Puisi Tanah-Mu, ya Tuhan dan Doa Pagi Karya Mariana Sogen

Sumber foto ilustrasi: Dok. Mariana Sogen

Tanah-Mu, ya Tuhan

(Doa di Tutuala)

Tuhan
di rumah-Mu yang tua
kami bertengkar tentang sejengkal tanah
Lima puluh sentimeter
menjadi tembok di antara hati kami

Tanah terbentang luas
namun halaman-Mu tetap sempit
Aku datang dengan air mata
tak mampu membela-Mu
tak mampu membela yang benar

“Inikah tanah misi-Mu, Tuhan?”
seruku dalam sunyi

Dan Engkau berbisik lembut:
“Aku tidak membutuhkan tanahmu.
Aku merindukan imanmu.
Aku menantikan kasihmu.”

Ampuni kami yang diam karena takut
Ampuni hati yang lebih mencintai batas
daripada berbagi

Jika pagar-Mu tak bertambah sejengkal
jangan biarkan iman kami menyusut
Jika tanah-Mu tetap sempit
lapangkanlah hati kami

Kuserahkan batas ini kepada-Mu
ya Tuhan yang adil dan setia

Tutuala, 24 Februari 2026

Doa Pagi

Tuhan
di pagi yang masih berkabut dan sunyi
ketika embun setia membasahi bumi
aku datang membawa syukur
atas nafas yang Kauperbarui dalam diriku

Terima kasih untuk pelukan-Mu sepanjang malam
untuk kasih yang menghangatkanku
di saat dingin menyentuh jiwa
dan waktu yang berlalu tanpa menyisakan beban

Kini, Tuhan, hembuskan Roh-Mu atasku
satukan rohku dengan Roh-Mu
agar langkahku hari ini berakar dalam kehendak-Mu
dan hatiku tetap tinggal dalam damai-Mu

Biarlah semangat-Mu menyala lembut dalam diriku
seperti api yang menghangatkan
seperti mentari yang setia menerangi
hingga senja kembali memeluk bumi. Amin.

Tutuala, 24 Februari 2026

Sr Mariana Sogen, ADM (Avelina Evi Sogen) lahir 15 Desember 1966 di Tenawahang, Kabupaten Flores Timur, ujung timur Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Ia dibesarkan dalam lingkungan keluarga Katolik yang sederhana, yang menanamkan nilai iman, ketekunan, dan semangat pelayanan sejak usia dini.

Pendidikan dasarnya diselesaikan di SD Kalike, Solor Selatan, Pulau Solor, Flores Timur, tahun 1979. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Negeri Pamakayo, Solor Barat, dan lulus pada tahun 1982. Pendidikan menengah atas ditempuh di SMA Negeri Larantuka dan diselesaikan pada tahun 1985.

Pada tahun yang sama, 1985, ia memutuskan untuk memasuki Biara ADM di Yogyakarta, menapaki panggilan hidup bakti yang telah ia gumuli sejak masa remaja. Komitmennya untuk mengintegrasikan iman dan pendidikan mendorongnya melanjutkan studi tinggi. Pada tahun 1997, ia meraih gelar Sarjana Pendidikan Agama Katolik dari Sadhar Yogyakarta.

Sejak tahun 1997 hingga 2014, Sr Mariana mengabdikan diri sebagai pendidik di SMPK St Aloysius Weetebula. Selama kurang lebih tujuh belas tahun, ia terlibat aktif dalam karya pendidikan dan pembinaan iman generasi muda, menanamkan nilai-nilai Kristiani melalui pengajaran dan keteladanan hidup.

Memasuki babak baru panggilannya, pada tahun 2016 ia diutus sebagai misionaris pastoral ke Tutuala, Lospalos, Timor Leste. Hingga saat ini, ia terus melayani dalam karya pastoral dan pendampingan umat, menghadirkan semangat misioner Gereja di tengah masyarakat yang sederhana dan penuh dinamika sosial.

Dengan latar belakang pendidikan agama, pengalaman panjang sebagai pendidik, dan komitmen misioner lintas batas, Sr Mariana menjalani panggilannya sebagai religius yang setia melayani Gereja dan umat, khususnya di wilayah-wilayah perifer yang membutuhkan kehadiran kasih dan pengharapan.