MOWANEMANI, ODIYAIWUU.com — Tokoh muda Kampung Idadagi Marianto Deba menepis keterangan pihak Kepolisian Resor (Polres) Dogiyai yang menyebut Nopison Tebai sebagai anggota kelompok kriminal kersenjata (KKB).
Menurut Deba, tudingan tersebut tidak sesuai dengan fakta karena korban tercatat sebagai siswa aktif di SMA Negeri 2 Dogiyai. Penegasan Deba muncul pasca insiden penembakan yang berujung Tebai meregang nyawa pada Minggu (10/5) sekitar pukul 07.20 WIT.
“Saat kejadian korban tidak terlibat aktivitas bersenjata maupun tindakan kriminal, melainkan sedang berada bersama rekan-rekannya di lapangan bola untuk mempersiapkan kegiatan pencarian dana,” ujar Deba di Mowanemani, kota Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah, Senin (11/5).
Deba menambahkan, saat insiden terjadi korban sedang bersantai bersama teman-temannya di lapangan bola yang digunakan untuk kegiatan cari dana. Namun terjadi penembakan yang mengakibatkan nyawa Tebai tak tertolong.
Deba menegaskan, pelabelan sepihak terhadap korban sebagai anggota kelompok kriminal kersenjata telah melukai perasaan keluarga, pemuda kampung, serta masyarakat yang mengenal korban sebagai seorang pelajar.
Menurut Deba, aparat keamanan seharusnya bertindak profesional dan tidak terburu-buru memberikan stigma tanpa pembuktian yang jelas.
Deba meminta aparat keamanan agar lebih berhati-hati dalam menjalankan operasi di tengah masyarakat sipil. Ia menekankan, pelajar dan pemuda memiliki hak untuk hidup aman tanpa dibayangi tindakan kekerasan.
“Kami berharap aparat keamanan tidak lagi melakukan tindakan penembakan tanpa alasan yang jelas. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas, dan setiap persoalan sebaiknya diselesaikan sesuai hukum yang berlaku,” kata Deba.
Pihak pemuda Kampung Idadagi mengutuk keras tindakan penembakan yang merenggut nyawa seorang siswa SMA yang dinilai masih memiliki masa depan panjang.
“Kami juga mengutuk keras kepada pelaku yang dengan gampangnya melepaskan peluru hingga menewaskan salah satu anak murid SMA yang punya masa depan,” kata Deba tegas.
Insiden ini kembali menambah daftar panjang sorotan terhadap situasi keamanan di Dogiyai, sekaligus memunculkan tuntutan masyarakat agar aparat mengedepankan pendekatan humanis dan penegakan hukum yang transparan dalam setiap operasi di wilayah sipil.
Polres Dogiyai sebelumnya mengidentifikasi Tebai merupakan anggota kelompok kriminal kersenjata. Tebai meregang nyawa saat kontak tembak di jalur utama Dogiyai–Paniai, Papua Tengah, Minggu (10/5).
Kepala Kepolisian Resor Dogiyai AKBP Dennis Arya Putra mengatakan, Tebai diduga merupakan bagian dari Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat, sayap militer Organisasi Papua Merdeka (TPNPB OPM) Komando Daerah Pertahanan (Kodap) XI Odiyai Dogiyai Batalyon 03 Degeianouda.
Putra mengatakan identitas pelaku diperoleh setelah aparat melakukan penyisiran dan pendalaman di lokasi kejadian. “Nopison Tebai yang merupakan kelompok TPNPB OPM Kodap XI Odiyai Dogiyai Batalyon 03 Degeianouda yang diduga tertembak,” ujar Putra kepada awak media, Minggu (10/5). (*)










