Selamatkan Sakralitas
Tanah sakral menyimpan kekuatan rohani ilahi
Keheningan rimba menghadirkan perjumpaan dengan Allah
Leluhur menjaga kesucian martabat ruang kehidupan
Iman menghormati setiap tanda kebesaran Ciptaan
Ritual adat membuka kedalaman iman sejati
Doa menyatukan jiwa manusia dengan semesta
Pertobatan ekologis melahirkan tanggung jawab moral
Kehidupan dipelihara melalui penghormatan rasa syukur
Tanah adalah sakramen ruang perjumpaan suci
Jiwa manusia menemukan makna panggilannya di sini
Warisan iman dijaga dengan ketulusan hati
Demi kemuliaan Allah dan kebaikan bersama
Bomomani, Dogiyai, 5 Agustus 2026
Yohanes Magai
Siswa Kelas X SMAN 1 Dogiyai
Mana Duluan Diselamatkan
Manusia sering keliru memilih apa yang harus diselamatkan
Mereka berjuang menyelamatkan diri sendiri sambil menghancurkan bumi
Padahal manusia tidak bisa selamat di atas tanah yang mati
Maka keselamatan tanah sakral harus menjadi prioritas utama
Tanah sakral adalah rahim yang memberi napas bagi kehidupan
Jika rahim kehidupan ini binasa, seluruh bangsa ikut musnah
Menyelamatkan tanah Papua berarti menyediakan ruang hidup sejati
Bagi manusia untuk hidup dalam keselamatan dan damai sejati
Sebab pemulihan bumi adalah syarat mutlak bagi keselamatan jiwa
Pertobatan ekologis menuntut manusia tunduk pada hukum Ciptaan
Manusia harus berhenti memeras tanah demi menyelamatkan usianya sendiri
Ketika tanah sakral dilindungi, daya ilahi kembali memulihkan semesta
Dari bumi yang pulih inilah keselamatan manusia dapat terwujud
Penguasa dan seluruh bangsa harus menyadari urutan kodrat ini
Selamatkan tanah sakral lebih dahulu agar manusia bisa selamat
Inilah jalan keselamatan sejati yang dikehendaki Sang Pencipta
Demi kemuliaan Bapa, kesucian Papua terjaga utuh selamanya
Bomomani, Dogiyai, 5 Agustus 2026
Yohanes Magai
Siswa Kelas X SMAN 1 Dogiyai
Rahim Sorong Merauke
Anak-anak rahim hitam memeluk tanah suci mereka
Pasukan Agung dari tanah suci berbaris mengawal rimba
Pemilik Napas Utama menumpahkan daya Ilahi buat Papua
Sorong sampai Merauke adalah kesucian altar abadi bagi-Nya
Kawanan serigala besi datang membawa niat benalu
Penguasa tahta kertas merancang perampasan Kerajaan sakralitas adat
Serdadu berbaju perunggu mengawal mesin perusak Kerajaan Suci kita
Mereka mencuri kesucian bumi demi emas
Topeng pembangunan dipakai menutupi niat jahat
Roda-roda baja merobek kulit ibu tanah
Hukum kodrat menolak kesombongan para perusak
Penjaga Honai berdiri bersama benteng langit
Kekuatan rohani menumbangkan ketakakhlakan penoda bumi
Tanah sakral Papua tetap milik Nagawan
Bomomani, Dogiyai, 5 Agustus,
Amandus Magai
Siswa Kelas X SMAN 1 Dogiyai
Altar Honai
Ahli waris Cenderawasih berdoa bagai aliran sungai di honai
Sayap-sayap bening hadir merawat keheningan malam suci
Bapa segalanya menyatukan kita dalam cawan doa dan kemuliaan
Untuk mau menyempurnakan kesakralitas tanah adat kita
Dan untuk mewarisi altar perjumpaan suci kita dengan-Nya
Kini penguasa jauh menerbitkan surat pemaksaan hak leluhur kita
Saudagar berjubah uang membeli hukum dunia
Serdadu bertopeng baja mengancam kesucian tanah
Pengunyah rimba menggali bumi dengan rakus
Kebijakan licik dipakai merusak tatanan adat
Tapi kita ingat pembalasan hukum kodrat
Hukum kodrat mencatat setiap noda keserakahan
Penjaga bertulang es kepemilikan berdiri mengawal batas
Pewaris negeri mempertahankan martabat tanah suci.
