OPM Klaim 5 Warga Sipil Tewas dan Seorang Balita Alami Luka Saat Operasi Militer di Tembagapura

Warga sipil korban luka menyusul peristiwa penembakan di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Kamis (7/5). Foto: Istimewa

TEMBAGAPURA, ODIYAIWUU.com — Pihak Manajemen Markas Pusat Komando Nasional (Komnas) Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, sayap militer Organisasi Papua Merdeka (TPNPB OPM), Jumat (8/5) mengklaim, aparat keamanan Indonesia menembak mati lima warga sipil di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.

Selain itu, saat berlangsung operasi militer aparat militer Indonesia yang berlangsung sejak Kamis (7/5) malam hingga Jumat (8/5) pagi di sepanjang Kali Kabur, Tembagapura, seorang balita dilaporkan mengalami luka-luka. Ribuan warga sipil juga dikabarkan mengungsi saat operasi berlangsung.

“Manajemen Markas Pusat Komnas telah menerima laporan dari PIS TPNPB dari Timika bahwa aparat militer Indonesia telah melakukan operasi sejak hari Kamis, 7 Mei 2026 malam hingga Jumat (8/5) pagi di sepanjang Kali Kabur, Tembagapura,” ujar Juru Bicara TPNPB OPM Sebby Sambom melalui keterangan tertulis yang diperoleh di Timika, kota Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Jumat (8/5).

Menurut Sebby, dalam operasi tersebut aparat militer Indonesia melakukan penembakan terhadap warga sipil yang berada dalam kamp-kamp pendulangan. Akibatnya, lima orang warga sipil meninggal di tempat.

“Seorang balita mengalami luka-luka pada bibir korban setelah terkena peluru milik apparat. Kejadian tersebut juga mengakibatkan ribuan warga sipil mengungsi ke wilayah Kimbeli dan Timika. Hingga Jumat (8/5) siang para pengungsi dari Kali Kabur sebagian besar masih berjalan kaki ke Timika melewati jalur umum dan hutan,” kata Sebby.

Papua Intelligence Service (PIS) TPNPB, lanjut Sebby, juga melaporkan bahwa masih ada korban luka-luka dan tewas yang belum bisa dievakuasi karena aparat keamanan Indonesia masih menguasai wilayah tersebut. Sementara sepanjang Kali Kabur seluruh mayat dan korban belum bisa terdata.

“Para korban adalah warga sipil yang tinggal di Kali Kabur yang setiap harinya melakukan pendulangan emas sisa-sisa dari limbah PT Freeport McMoRan milik Amerika Serikat yang berada di areal Tembagapura, Papua,” ujar Sebby lebih lanjut.

Sebby menambahkan, pihak Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB mengutuk keras aksi pembantaian terhadap warga sipil dan anak-anak yang dilakukan oleh aparat keamanan Indonesia saat melakukan operasi di Tembagapura.

“Pembantaian warga sipil ini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto dan jajarannya sehingga Prabowo diminta harus bertanggung jawab atas seluruh korban pembantaian di Tembagapura dan Papua umumnya,” kata Sebby.

Pihak Komnas TPNPB OPM juga menyerukan kepada Palang Merah Internasional untuk dapat menangani lebih dari 107.039 warga yang sedang mengungsi di tanah Papua akibat operasi militer dan konflik bersenjata antara TPNPB dan aparat keamanan Indonesia.

“Jumlah pengungsi terus bertambah dan kematian terus meningkat karena kurangnya bantuan kemanusiaan baik secara nasional dan internasional dan ini sudah masuk dalam krisis kemanusiaan yang harus ditangani secara serius oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa,” ujar Sebby.

Kepala Kepolisian Resor (Polres) Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman, SIK, MH membenarkan enam warga sipil dilaporkan tertembak di dua lokasi berbeda yakni di Kampung Narangkea-Uyawin dan Kampung Uyawin-Winni Mile 69 area Kali Kabur, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Kamis (7/5).

Saat ini, keenam korban dievakuasi sementara di Pos Brimob Camp David Tembagapura. “Kejadiannya semalam (Kamis, 7/5). Sementara anggota kita prioritaskan keselamatan masyarakat. Masih dievakuasi anggota Polsek,” ujar Billy mengutip Kompas.com di Timika, Papua Tengah, Jumat (8/5).

Menurut Billy, berdasarkan laporan yang diterima, seorang perempuan dan balita juga menjadi korban mengalami luka tembak pada betis kaki dan luka bagian mulut.

“Iya ada anak balita usia 1 tahun dan anak perempuan usia 12 tahun luka-luka. Kita evakuasi korban dan masyarakat dulu. Peristiwa itu terjadi sekitar (Kamis, 7/5) pukul 21.40 WIT,” kata Billy.

Kapolsek Tembagapura mengaku mendapatkan informasi melalui rekaman suara bahwa telah terdengar bunyi suara tembakan di dua lokasi berbeda antara Narangkea-Uyawin dan Uyawin-Winni MP 69 area Kali Kabur, Distrik Tembagapura. (*)