Mgr Matopai Ulang Tahun, WKRI: Semoga Tuhan Melimpahkan Kesehatan Dalam Pelayanan Pastoral

Uskup Keuskupan Jayapura Mgr Dr Yanuarius Theofilus Matopai You, Pr. Uskup Matopai merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 tahun 2026 pada Kamis, 1 Januari. Foto: Istimewa

JAYAPURA, ODIYAIWUU.com — Uskup Keuskupan Jayapura Mgr Dr Yanuarius Theofilus Matopai You, Pr, Kamis (1/1) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 tahun 2026. Doa dan ungkapan syukur atas ulang tahun Uskup Matopai tidak hanya datang dari keuskupan tetapi juga berbagai kelompok dan umat Katolik.

“Selamat Ulang Tahun kepada Yang Mulia Bapa Uskup Keuskupan Jayapura Mgr. Yanuarius Theofilus Matopai You,” ujar pihak Komisi Sosial (Komsos) Keuskupan Jayapura melalui akun Facebook resmi di Jayapura, Papua, Kamis (1/1).

Dalam rahmat dan penyelenggaraan Ilahi, Komsos Keuskupan Jayapura mengucap syukur atas anugerah hidup dan panggilan pelayanan Uskup Matopai. Ungkapan syukur itu disertai doa semoga Tuhan senantiasa menganugerahkan kesehatan, kebijaksanaan, dan keteguhan iman sang Uskup dalam menggembalakan umat Allah di Keuskupan Jayapura.

“Kiranya Roh Kudus selalu menyertai setiap langkah pelayanan, sehingga kasih Kristus semakin nyata bagi seluruh umat di Keuskupan Jayapura, Amin,” kata pihak Komsos Keuskupan Jayapura.

Sementara itu, keluarga besar Dewan Pimpinan Daerah Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Keuskupan Jayapura menyampaikan ucapan selamat ulang kepada Mgr Matopai.

“Ad Multos Annos! Selamat Ulang Tahun ke-65 Mgr Yanuarius Theofilus Matopai You, Uskup Kuskupan Jayapura sekaligus penasehat rohani organisasi kami. Tuhan senantiasa melimpahkan kesehatan, kebijaksanaan, dan kekuatan Roh Kudus tercurah disetiap karya pelayanan pastoral. Terimakasih atas teladan iman, kesederhanaan, dan kasih yang menguatkan umat, khususnya Wanita Katolik RI,” ujar pengurus WKRI Keuskupan Jayapura, Kamis (1/1).

Uskup Matopai lahir 1 Januari 1961 di Kampung Uwebutu, pinggiran Danau Taage, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah. Ia menyelesaikan studi Filsafat dan Teologi di Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi (STFT) Fajar Timur, Abepura, Papua. Ia ditahbiskan menjadi imam pada 16 Juni 1991 di Nabire. Ia menjalani Tahun Orientasi Pastoral (TOP) di Keuskupan Manado, Sulawesi Utara.

Uskup Matopai pernah menjadi Pastor Paroki Kristus Terang Dunia Yiwika tahun 1991-1998. Kemudian menjadi Pastor Paroki Santo Willibrord Arso dan Dekan Dekanat Keerom tahun 1998-2002. Ia pernah menjabat Vikaris Jenderal (Vikjen) dan Pastor Paroki Katedral Kristus Raja Jayapura tahun 2002-2006.

Uskup Matopai merampungkan studi Magister Psikologi (S-2) di Universitas Gajah Mada Yogyakarta tahun 2007-2010. Menyelesaikan studi doktor (Ph.D) jurusan Antropologi di Universitas Cendrawasih (Uncen) Jayapura tahun 2020. Tercatat pula menjadi dosen STFT Fajar Timur dan Direktur Seminari St John Mary Vianney House Jayapura tahun 2011-2018.

Sejak 2016 hingga terpilih menjadi Uskup Jayapura, ia menjabat Ketua Komisi Pendidikan Keuskupan dan Pengawas Yayasan Homonim. Sejak 2020, ia menjabat Ketua dan Dosen STFT Fajar Timur sekaligus Direktur St John Mary Vianney House.

Pemimpin Gereja Katolik Sedunia Paus Fransiskus (Almarhum) menunjuk Dr Matopai, Pr menjadi Uskup Keuskupan Jayapura, Papua. Ia menggantikan Uskup terdahulu, Mgr Dr Leo Laba Ladjar, OFM yang telah memasuki purna tugas. Penunjukan Pastor Matopai sebagai Uskup Jayapura dibacakan langsung Mgr Leo dalam perayaan Ekaristi di Katedral Kristus Raja Dok V Jayapura, Papua, Sabtu (29/10 2022).

“Surat dari Nuntio, Duta Vatikan menyampaikan kepada saya agar saya mengumumkan di Gereja lokal di keuskupan ini bahwa Bapa Suci Paus Fransiskus telah mengangkat seorang untuk menjadi Uskup Jayapura yang baru meneruskan karya Anda. Berita ini dipublikasikan persisnya pada momen ini di Roma dan di seluruh dunia,” ujar Mgr Leo Laba saat perayaan Ekaristi.

