LANGSA, ODIYAIWUU.com — Dewan Energi Nasional (DEN) Republik Indonesia terus memperkuat upaya membangun ketahanan energi nasional melalui peningkatan literasi dan pemahaman masyarakat terhadap arah kebijakan energi Indonesia.
Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Kebijakan Energi Nasional kepada kalangan akademisi yang dikemas dalam kuliah umum di Universitas Samudera, Langsa, Nanggroe Aceh Darussalam, Kamis (23/7).
Anggota Pemangku Kepentingan Dewan Energi Nasional Prof Dr Ir Johni Jonatan Numberi, M.Eng, IPM, ASEAN Eng tampil sebagai narasumber dalam kuliah umum bertajuk Akselerasi Pemahaman Kebijakan Energi dan Cadangan Energi Nasional.
“Kuliah umum ini menjadi bagian dari upaya Dewan Energi Nasional membangun kesamaan pemahaman mengenai arah kebijakan energi nasional sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam mendukung transisi energi Indonesia,” ujar Johni Numberi dari Langsa, Nanggroe Aceh Darussalam, Kamis (23/7).
Sedangkan Rektor Universitas Samudera Prof Dr Ir Hamdani, MT dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas penyelenggaraan sosialisasi yang menghadirkan Anggota Dewan Energi Nasional Johi Numberi.
“Kuliah umum sekaligus sosialisasi ini menjadi momentum penting bagi sivitas akademika untuk memperluas wawasan mengenai kebijakan energi nasional serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengembangan sumber daya manusia, riset, dan inovasi di sektor energi,” kata Hamdani.
Numberi dalam paparannya menjelaskan arah Kebijakan Energi Nasional (KEN), peran strategis Dewan Energi Nasional (DEN) dalam perumusan dan pengawasan kebijakan energi lintas sektor serta pentingnya cadangan energi nasional sebagai fondasi ketahanan energi Indonesia.
“Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional menjadi pedoman pembangunan sektor energi yang berorientasi pada ketahanan energi, dekarbonisasi, dan pertumbuhan ekonomi hijau,” kata Numberi, Guru Besar Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, Papua.
Numberi juga menjelaskan, melalui Kebijakan Energi Nasional, Indonesia menargetkan peningkatan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) menjadi 19-23 persen pada 2030 dan meningkat hingga 70-72 persen pada 2060.
Pencapaian target tersebut, lanjut Numberi, tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, riset, inovasi, dan pencetak sumber daya manusia unggul.
“Sosialisasi Kebijakan Energi Nasional kepada kalangan akademisi merupakan langkah penting untuk membangun pemahaman yang sama mengenai arah pembangunan energi Indonesia,” kata Numberi lebih lanjut.
Numberi menambahkan, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul, menghasilkan riset, dan menghadirkan inovasi yang mendukung implementasi Kebijakan Energi Nasional.
“Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mewujudkan target bauran Energi Baru Terbarukan sebesar 70–72 persen pada tahun 2060 sebagaimana diamanatkan dalam PP Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional,” ujar Numberi.
Dalam kesempatan tersebut, Numberi mengajak sivitas akademika untuk mengambil peran aktif dalam mendukung implementasi kebijakan energi melalui pengembangan teknologi, penelitian serta edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya transisi energi yang berkeadilan.
“Penguatan literasi energi di lingkungan perguruan tinggi akan melahirkan generasi yang mampu memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan pengelolaan energi nasional yang tangguh dan berkelanjutan,” kata Numberi, doktor muda putra asli Papua jebolan Universitas Indonesia (UI), Depok.
Kuliahu mum dan sosialisasi tersebut dihadiri jajaran pimpinan Universitas Samudera antara lain Ketua Senat Dr Ir Muhammad Amin, ST, MT, IPM, ASEAN Eng; dan Wakil Rektor Bidang Akademik Dr Drs Muhammad Natsir, SH, MH.
Berikut, Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Dr Furqan Ishak Aqsa, S.Pd, M.Pd; Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat Dr Ir Nasruddin, ST, MT, IPM, ASEAN Eng; para dekan, dosen serta mahasiswa Universitas Samudera.
Kehadiran jajaran pimpinan universitas beserta sivitas akademika mencerminkan komitmen Universitas Samudera dalam mendukung peningkatan literasi kebijakan energi nasional sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi untuk mewujudkan ketahanan energi dan percepatan transisi energi yang berkelanjutan.
Melalui sosialisasi dan kuliah umum ini, Dewan Energi Nasional berharap terbangun sinergi yang semakin erat antara pemerintah, dunia akademik, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mengawal implementasi Kebijakan Energi Nasional.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional serta mempercepat terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkelanjutan (sustainable). (*)










