa berkat Allah
Raja-raja adat dimuliakan
nabi-nabi adat diagungkan
Imam-imam adat menjaga kesucian
semuanya mengabdi kepada Allah
Kerajaan adat berdiri dalam hukum
pemerintahan adat menjaga kehendak-Nya
Setiap suku menjaga tanah pemberian
setiap manusia menjalankan amanah
Dalam pikir-tutur hidup ada nafas Allah
dalam kerja hadir kehendak-Nya
Dalam relasi tumbuh kasih Ilahi
dalam adat terpancar kemuliaan-Nya
Kami manusia Ilahi dalam adat
hidup di bawah pemerintahan Allah
Kami berkarya menurut kehendak-Nya
kami berjalan menuju kehidupan kekal
Surga adat bukan tempat yang jauh
Surga Allah hidup dalam kehidupan
Papua berada dalam kerajaan-Nya
dan Allah merajai untuk selamanya
Akuilah Adatku
Di tanah ini adatku tumbuh
Leluhur menanam nilai kehidupan sejati
Hutan menjadi ruang hidup
Ini milik kolektif manusia sejati
Adat menjaga hubungan manusia
Tanah mengikat sejarah kami
Setiap aturan memiliki makna
Nasihat leluhur menuntun generasi
Kehidupan mengikuti warisan leluhur
Jangan hapus jejak leluhur
Jangan putus hubungan adat
Biarkan adat menjaga kami
Tanah tetap menjadi rumah abadi
Melalui adat, aku mengenal diri
Tanah leluhur mengajarkan kehidupan
Dengan aturan, kujaga alam
Sesama kuhormati dalam kehidupan
Nilai leluhur kuteruskan kepada generasi
Akuilah adat yang hidup dari kekal ke kekal
Hormatilah tanah yang membesarkan kami
Dengarkan suara leluhur melalui alam
Jagalah warisan bagi anak cucu
Identitas tetap tumbuh dalam kehidupan
Namun hutan adatku sengaja dilukai
Kebijakan negara membuka eksploitasi
Mesin memasuki tanah warisan kolektif
Modal mengubah wajah kehidupan Papua
Pohon yang ditumbang meninggalkan luka
Para pemilik menanggung korban berlapis
Pembangunan menggusur tanah kami
Teknokrasi mengkalkulasikan tanah adat
Kapitalisme menjadikan tanah komoditas
Padahal adat adalah kita dan kehidupan
Akuilah hak kami atas tanah
Hormatilah hukum leluhur penjaganya
Tanah Leluhur
Tanah ini menyimpan jejak leluhur
Gunung berdiri menjaga kehidupan kami
Di sungai mengalir kisah panjang
Hutan menaungi rumah kehidupan bersama
Dari tanah tumbuh harapan baru
Pada pepohonan tersimpan pesan leluhur
Suara burung mengisi pagi kampung
Angin membawa aroma kebun kami
Di sana kehidupan terus bertumbuh
Adat mengajarkan manusia menjaga keseimbangan
Setiap hasil mempunyai waktu pemanfaatan
Hutan dijaga melalui aturan bersama
Sungai dihormati sebagai sumber kehidupan
Kini tanah itu berada padaku
Tanggung jawab tumbuh dalam kesadaran
Warisan leluhur menuntun setiap langkah
Generasi mendatang menunggu penjagaan kami
Tanah leluhur harus tetap hidup
Anak cucu berhak menikmati warisan
Kehidupan akan terus menemukan jalannya
Manusia bertugas menjaga keseimbangan alam
Leluhurku
Leluhurku hidup melalui tanah warisan
Jejak mereka terbaca sepanjang jalan
Nasihat mereka tumbuh dalam adat
Kehidupan dahulu menjadi teladan kami
Mereka mengenal tanah melalui pengalaman
Musim dibaca dari perubahan alam
Hutan dijaga dengan aturan adat
Sungai dirawat demi kehidupan bersama
Setiap tindakan memiliki tanggung jawab
Kini aku berdiri mengenang mereka
Angin membawa suara masa lalu
Gunung menyimpan perjalanan para leluhur
Sungai mengalir melewati sejarah panjang
Dari mereka kuterima nilai kehidupan
Dalam adat kutemukan arah perjalanan
Melalui tanah kupahami arti tanggung jawab
Bersama alam kujaga keseimbangan hidup
Anak cucu akan menerima warisan
Mereka membutuhkan tanah yang terjaga
Generasi baru memerlukan teladan kehidupan
Adat harus tetap menjadi pedoman
Leluhur tetap hidup melalui tindakan
Kuwariskan
Kuwariskan tanah kepada anak cucu
Dari hutan kutitipkan sumber kehidupan
Sungai kubiarkan mengalir untuk mereka
Adat menjadi pedoman dalam perjalanan
Kisah leluhur tetap hidup dalam ingatan
Nilai kehidupan tumbuh melalui teladan
Tanggung jawab kutanam dalam setiap tindakan
Kasih kepada tanah terus kuhidupkan
Harapan generasi menjadi alasan penjagaan
Bukan kekayaan yang hendak kutinggalkan
Tanah kehidupan lebih berharga bagi mereka
Hutan yang lestari menjadi rumah
Sungai yang bersih menopang kehidupan
Kelak anak cucu membaca jejak
Mereka menemukan pesan dalam tanah
Pada adat mereka mengenal identitas
Dari leluhur mereka menerima tanggung jawab
Untuk Hidup abadi, mereka menjaga warisan leluhur
Para guru kebijaksanaan adat biasa ajarkan
Kuwariskan kehidupan melalui tindakan nyata
Tanah tetap menjadi sumber kehidupan abadi
Hutan terus memberi ruang bernafas
Adatmu menjaga relasi harmoni antargenerasi
Cintalah leluhurmu yang hidup abadi
Dia bekerja dalam budaya dan tanah adat yang menjaga kamu
Dogiyai, Minggu, 9 Agustus 2018
Karya Ernest Pugiye
Ernest Pugiye, SS lahir 20 April 1988 di Diyeugi, Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah. Sehari-hari Ernest mengemban tugas sebagai guru sekaligus penulis dan editor. Ia menyelesaikan kuliah di Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Fajar Timur Jayapura tahun 2014.
Tahun 2014–2017 aktif sebagai wartawan di Koran JUBI, Jayapura. Pengalaman jurnalistik tersebut memperkuat perhatiannya terhadap persoalan sosial, pendidikan, kebudayaan, lingkungan hidup, masyarakat adat, dan masa depan Papua.
Sejak 2018, ia mengabdikan diri sebagai guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti di SMAN 1 Dogiyai. Di sekolah, ia aktif mengembangkan budaya literasi melalui pembelajaran menulis, membaca, refleksi, dan penerbitan karya siswa.
Sejak 2018, ia juga menggagas serta menerbitkan majalah KEBADAA, SMAN 1 Dogiyai, meskipun dalam beberapa tahun penerbitannya belum selalu hadir dalam bentuk buku.
Pada 2026, ia menjadi editor buku Masa Perjuangan, antologi puisi karya siswa dan guru SMAN 1 Dogiyai. Antologi tersebut berisi refleksi pendidikan, kehidupan, budaya, dan pergulatan generasi muda Papua.
Sebagai penulis, ia aktif menulis artikel opini, esai filosofis, bahan ajar, dan karya sastra. Gagasannya banyak berangkat dari kehidupan masyarakat Papua, tanah adat, hukum leluhur, pendidikan, kemanusiaan, ekologi, filsafat, serta cita-cita membangun peradaban Papua.