Mgr Leo, Uskup kelahiran Bauraja, Kecamatan Atadei, Pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur, mengatakan, orang yang diangkat Paus untuk menjadi Uskup yang baru di Keuskupan Jayapura disebut Romo, sebutan untuk orang-orang berbudaya Jawa.

“Nama orang yang diangkat Paus ini adalah Romo Reverendus Dominus, Pastor Yanuarius Theofilus Matopai You, Pr,” kata Mgr Leo disambut aplaus umat yang memadati Gereja Katedral Kristus Raja Dok V Jayapura.

Ignatius Abii, sesepuh rumpun keluarga Mgr Matopai mengatakan, sebagai orang Katolik pihaknya merasa bersyukur dan berbahagia atas karya Agung Tuhan dalam keluarga besar. Apalagi, penunjukan Paus atas Mgr Yan sebagai orang asli pertama Papua menjadi Uskup Keuskupan Jayapura terjadi dalam sejarah kehadiran gereja Katolik di tanah Papua.

“Penunjukan Mgr Yan You sebagai Uskup Jayapura bukan saja menjadi kebanggaan keluarga besar, orang Papua tetapi seluruh umat Kristiani di tanah Papua khususnya umat Katolik Keuskupan Jayapura,” ujar Ignas di Jayapura, Sabtu (29/10 2022).

Menurut Ignas, sebagai keluarga besar, sejak menjadi imam dan pelayan Sabda, Mgr Matopai telah diserahkan kepada Tuhan sehingga ia adalah milik umat dan masyarakat di mana ia berkarya. Bukan milik keluarga besar. Sebagai manusia, ujarnya, keluarga ikut bangga, senang seorang umat terpilih menjadi Uskup di Keuskupan Jayapura.

“Kami berdoa dan berharap agar seluruh umat dan warga Papua mendoakan dan mendukung Mgr Yan dalam tugas perutusannya. Kami juga mengharapkan agar beliau sungguh melayani umat, bukan Uskup politik, pemerintah, dan lain-lain. Kami juga berharap agar seluruh umat Katolik di tanah Papua menerima beliau apa adanya,” kata Ignas lebih jauh.

Ignas mengatakan, penunjukan Mgr Matopai menjadi Uskup Jayapura merupakan sejarah baru sejak kehadiran gereja Katolik di tanah Papua 128 tahun silam.

“Masyarakat khususnya umat Kristiani di tanah Papua tentu merasa beryukur dan berbangga karena selama 128 tahun kehadiran gereja Katolik di tanah Papua, baru pertama kali Bapa Suci mengangkat seorang Uskup putra asli Papua,” kata Ignas.

Ignas menambahkan, orangtua Mgr Yan You bernama Lukas You (Alm) dan Rosalina Tatogo (Almrmh). Lukas seorang yang menjadi guru hingga pensiun di SD YPPK Santu Don Bosko Uwebutu, Paniai. Kampung Uwebutu berada di wilayah Paroki Santo Fransiskus Epuoto, Keuskupan Timika.

“Ayah Mgr Yan You seorang guru tamatan Sekolah Guru Bawah, SGB. Sejak kami kecil, para pastor menyapanya dengan ‘Profesor’ Lukas. Sapaan itu bertolak dari kata-kata, omongan beliau yang selalu terwujud meski Bahasa Indonesia kurang lengkap atau bagus. Banyak anak didik Bapa Lukas jadi manusia (orang berpendidikan). Anak-anaknya berpendidikan baik. Ada juga anak didiknya yang jadi bupati. Itulah mengapa ia dipanggil Profesor Lukas,” ujar Ignas.

Ignas mengatakan, pasangan suami-isteri (pasutri) Lukas You-Rosalina Tatogo memiliki sembilan orang anak. Mereka adalah (sesuai urutan) Beata You (Alm, perawat), Pastor Dr Matopai, Pr, Ausilius You, S.Pd, MM, MH (mantan Sekda Mimika, Alm), Kamilus You, SE (Alm), Paulus You (Alm), Paulinus You (Alm), Fransiskus You, SE (Alm), Amelianus You, ST (Alm, sarjana geologi), dan Yohanes You, S.Ag, M.Hum (mantan Wakil Bupati Paniai).

Juru Bicara Jaringan Damai Papua (JDP) Yan Christian Warinussy, SH, MH menyampaikan apresiasi kepada Paus Fransiskus yang telah memberikan kepercayaan kepada Pastor Matopai sebagai Uskup Jayapura. Warinussy juga menyampaikan terima kasih kepada mantan Uskup Jayapura Leo Laba Ladjar yang telah memimpin Keuskupan Jayapura selama ini.

“Terpilihnya Pastor Yan You merupakan harapan sebagian besar umat Katolik asli Papua selama ini. JDP memberi sambutan hangat kepada Uskup Jayapura yang baru untuk bahu-membahu mendorong terciptanya perdamaian di tanah Papua,” kata Warinussy dari Manokwari, Papua Barat, Sabtu (29/10 2022).

Selamat Ulang Tahun ke-65, Bapa Uskup. Semoga sehat selalu dalam tugas kegembalaan memimpin umat Katolik Keuskupan Jayapura. Tuhan berkati. Koyao…. (*)