Peringatan Hardiknas, Bupati Tolikara Ajak Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Bermutu

Bupati Kabupaten Tolikara Willem Wandik, S.Sos selaku inspektur saat memimpin upacara memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 di Lapangan Merah Putih, Tolikara, Papua Pegunungan, Sabtu (2/5). Sumber foto: mcdpp.com

KARUBAGA, ODIYAIWUU.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tolikara melalui dinas pendidikan, Sabtu (2/5) menggelar upacara memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 di Lapangan Merah Putih, Tolikara, kota Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan.

Bupati Kabupaten Tolikara Willem Wandik, S.Sos mengutip mcdpp.com bertindak selaku pembina upacara dan perwakilan Kepolisian Resor (Polres) Tolikara sebagai pemimpin upacara. Sedangkan pembacaan UUD 1945 dilakukan Reflin Jelita Kogoya dan MM Veronika Matuan membacakan Ikrar Pelajar.

Pelaksanaan upacara yang berlangsung khidmat diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkpimda), pimpinan dan anggota organisasi perangkat daerah (OPD), TNI-Polri, aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Tolikara, guru, pelajar dari Tingkat TK hingga SMA/SMK serta masyarakat.

Bupati Wandik dalam kesempatan itu membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Prof Dr Abdul Mu’ti, M.Ed. Menteri Abdul Mu’ti mengatakan, Hardiknas 2026 menjadi momentum refleksi bahwa pendidikan adalah proses menemukan dan menumbuhkembangkan fitrah, kodrat alamiah manusia atau potensi sebagai makhluk Tuhan yang mulia.

“Peringatan Hari Pendidikan Nasional adalah momentum untuk kita melakukan refleksi, meneguhkan, dan menghidupkan spirit pendidikan nasional. Hakikatnya pendidikan adalah proses yang dilaksanakan secara tulus, penuh kasih dan sayang untuk memanusiakan manusia,” ujar Wandik mengutip pidato Menteri Abdul Mu’ti.

Menurutnya, pendidikan adalah proses menemukan dan menumbuhkembangkan fitrah, kodrat alamiah manusia, atau potensi sebagai makhluk Tuhan yang mulia. Inti proses pendidikan adalah memuliakan. Bapak pendidikan nasional Ki Hajar Dewantara meletakkan dasar dan nilai pendidikan dengan sistem among; asah (ilmu), asih (kasih sayang), dan asuh (pendampingan, pembinaan).

Menteri Mu’ti menjelaskan, sesuai amanat Undang-undang Dasar 1945 dan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, hakikatnya pendidikan padalah proses mencerdaskan kehidupan, membangun watak dan peradaban bangsa.

“Pendidikan adalah proses menumbuhkembangkan potensi manusia sehingga menjadi insan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, cerdas, terampil, mandiri, sehat jasmani dan rohani, jujur, bertanggung jawab, demokratis, dan kepribadian utama lainnya,” ujar Mu’ti.

Sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, kata Mu’ti, pendidikan adalah usaha bersama untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan tangguh untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju, makmur, dan bermartabat.

Berdasarkan landasan tersebut, katanya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) sebagai program prioritas untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

“Sebuah adagium populer menyebutkan, jika hendak memajukan bangsa, perbaiki pendidikan. Jika hendak memperbaiki pendidikan, perbaikilah mulai dari dalam kelas. Pembelajaran Mendalam adalah ikhtiar yang dimaksudkan untuk mencapai cita ideal pendidikan nasional,” ujar Mu’ti.

Untuk melaksanakan deep learning sebagaimana mestinya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menetapkan lima kebijakan strategis. Pertama, Program Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran sebagai salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden.

Revitalisasi dan digitalisasi dimaksudkan agar pembelajaran berlangsung dalam lingkungan fisik yang nyaman dan sarana yang memadai. Berbagai teori pendidikan menyebutkan bahwa lingkungan belajar yang nyaman dan sarana yang memadai merupakan faktor penting yang mendukung motivasi dan keberhasilan belajar.

“Tahun 2025, Program Pembangunan dan Revitalisasi telah dilakukan untuk 16.167 satuan pendidikan. Program Digitalisasi Pembelajaran melalui penyediaan papan interaktif digital (PID) telah didistribusikan dan dipergunakan di lebih dari 288.000 satuan pendidikan,” kata Mu’ti.

Kedua, pemenuhan kualifikasi serta peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru. Kunci keberhasilan pendidikan terletak pada guru sebagai teladan, agen pembelajaran dan peradaban.

Guna memenuhi kualifikasi guru, pemerintah memberikan beasiswa 3.000.000 rupiah tiap semester untuk guru-guru yang belum berpendidikan Diploma IV/Strata 1 (S1) melalui program rekognisi pembelajaran lampau (RPL) di kampus yang memenuhi ketentuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Tahun 2025, beasiswa dialokasikan untuk 12.500 guru dan pada tahun 2026 untuk 150.000 guru. Para guru juga mendapatkan berbagai pelatihan seperti pembelajaran mendalam, nimbingan konseling, koding dan kecerdasan artifisial, kepemimpinan sekolah, dan Bahasa Inggris.

“Pemerintah juga meningkatkan kesejahteraan guru melalui sertifikasi, di mana nominal tunjangannya telah dinaikkan dan kini ditransfer langsung setiap bulan. Guru honorer juga mendapatkan insentif setiap bulan. Semua kebijakan dimaksudkan agar guru dapat melaksanakan tugas dengan tenang dan baik,” katanya.

Ketiga, pembelajaran mendalam juga perlu diintegrasikan dengan penguatan karakter melalui penciptaan budaya dan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, baik fisik, sosial, dan spiritual.