Kekuatan ilahi menghancurkan tipu daya para perusak
Bomomani, Dogiyai, 5 Agustus, 2026
Elizabeth Butu
Siswi Kelas X SMAN 1 Dogiyai
Penjaga Keseimbangan
Pewaris rahim bumi memeluk pohon sagu
Pelindung tak kasat mata mengepakan benteng
Sang Maha Ada memberi napas kehidupan bagi kita
Selama sakralitas tanah dijaga oleh kita sesuai hukum kodrat
Di sana, ada penguasa tahta kertas bersekutu dengan saudagar
Tumpukan uang dipakai menindas kita para pemilik tanah sakral
Tangan-tangan pembawa api neraka mengawal para pencurian kayu
Mesin-mesin tajam menebang kesucian hutan Papua
Pembangunan kematian makin merusak tatanan alam sakral kita
Kita senanitasa menatap Jutaan Malaikat bertulang cahaya
Untuk mereka datang menagih janji suci yang dirusak para penyamun
Anak-anak bumi berdiri melintasi garis batas
Kita biasa hidupi bahwa Tanah sakral tidak bisa dibeli uang
Sebab di dalam tanah sacral ada kepemilikan abadi dan hidup kekal
Bagi keselamatan generasa bangsa kita yang belum lahir di sini
Bomomani, Dogiyai, 5 Agustus, 2026
Gerpasius Magai
Siswa Kelas X SMAN 1 Dogiyai
Utusan Langit
Sayap-sayap bening menari di atas kanopi
Anak-anak rahim hitam menyembah Sang Pencipta
Kesucian rimba dipelihara oleh doa murni para raja adat
Bumi Papua memancarkan tanda kebesaran Ilahi
Kawanan gagak besi datang dari jauh
Saudagar berjubah uang membawa mesin perusak segalanya
Serdadu bedil mengawal pemaksaan kebijakan jahat dari neraka dunia
Mereka mencuri tanah sakral dengan kesombongan dan gelombang bedil
Rawa dan gunung dihancurkan demi emas dan raja neraka
Penguasa tahta kertas merobek hukum adat dan tatanan Ilahi
Penjaga honai tidak pernah bertekuk lutut dan menyembah
Kekuatan rohani memukul balik para perusak
Tanah sakral dilindungi oleh surga abadi
Bomomani, Dogiyai, 5 Agustus, 2026
Hanna Magai
Siswi Kelas X SMAN 1 Dogiyai
Noken Kehidupan
Penjaga rahim tua merajut noken suci
Pasukan Kerajaan Abadi menenun benang rohani
Pemilik nafas utama merestui warisan kudus ini
Noken adalah kesucian hidup tanah adat Papua
Saudagar berjubah uang berniat menggusur rahim
Pembuat janji palsu menerbitkan izin merusak dari kerajaan gelap
Laras perunggu menakuti ahli waris tanah
Pengunyah rimba merampas tanah memakai mesin
Uang haram dipakai membungkam kebenaran suci
Kebijakan perusak alam menabrak kesucian hukum kodrat
Noken kita terikat erat di dahi pelindung
Saksi kanopi mengutuk para pencuri tanah penuh berkat
Kesucian tanah adat berdiri tak tergoyahkan.
Untuk menguburkan para iblis di dasar lautan api neraka
Bomomani, Dogiyai, 5 Agustus, 2026
Beatus Kegiye
Siswa Kelas X SMAN 1 Dogiyai
Bisikan Purba
Pelindung tak kasat mata mendiami Kerajaan 77
Anak-anak titisan leluhur mendengarkan suara purba
Keluarga kudus hadir dalam keheningan tanah sakral
Kesucian bumi dijaga oleh garis darah dan suku
Walau kawanan serigala besi datang membawa mesin
Penguasa jauh merancang perampasan tanah adat
Serdadu bertopeng baja menjaga keserakahan asing
Perusak bumi mencuri tanah demi materi
Teknologi canggih digunakan menindas rakyat kecil
