Ketua MRP Papua Tengah Anggaibak: Keterangan Korban, Penembakan Dilakukan Aparat TNI

Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah Agus Anggaibak saat mengunjungi warga sipil korban penembakan di Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Caritas, Sp2, Timika, kota Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu (9/5). Foto: Istimewa

TIMIKA, ODIYAIWUU.com — Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah Agus Anggaibak, Sabtu (9/5) pukul 12.00 WIT mengunjungi warga sipil korban penembakan di Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Caritas, Sp2, Timika, kota Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Warga sipil yang tengah dirawat di rumah sakit tersebut merupakan korban penindakan atau penembakan aparat TNI di area pendulangan emas di Mile 69-71, Distrik Tembagapura, Mimika, Papua Tengah, Kamis (7/5).

“Dari pengakuan pihak korban diketahui bahwa aksi penembakan dilakukan oleh TNI pada Hari Kamis, 7 Mei 2026 pukul 21.00 WIT di antara Mile 69-71. Tidak ada OPM/KKB tetapi penembakan ini murni dilakukan aparat TNI secara tiba-tiba dan tembakan diarahkan kamp-kamp pendulangan,” ujar Anggaibaik di Timika, Papua Tengah, Sabtu (9/5).

Menurut Anggaibak, salah seorang korban tewas adalah Nalince Wamang. Korban yang diketahui lahir pada 1 April 2009 baru selesai ujian sekolah di SMK Petra tahun 2026. Berdasarkan keterangan keluarga, sembari menunggu waktu mendaftarkan diri untuk melanjutkan kuliah, kata Anggaibak, Nalince kemudian menuju tempat pendulangan emas di Mile 69-71.

“Keluarga menceritakan, korban menyusul keluarganya mencari dana untuk melanjutkan kuliah. Namun kenyataannya lain, ia dihujani timah panas milik Tentara Nasional Indonesia dari Satgas Rajawali,” kata Anggaibak.

Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. Nyawa calon generasi emas tanah Papua dari lereng Nemangkawi, Nalince Wamang, akhirnya tak tertolong. Maut menjemputnya di atas tanah leluhurnya.

“Saya mempertanyakan apakah negara menyediakan timah panas untuk membunuh generasi penerus bangsa Papua dan masyarakat sipil di atas tanah leluhurnya,” kata Anggaibak lebih lanjut. (*)