Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka Tinjau Sentra Industri Garam di Kabupaten Rote Ndao

Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka saat mendapat penjelasan terkait Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Jumat (22/5). Sumber foto: BPMI Setwapres

BAA, ODIYAIWUU.com — Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka, Jumat (22/5) meninjau Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kehadiran Gibran dalam rangkaian kunjungan kerja meninjau K-SIGN di kabupaten yang mengoleksi 107 pulau kecil tersebut dilakukan untuk memastikan pengembangan industri garam nasional berjalan optimal sekaligus mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat swasembada pangan dan hilirisasi sektor kelautan.

Dalam kesempatan itu, Gibran menerima penjelasan mengenai pengembangan kawasan industri garam, meninjau kolam kristal garam dan gudang penyimpanan, serta berdialog dengan petani garam dan pemerintah daerah.

Gibran mengatakan, kebutuhan garam nasional yang mencapai sekitar 5 juta ton per tahun masih belum dapat dipenuhi sepenuhnya dari produksi dalam negeri. Karena itu, proyek pengembangan garam di Rote Ndao dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung kebutuhan nasional.

“Ini kan kebutuhan garam kita per tahun itu 5 juta ton ya. Kita belum bisa memenuhi itu, makanya ini proyek yang ada di sini itu sangat penting untuk bisa memenuhi kebutuhan garam di dalam negeri. Karena Pak Presiden punya concern untuk swasembada pangan, ya garam ini salah satunya,” ujar Gibran melalui keterangan tertulis Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT dari Baa, kota Kabupaten Rote Ndao, Sabtu (23/5).

Selain mendukung swasembada, Gibran, mantan Walikota Solo, Jawa Tengah, juga menekankan pentingnya percepatan operasional kawasan agar manfaat ekonominya segera dirasakan masyarakat sekitar.

“Kita ingin ini segera bisa fungsional, ya. Kita ingin bisa membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya, warga lokal juga bisa terbantu, kesejahteraannya meningkat, dan yang paling penting multiplier effect (efek ganda) dari pembangunan proyek ini bisa terasa. Jadi tidak hanya di atas kertas saja tapi benar-benar dirasakan warga yang ada di sini,” katanya.

Selain sektor garam, Gibran juga mencermati potensi pengembangan rumput laut dan kampung nelayan di Rote Ndao. Menanggapi usulan pemerintah daerah, Gibran memastikan kebutuhan penunjang aktivitas nelayan akan ditindaklanjuti bersama kementerian terkait.

“Jadi kita ingin nanti di tempat-tempat yang diajukan oleh Bupati, tempat-tempat yang produktif untuk perikanannya harus ada ruang pendinginnya, ada cold storage, ada pabrik esnya untuk slurry ice dan juga nanti di situ ada SPBU khusus untuk nelayan,” ujar Gibran, putra Presiden ke-7 RI H. Joko Widodo.

Dalam dialog tersebut, Gibran juga menerima laporan terkait kondisi infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan di Rote Ndao, termasuk kebutuhan revitalisasi Puskesmas dan peningkatan fasilitas rumah sakit daerah.

Menanggapi hal itu, Gibran meminta agar koordinasi dengan kementerian terkait terus diperkuat sehingga kebutuhan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti pemerintah pusat.

Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena dalam kesempatan tersebut mengatatakan, K-SIGN di Rote Ndao bukan sekadar proyek infrastruktur biasa. Proyek ini merupakan komitmen strategis untuk membuka lapangan kerja baru, menekan angka pengangguran, dan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi bagi anak-anak muda di NTT.

“Ini tentang lapangan kerja untuk anak-anak muda NTT. Tentang petani garam yang ingin hidup lebih sejahtera. Tentang nelayan yang butuh cold storage, es, dan BBM agar hasil laut mereka tidak lagi terbuang sia-sia,” ujar Gubernur Laka Lena.

Terlebih, lanjut Laka Lena, Indonesia membutuhkan jutaan ton garam setiap tahun. Pihaknya ingin suatu hari nanti, NTT bukan hanya jadi penonton tetapi menjadi pemain utama mengingat potensi laut Flobamora luas dan rakyat pesisir juga harus ikut maju.

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk menyampaikan harapannya agar proyek strategis tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya warga yang terdampak pembangunan kawasan tambak garam.

Pemerintah daerah, ujar Paulus Henuk, siap mendukung penuh program pemerintah pusat yang berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.

“Beliau ingin memastikan bahwa perhatian pemerintah pusat melalui Kementerian KKP yang menganggarkan anggaran cukup besar, ini harus bisa berjalan dengan baik sehingga rakyat di Rote Ndao terutama yang terdampak dengan K-SIGN ini bisa menikmati hasil dari pembangunan ini,” kata Henuk.

Dalam kunjungan tersebut Wakil Presiden Gibran didampingi Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia Ir A Koswara, MP dan Direktur Utama Nindya Karya Firmansyah. (*)