Sesuai arahan Presiden tentang budaya aman, sehat, resik, dan indah (ASRI), kita bangun atmosfer sekolah sehingga bisa menjadi rumah kedua bagi semua murid. Sekolah adalah sarana membangun integrasi dan kohesi sosial melalui layanan pendidikan yang inklusif, holistik, dan saling menghormati.

Selain itu, diperlukan usaha bersama agar sekolah bebas dari segala bentuk perundungan dan kekerasan. Termasuk program penguatan karakter adalah penerapan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH), Makan Bergizi Gratis (MBG), Pagi Ceria, Upacara Bendera, Pramuka untuk pembentukan jiwa dan kepemimpinan, dan berbagai penguatan karakter melalui experiential learning (pembelajaran berbasis pengalaman) dan hidden curriculum (kurikulum tersembunyi).

Mu’ti mengatakan, kementerian juga meluncurkan album lagu anak dan lagu-lagu yang menumbuhkan semangat dan hidup rukun, toleransi, dan saling menghormati. Melalui lagu, nilai-nilai utama dapat terinternalisasi ke dalam jiwa dan kepribadian.

Keempat, meningkatkan kualitas pembelajaran dan capaian pendidikan melalui gerakan literasi dan numerasi, sains, teknologi, enjinering, dan matematika (STEM) serta tes kemampuan akademik (TKA).

Selain untuk mengetahui kemampuan akademik secara individual dan kelembagaan, TKA juga menjadi alat evaluasi untuk intervensi peningkatan mutu pendidikan, dan salah satu aspek penilaian untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Berbagai lomba olahraga dan seni diselenggarakan untuk mengembangkan bakat dan minat serta jiwa kesatria.

Kelima, bagaimana memberikan kesempatan pendidikan yang luas, dengan layanan pendidikan yang mudah, murah, dan fleksibel. Mereka yang tidak dapat belajar karena faktor ekonomi, domisili, budaya, keamanan, keadaan fisik, dan faktor penghambat lain, dibukakan kesempatan melalui sekolah satu atap, pembelajaran jarak jauh (PJJ), komunitas belajar, sekolah terbuka, dan layanan pendidikan lainnya.

“Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga memberikan layanan untuk anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) dengan peningkatan sekolah inklusi, sekolah luar biasa, dan pendidikan inklusi berkeadilan berbasis masyarakat,” katanya.

Mu’ti mengatakan, dalam 18 bulan kementerian yang dipimpin telah meletakkan fondasi ‘pendidikan bermutu untuk semua’ melalui berbagai regulasi dan ekosistem yang mengintegrasikan empat pusat pendidikan, yaitu sekolah, keluarga, masyarakat, dan media.

“Kementerian tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, dunia usaha, dan lembaga-lembaga yang berkomitmen memajukan pendidikan. Kementerian menyampaikan terima kasih kepada lembaga-lembaga mitra di dalam dan luar negeri yang selama ini telah bekerja sama dengan baik,” ujar Mu’ti.

Berbagai kebijakan peningkatan mutu pendidikan tidak akan terlaksana tanpa mindset (pola pikir) yang maju, mental yang kuat, dan misi yang lurus. Tanpa ketiganya, semua kebijakan itu hanya akan berhenti sebagai program dan formalitas yang sekadar ditandai dengan capaian angka-angka kuantitatif.

“Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026. Mari kita perkuat kerja sama mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua menuju Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat,” kata Mu’ti.

Sedangkan Bupati Wandik dalam sambutannya mengucapkan Selamat merayakan Hardiknas 2025 sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat (stakeholder) untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan pendidikan bermutu di Tolikara.

“Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026. Mari kita perkuat kerja sama dalam mewujudkan pendidikan berkualitas untuk semua, menuju Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat,” ujar Bupati Wandik, mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Daerah Pemilihan (Dapil) Papua.

Upara peringatan Hardiknas dihadiri juga sejumlah pimpinan OPD yakni Kepala Kementerian Agama Mikhael Dandirwalu, S.Th; Ketua Tim Penggerak PKK Tolikara Ny Elisabeth Y Plassy, SE, MM; dan Sekretaris Wilayah Pendeta Aten Yikwa, S.Th, M.Th.

Selain itu, Kapolres Tolikara Kompol Roberth Hitipeuw, SH, MH; Dandim 1716/Tolikara Letkol Inf Derek Serebi Rumbino; Ketua Persit Bunga Ayu Asoka Putri; Ketua DWP Ny Novita R Douw; Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Ny Renny W. Wonda; Ketua Bhayangkari; dan Kepala Dinas Sosial Andrus Kogoya, S.Sos.

Berikut, Kabag Umum Setda Tolikara Seplin Wenda, SH; Kepala Inspektorat Diben Kogoya, SH; Kepala Dinas Pendidikan Oktopianus Yeimo, S.Pd; Kepala Dinas Pemuda dan Olaragah Judi Wanimbo, SIP; Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Hans Happy Wangloan, SE serta Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Demir Kogoya.

Semarak upacara Hardiknas dilanjutkan penyerahan hadiah kepada para pemenang Lomba Cerdas Cermat dan Lomba Mewarnai yang digelar sebelumnya dalam rangkaian menyemarakkan Hardiknas 2026 tingkat Kabupaten Tolikara.

Penyerahan hadiah dilakukan Tim Penggerak PKK Tolikara dan Dharma Wanita Persatuan (DWP). Penyerahan hadiah tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan prestasi para pelajar sekaligus mendorong semangat belajar mereka untuk berkompetisi secara sehat. (*)