Uang melimpah membakar nurani mereka sendiri
Suara purba membangkitkan perlawanan ahli waris
Benteng langit berdiri membela tanah sakral
Hukum kodrat menumbangkan para penjahat bumi
Membuat mapas mereka terengah di hadapan Ke-Mahakuasa-an
Bomomani, Dogiyai, 5 Agustus, 2026
Yulita Pokuai
Siswi Kelas X SMAN 1 Dogiyai
Hukum Kodrat
Pemilik Napas Utama menetapkan kesucian tanah Papua
Sayap-sayap bening-suci menjaga tatanan alam leluhur kita
Anak-anak rahim bumi melaksanakan kesucian hukum kodrat adat
Tanah adalah ibu yang tak pernah menjual dan dibeli
Penguasa tahta kertas menjual izin tanah sakral Papua
Saudagar berjubah uang mengeruk isi bumi
Serdadu perunggu memagari kejahatan mereka semua
Perusak merampas tanah adat dengan kekerasan
Topeng pembangunan menghancurkan ruang hidup suci
Pencuri tanah mengabaikan murka ilahi abadi
Hukum kodrat suci menagih utang dosa negara atas tanah
Penjaga bertulang es melindungi pemilik asli
Kesucian bumi Papua merebut kemenangan atas keserakahan
Bomomani, Dogiyai, 5 Agustus, 2026
Petrus Dogomo
Siswa Kelas X SMAN 1 Dogiyai
Mahkota Sunyi
Puncak es adalah takhta bapa segalanya
Pasukan kerajaan abadi berbaris rapi mengawal
Ahli waris Cenderawasih bersujud menyembah Ilahi
Sehingga kesucian gunung menolak dosa perusak
Namun serdadu perunggu mengepung puncak Nemangkawi
Raja neraka dunia menguasai mahkota suci
Emas dirampas sejak tahun 1967 silam
Bahkan hingga tahun 2026 belum berhenti
Lalu pengunyah rimba mencemari tanah sampai laut
Sebab mereka mengagungkan uang dan teknologi fana
Pembuat janji palsu mempermudah perampasan hak
Padahal perusak lupa akan kuasa suci Pencipta
Meskipun mahkota sunyi memancarkan hukuman rohani
Sampai napas para perusak terengah di hadapan Ke-Maha-Mulia
Tapi keadaan kita Papua lebih dari kehidupan tidak baik-baik saja
Penjaga Honai mulai bangkit dan berdiri teguh membela Nemangkawi
Karena tanah sakral Papua tetap suci selamanya
Dialah Kerajaan Suci Papua yang dirajai oleh Pencipta sendiri
Bomomani, Dogiyai, 5 Agustus, 2026
Kristina Dogomo
Siswi Kelas X SMAN 1 Dogiyai
Sumpah Abadi
Penjaga Kerajaan Suci bersumpah kepada Pencipta
Pelindung tak kasat mata menjadi saksi kesucian iman adat
Darah dan batu mengikat kesucian sumpah tanah Ilahi.
Sorong sampai Merauke adalah Kerajaan-Kerajaan sakralitas abadi
Kawanan serigala besi datang membawa ancaman
Serdadu bertopeng baja mengawal perampasan tanah surga
Mesin canggih dipakai menghancurkan rumah suci Pencipta
Mereka mengira uang bisa membungkam kebenaran dan kerajan-Nya
Pencurian tanah disembunyikan di balik kebijakan bejat
Namun sakralitas Papua tak dapat dihancurkan
Malaikat bertulang Cahaya Kerajaan abadi berdiri membela negeri
Hukum kodrat Kerajaan-Nya menumbangkan semua penoda bumi
Tanah sakral Papua milik Kerajaan-Kerajaan Ilahi selamanya
Bomomani, Dogiyai, 5 Agustus, 2026
Otovina Tagi
Siswa Kelas X SMAN 1 Dogiyai
Hukum Tabu Abadi
Penjaga rahim Raja Abadi menahan napas keheningan
Jutaan malaikat Agung Papua memagari batas sakral.
