SENTANI, ODIYAIWUU.com — Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor (Polres) Jayapura, Kamis (16/7) melaksanakan kegiatan Police Goes to School melalui sosialisasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) kepada para siswa baru di SMP Kristen Kalam Kudus Sentani, Papua.
Police Goes to School dilaksanakan dalam rangka menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini serta mendukung pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Aula SMP Kristen Kalam Kudus Sentani, Jalan Agus Karici, Papua. Kegiatan diikuti para guru dan siswa-siswi yang sedang mengikuti rangkaian MPLS.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 09.30 WIT tersebut dipimpin personel Unit Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Sat Lantas Polres Jayapura, yakni Aiptu Bahtiar Yusuf, SH; Aipda Muh Saing; dan Aipda I Kadek Karyata, SH.
Aiptu Bahtiar Yusuf dalam kesempatan itu mengajak seluruh siswa untuk memahami pentingnya keselamatan berlalu lintas sebagai bagian dari disiplin dan tanggung jawab sebagai warga negara.
Para pelajar juga diberikan pemahaman mengenai kewajiban mematuhi rambu-rambu lalu lintas, pentingnya menggunakan helm berstandar SNI saat berkendara.
Langkah itu ditempuh sebagai upaya melindungi diri dari risiko cedera kepala akibat kecelakaan serta kewajiban memiliki surat izin mengemudi (SIM) bagi pengendara yang telah memenuhi persyaratan usia dan administrasi.
Selain itu, personel Sat Lantas juga menegaskan, para siswa yang masih di bawah umur belum diperbolehkan mengendarai kendaraan bermotor ke sekolah.
Edukasi tersebut diberikan sebagai langkah preventif guna menekan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar, sekaligus membangun kesadaran agar para siswa mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas di jalan raya.
Kepala Kepolisian Resor Jayapura AKBP Dionisius Vox Dei Paron Helan, SIK, MH, M.Tr.Mi melalui Kasat Lantas AKP Robertus Rengil mengatakan, Program Police Goes to School merupakan salah satu upaya Polri dalam membentuk karakter generasi muda yang disiplin, taat hukum, dan memiliki budaya tertib berlalu lintas sejak dini.
“Melalui kegiatan ini kami berharap para pelajar tidak hanya memahami aturan lalu lintas, tetapi juga mampu menjadi pelopor keselamatan bagi diri sendiri, keluarga maupun lingkungan sekitarnya. Keselamatan di jalan dimulai dari kesadaran dan kedisiplinan setiap individu,” ujar Robertus di Sentani, Jayapura, Papua, Kamis (16/7).
Robertus juga mengingatkan para pelajar agar fokus menuntut ilmu, terus mengejar cita-cita, serta menghindari berbagai perilaku negatif yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga maupun sekolah.
“Disiplin dalam kehidupan sehari-hari, termasuk disiplin berlalu lintas merupakan bagian penting dalam membentuk generasi penerus bangsa yang berkualitas,” kata Robertus lebih lanjut. (*)










