WAGHETE, ODIYAIWUU.com — Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Deiyai Dr Ferdinant Pakage, MM, MAP mengatakan, dinas yang ia pimpin akan bekerja keras melakukan pembinaan dan pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (Bundes) di Deiyai khususnya usaha ternak babi kepada Bumdes yang produktif.
“Program ini sangat positif karena menyentuh langung kebutuhan masyarakat di kampung-kampung. Program ini salah satu bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Deiyai era kepemimpinan Pak Bupati Melkianus Mote dan Pak Wakil Bupati Ayub Pigome. Kami siap lanjutkan program ini kepada masyarakat,” ujar Ferdinant Pakage melalui keterangan tertulis dari Kantor Dinas PMK, Tigidoo, Papua Tengah, Rabu (20/5).
Menurut Ferry Pakage —sapaan akrabnya— pembinaan dan pemberdayaan Bumdes bidang usaha ternak babi sejalan salah satu visi Bupati Mote dan Wakil Bupati Pigome dalam rangka meningkatkan taraf hidup bagi seluruh masyarakat Deiyai melalui ekonomi rakyat.
“Usaha ternak babi sejalan juga dengan budaya orang Mee di Deiyai. Sejak dahulu orang Mee hidup menyatu dengan usaha ternak babi. Orang tua kita dulu pake babi untuk pesta Yuwo,” kata Ferry.
Nilai babi dalam kehidupan suku Mee sangat tinggi. Karena itu program Bupati Mote tersebut sangat membantu masyarakat kita menambah ekonomi keluarga warganya.
Babi menjadi salah satu komoditas ternak yang terus menjadi sumber pemasukan warga Deiyai. Dengan demikian, usaha ternak Babi harus dilanjutkan warga mulai saat ini dan di masa akan datang.
“Karena itu kampung yang mau mulai dengan beternak babi melalui Bumdes, ini kesempatan yang baik. Kita kerjakan bersama agar ternah bisa membawa nilai tambah atau benefit bagi warga. Kami dari pemerintah akan terus mendorong usaha ini menjadi Gerakan bersama,” kata Ferry, doktor muda lulusan Universitas Merdeka (Unmer), Malang, Jawa Timur tahun 2023.
Asisten 1 Sekretariat Daerah Deiyai Simon Mote sebelumnya memberikan apresiasi atas program baik yang diusung dan dilaksanakan DPMK Deiyai. Hal tersebut berasalan mengingat Bumdes merupakan motor penggerak utama (prime mover) ekonomi di setiap kampung.
“Bumdes menjadi instrumen kemajuan ekonomi dimana Bumdes dapat meningkatkan pendapatan asli kampung itu sendiri,” kata Simon.
Simon juga menitip pesan kepada pengurus Bumdes yang ada setiap kampung agar selain memelihara ternak babi melalui Bumdes, bisa juga memaksimalkan potensi di kampung masing-masing agar memberi nilai ekonomi keluarga.
“Ke depan, Deiyai akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi Papua Tengah. Oleh karena itu, kita semua baik pemerintah dan masyarakat serta para pihak, stakeholder harus bergandengan tangan sehingga kita kuat secara ekonomi sebelum orang lain ambil alih,” kata Simon.
Saat menyerahkan bibit ternak babi kepada Bumdes, Dinas DPMK Deiyai juga menggandeng drh Daud Edowai, salah seorang dokter hewan asal Deiyai. Sebelumnya, drh Daud Edowai juga berkesmpatan membekali para anggota Bumdes terkait manajemen peternakan dan kesehatan khususnya ternak babi. (*)