Pemilik nafas utama melarang segala pemerintahan nerakawi
Tanah ini adalah persemayaman murni Ilahi-suci dari honai Papua
Untuk generasa bangsa nanti dalam Kerajaan-Kerajaan Allah Papua
Hukum kodrat menetapkan pantangan abadi bumi
Tiada aktivitas boleh menyentuh kesucian tanah Papua
Batu dan akar kayu tak boleh diganggu oleh negara kolonial
Mengusir penguasa tahta kertas dan kawanan besi kerajaan neraka
Yang mau mencoba melanggar tabu dengan mesin perusak surga Papua
Serdadu Raja Iblis mengawal langkah-langkah jahat mereka
Namun larangan sakral tak bisa ditawar
Siapa memberanikan diri menodai keheningan bumi
Dia tentu akan berhadapan dengan hukuman rohani abadi
Keheningan tanah sakral terjaga selamanya
Raja-Raja damai dari Surga Papua menghantar kamu pulang neraka
Bomomani, Dogiyai, 5 Agustus, 2026
Gllara Dogomo
Siswa Kelas X SMAN 1 Dogiyai
Tuaian Air Mata
Para duta suci menatap langit sunyi
Keluarga Kudus Papua mencatat setiap luka
Pemilik Napas Utama kita menimbang keadilan kosmis
Karma adalah jiwa dari hukum kodrat suci
Kawanan serigala besi mengeruk perut bumi
Para monster tahta kertas tertawa di atas uang
Para algojo berdarah Iblis mengawal perampasan tanah sakral
Merekam jejak kejahatan di atas tanah
Mereka mengira kesombongan tak berbalas waktu
Mesin-mesin perusak menghancurkan rumah suci kita
Uang haram dipakai membungkam suara kebenaran
Namun tatanan kosmis tak bisa ditipu
Hukum karma merayap dalam senyap malam
Setiap tetes keringat ibu menjadi kutukan bagimu
Para pencuri tanah sakral menelan buah kebinasaan
Bumi menagih bayaran atas setiap noda pusat kuasa
Tangan perusak memanen badai penderitaan abadi
Kekayaan fana berubah menjadi debu sia-sia
Penjahat tanah hancur dan dikutuk oleh karma sendiri
Keadilan alam berdiri tak tergoyahkan lagi
Kesucian tanah Papua akan menang atas kejahatan pusat
Penjaga honai menyaksikan pemulihan tanah suci
Hukum kodrat adat menegakkan martabat bumi abadi
Tanah sakral Papua milik Kerajaan-Kerajan Ilahi selamanya
Bomomani, Dogiyai, 5 Agustus, 2026
Meri Christian Iyai
Siswi Kelas X SMAN 1 Dogiyai
Timbangan Alam
Karma adalah napas dari hukum kodrat
Daya rohani bumi membalas setiap kejahatan
Ahli waris Cenderawasih menjaga keheningan malam
Raja-rajat adat Papua menegakkan keselamatan atas tanah sakral
Pembuat janji palsu merancang kebijakan perusak
Saudagar berjubah uang merampas hak adat
Pengunyah rimba merobek kesucian hutan Papua
Mereka menodai tanah yang dilarang disentuh
Siapa menanam kehancuran dia memanen kehampaan abadi
Perusak bumi selalu lupa akan kuasa Pencipta
Mereka mengagungkan harta dan teknologi fana
Namun hukum alam bekerja tanpa suara
Para algojo dan monster tak mampu menahan murka
Benteng senjata runtuh oleh getaran karma
Keserakahan berujung pada penyesalan tanpa akhir
Pencuri tanah menanggung akibat dosa sendiri
Karma menagih bayaran atas tiap jengkal
Darah dan air mata memanggil pembalasan
Kekuatan rohani menumbangkan semua penoda bumi
Alam Papua menyucikan diri dari kejahatan
Tanah sakral kembali dalam keheningan murni
Pasukan bertulang cahaya mengawal batas negeri
Jiwa hukum kodrat hidup dalam keabadian
Untuk memelihara Bumi Sorong-Merauke suci selamanya
Bomomani, Dogiyai, 5 Agustus, 2026
Ananias Iyai
Siswa Kelas X SMAN 1 Dogiyai
Rahim yang Bernafas
Tanah Papua adalah ruang perjumpaan suci
Bumi menyimpan daya ilahi dari Sang Pencipta
Keheningan rimba menghadirkan wujud kehadiran Allah
Setiap jengkal tanah dipenuhi kekuatan rohani
Sebab leluhur menjaga kesucian ruang hidup kita
Bumi ini melahirkan dan menyusui manusia
Dia membuat kita menjadi pemimpin sejati dan mandiri
Batu dan kali memancarkan tanda kebesaran untuk kita hidup kudus
Hukum-hukum adat menuntun kita untuk hanya hidup dari kerja
Dengan ada bersama tanah sakral, kita mampu memimpin dirinya sendiri
