TIMIKA, ODIYAIWUU.com — Tim Penggerak Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mimika terus mendorong kolaborasi lintas sektor dalam rangka memacu keluarga-keluarga memanfaatkan pekarangan rumah agar memberi benefit, keuntungan bagi ekonomi anggota keluarganya.
Ketua TP PKK Mimika Ny Suzy Rettob didampingi Wakil Ketua TP PKK Ny Perina Kemong mengatakan, di tengah geliat pembangunan yang terus bergerak, langkah sederhana dari pemanfaatan pekarangan rumah justru menjadi jalan sunyi yang membawa asa atau harapan bagi banyak keluarga di Mimika.
“Kami mendorong keluarga-keluarga agar memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan bagi anggota keluarga, mulai dari menanam sayur hingga tanaman bernilai gizi tinggi,” ujar Ny Suzy Rettob didampingi Wakil Ketua TP PKK Ny Perina Kemong di Gedung Tongkonan, Mimika, Papua Tengah, Senin (20/4).
Menurut Ny Zusy, gerakan tersebut perlahan tumbuh menjadi kebiasaan atau habitus baru di tengah masyarakat. Upaya tersebut diperkuat melalui kerja kolaborasi lintas sektor.
PKK Mimika diakui Ny Suzy juga telah menggandeng PT Freeport Indonesia serta instansi pertanian yang secara konsisten mendukung melalui bantuan pupuk organik dan bibit tanaman.
“Dengan dukungan ini, masyarakat bisa lebih mandiri memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga. Tahun 2026 menjadi momentum penguatan program berbasis pangan lokal,” kata Ny Suzy Rettob lebih lanjut.
Ny Suzy Rettob menambahkan, penanaman cabai ditetapkan sebagai salah satu prioritas, sejalan dengan program nasional pengendalian inflasi dan ketahanan pangan. Cabai dipilih karena menjadi komoditas strategis yang sering memengaruhi harga kebutuhan pokok.
Selain cabai, tanaman kelor juga mendapat perhatian khusus. Program Satu Keluarga Satu Pohon Kelor digerakkan sebagai bagian dari prioritas PKK Provinsi Papua Tengah.
Kelor dikenal sebagai tanaman bergizi tinggi yang mudah tumbuh di berbagai kondisi, sehingga dinilai tepat untuk mendukung pemenuhan gizi keluarga.
Hingga saat ini, sekitar dua ratus pohon kelor telah disiapkan untuk diberikan kepada keluarga di tiap distrik. Pengembangan terus diperluas, mencakup kawasan pesisir, pegunungan hingga wilayah perkotaan seperti Mimika Timur dan Mimika Tengah.
Gerakan ini tidak hanya menyasar ketersediaan pangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pencegahan stunting.
Melalui Posyandu, PKK mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal, termasuk daun kelor, sebagai sumber gizi tambahan bagi ibu dan anak.
“Pendekatan berbasis potensi lokal menjadi langkah yang paling dekat dan mudah diterapkan masyarakat,” kata Ny Suzy.
Selain itu, katanya, peningkatan kapasitas perempuan juga terus didorong melalui berbagai pelatihan keterampilan.
Pihaknya berharap agar ibu-ibu tidak hanya berperan dalam pemenuhan kebutuhan keluarga, tetapi juga memiliki peluang meningkatkan ekonomi keluarga.
PKK Mimika membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah maupun sektor swasta, untuk memperluas dampak program. Fokus utama tetap pada keluarga sebagai titik awal perubahan.
Dengan semangat membangun dari kampung ke kota, gerakan sederhana dari pekarangan rumah kini menjelma menjadi kekuatan bersama yakni menghidupkan harapan, menjaga ketahanan pangan sekaligus menyiapkan generasi yang lebih sehat di Mimika. (*)










