DAERAH  

Uskup Timika Mgr Bernardus Baru Pimpin Ibadah Peletakan Batu Pertama Pembangunan Wisma Unio

Uskup Timika Mgr Dr Bernardus Bofitwos Baru, OSA saat memimpin ibadah peletakan batu pertama pembangunan gedung Wisma Unio Keuskupan Timika di Lapangan Keuskupan Timika, Mimika, Papua Tengah, Jumat (17/4). Peletakan batu pertama dilakukan Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong. Foto: Istimewa

TIMIKA, ODIYAIWUU.com — Uskup Mgr Dr Bernardus Bofitwos Baru, OSA, Jumat (17/4) memimpin ibadah peletakan batu pertama pembangunan gedung Wisma Unio Keuskupan Timika di Lapangan Keuskupan Timika, Mimika, Papua Tengah.

Kehadiran gedung Wisma Unio tersebut untuk memperkuat pelayanan imam umat di wilayah Keuskupan Timika. Uskup Bernardus dalam refleksinya mengatakan, pembangunan Wisma Unio bukan sekadar proyek fisik namun bagian dalam ziarah perjalanan iman umat.

“Setiap langkah pembangunan harus diawali dengan doa sebagai bentuk penyerahan kepada Tuhan, agar seluruh proses berjalan dengan baik,” ujar Mgr Bernardus, Uskup putra asli tanah Papua.

Uskup Bernardus berharap agar wisma yang akan dibangun ini menjadi tempat yang hidup bagi para imam, tidak hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga ruang untuk berdoa, melayani, dan mempererat panggilan iman di Keuskupan Timika. Dukungan terhadap pembangunan ini juga datang dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika.

Wakil Bupati Kabupaten Mimika Emanuel Kemong yang hadir dalam kegiatan tersebut turut melakukan peletakan batu pertama sebagai simbol dimulainya pembangunan.

Emanuel menyampaikan apresiasi atas inisiatif Keuskupan Timika dalam menghadirkan fasilitas yang dinilai sangat penting bagi para imam, khususnya yang datang dari luar daerah.

Menurut Emanuel, keberadaan wisma yang layak akan memberikan kenyamanan dan mendukung para pastor dalam menjalankan tugas pelayanan pastoral kepada masyarakat.

“Pemerintah tentu memberikan perhatian terhadap pembangunan ini sebagai bagian dari dukungan terhadap kehidupan beragama di Kabupaten Mimika,” ujar Emanuel.

Sementara itu Ketua Unio Keuskupan Timika Pastor Rufinus Madai, Pr mengatakan, kebutuhan akan tempat tinggal bersama bagi para imam sudah sangat mendesak.

“Selama ini, para pastor yang bertugas di Timika kerap menghadapi keterbatasan fasilitas tempat tinggal, bahkan mengalami kesulitan untuk berkumpul dalam pertemuan rutin,” kata Pastor Madai.

Dengan luasnya wilayah pelayanan dan sebaran imam yang cukup jauh, lanjutnya, kehadiran Wisma Unio diharapkan menjadi pusat kebersamaan sekaligus memperkuat koordinasi pelayanan gereja.

Di tengah berbagai keterbatasan, semangat untuk membangun tetap menyala. Keyakinan dan kebersamaan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pembangunan wisma ini hingga tuntas.

Wisma Unio diharapkan membawa manfaat besar bagi pelayanan gereja serta menjadi simbol penguatan iman di Tanah Papua. (*)