Sebab merusak bumi sama dengan melukai jiwa dan iman kita
Sakralitas tanah Papua berdiri teguh selamanya
Kita punya orang tua bilang ada banyak warisan abadi
Segalanya berasal jutaan leluhur dan diwariskan dari lintas generasi
Kini kita semua ada untuk menjaga dan mewarisi rahim suci ini
Agar kehidupan abadi tetap bernapas dan merajai bagi kita di sini
Demi menyelamatkan diri dan generasi yang akan lahir setelah kita
Untuk memelihara segala kemuliaan Bapa di Surga
Bomomani, Dogiyai, 5 Agustus, 2026
Yatri Dogomo
Siswi Kelas X SMAN 1 Dogiyai
Makam Ciptaan
Paus Fransiskus meratap melihat Ibu Bumi terluka
Santo Yohanes Paulus II menegaskan pertobatan ekologis
Benediktus XVI menyebut alam adalah buku ciptaan
Merusak tanah sakral adalah dosa ekologis berat
Jika ciptaan Allah dibunuh oleh keserakahan
penciptanya sendiri tak bisa mengubur dosanya
Maka para malaikat Bapa membalut luka bumi
Kristus merangkul jeritan tanah yang teraniaya
Penguasa fana lupa bumi adalah Sakramen
Saudagar uang menolak rahim yang memberi hidup
Namun Gereja Abadi mencatat setiap tetes air mata
Rahim Papua yang mati akan dibangkitkan Allah
Sebab kebenaran Pencipta tak pernah dapat dikubur
Tanah sakral hidup kembali dalam keabadian Kristus
Bomomani, Dogiyai, 5 Agustus, 2026
Yustina Tagi
Siswi Kelas X SMAN 1 Dogiyai
Tuhan Tanah Sakral
Sang Pencipta adalah Pemilik Utama tanah sakral
Raja Abadi Papua bertakhta di atas kesucian puncak bumi
Dialah yang meniupkan napas kehidupan pada rimba
Bapa di Surga menetapkan batas hukum kodrat adat Papua
Daya ilahi-Nya mengalir di Sorong sampai Merauke
Setiap jengkal tanah dipagari kesucian maha tinggi
Pasukan kerajaan abadi tunduk pada perintah-Nya
Pencipta mempin rakyat untuk menjaga tanah sucinya
Penguasa tahta kertas dan serdadu perunggu lupa
Saudagar berjubah uang mengira tanah tak bertuhan
Namun Ke-Mahakuasaan Allah tak bisa dikalahkan manusia
Tuhan tanah sakral membela anak-anak rahim hitam
Setiap doa Penjaga Honai didengar di surga
Kemuliaan-Nya menjaga kesucian Papua abadi selamanya
Bomomani, Dogiyai, 5 Agustus, 2026
Rupina Dogomo
Siswi Kelas X SMAN 1 Dogiyai
Siapa Bertobat
Pertobatan ekologis ditujukan kepada para pimpinan
Menteri dan gubernur memegang kekuasaan negara
Pemilik korporasi mengeruk kekayaan tanah sakral
Merekalah yang wajib segera melakukan pertobatan
Kebijakan izin tambang melukai rahim bumi
Keserakahan modal merusak ruang hidup rakyat
Pemerintah dan pengusaha menutup mata hati
Kehancuran alam mengancam seluruh kehidupan bangsa
Bertobat berarti menghentikan izin perusakan lingkungan
Para pimpinan tunduk pada hukum Pencipta
Korporasi wajib memulihkan luka tanah Papua
Kesadaran penguasa menjadi kunci keselamatan bersama
Sebelum murka alam menggulung keselamatan manusia
para penguasa merendahkan hati melakukan pertobatan
Penyelamatan tanah sakral bermula dari kebijakan
Demi kemuliaan Bapa, keadilan ekologis ditegakkan
Bomomani, Dogiyai, 5 Agustus, 2026
Rupina Dogomo
Siswi Kelas X SMAN 1 Dogiyai
Negara Suci
Pertobatan ekologis bertujuan mewujudkan Negara Suci
Negara Suci menghormati kesucian rahim bumi
Pemerintah menjalankan kekuasaan sesuai hukum Ilahi adat
Penguasa menjaga tanah sakral dari kerusakan
Menteri dan gubernur memimpin dengan keadilan
Korporasi menghentikan pemerasan kekayaan alam fana
Seluruh kebijakan berfokus melindungi kehidupan rakyat
Tanah Papua menjadi pusat kehadiran rahmat.
Negara Suci menegakkan kebenaran bagi semesta
Rakyat hidup damai dalam ketenteraman sejati
Kerusakan alam berganti pemulihan ruang hidup
Keadilan ekologis terpancar ke seluruh bangsa
Inilah wujud pertobatan sejati para pimpinan
Negara Suci berdiri teguh memuliakan Ciptaan
Tanah sakral terjaga utuh sampai selamanya
Demi kemuliaan Bapa di Surga abadi
Bomomani, Dogiyai, 5 Agustus, 2026
Yatri Dogomo
Siswi Kelas X SMAN 1 Dogiyai










