Partai Golkar Kota Sorong Gelar Musda ke VI, Fokus Konsolidasi dan Pemilihan Nahkoda Partai

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Sorong dan para peserta saat pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI Parta Golkar Kota Sorong di Drei Kinder, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Kamis (16/7). Foto: Istimewa

KOTA SORONG, ODIYAIWUU.com — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Sorong, Kamis (16/7) menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI di Drei Kinder, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya

Musda partai berlambang Pohon Beringin tersebut merupakan forum strategis yang bertujuan melakukan konsolidasi organisasi dan pemilihan ketua yang akan menahkodai partai periode 2025-2030.

Musda juga menjadi bagian percepatan konsolidasi Partai Golkar Kota Sorong guna menata kepengurusan partai hingga di tingkat distrik dan kelurahan atau desa sekaligus dalam rangka membesarkan Golkar di Papua Barat Daya hingga nasional.

Ketua DPD Partai Golkar Papua Barat Septinus Lobat saat membuka Musda menekankan pentingnya menjaga soliditas antara pimpinan dan anggota di semua tingkatan guna membesarkan partai.

Septinus juga meminta seluruh kader penerima hasil pemimlihan dan bersama-sama bergandengan tangan membesarkan Partai Golkar Kota Sorong dalam semangat Golkar Solid, Rakyat Maju Menuju Kemenangan pada Pemilu 2029.

“Musda ke-VI Partai Golkar Kota Sorong menjadi bagian dalam rangkaian konsolidasi Partai Golkar di Papua Barat Daya,” ujar Septinus yang juga Wali Kota Sorong disambut aplaus para peserta dan kader.

Septinus mengatakan, setelah Musda Golkar Kota Sorong Musda akan dilaksanakan Musda di Kabupaten Sorong pada 24 Juli mendatang disusul Kabupaten Raja Ampat, Tambrauw, Sorong Selatan, dan Maybrat. Targetnya, proses konsolidasi tingkat kabupaten dan kota rampung paling lambat 17 Agustus.

“Kami punya batas waktu. Selambat-lambatnya 17 Agustus seluruh DPD tingkat II sudah harus terbentuk. Setelah itu mereka wajib melakukan konsolidasi sampai ke distrik dan kampung-kampung untuk merebut hati rakyat dan membangun Papua Barat Daya bersama Partai Golkar,” ujar Septinus.

Septinus juga mengatakan, Kota Sorong dipilih sebagai daerah pertama pelaksanaan Musda karena memiliki posisi strategis dan barometer politik Partai Golkar di Papua Barat Daya.

“Hari ini kita memulai Musda Golkar Kota Sorong karena Kota Sorong merupakan barometer politik Golkar di Papua Barat Daya. Melalui Musda ini kita membahas program-program strategis untuk memenangkan Pemilu 2029 sekaligus memilih ketua dan menyusun kepengurusan DPD Golkar Kota Sorong masa bakti 2025-2030,” kata Septinus.

Menurut Septinus, pelaksanaan Musda bukan sekadar strategi politik, melainkan amanat konstitusi organisasi yang harus dijalankan melalui konsolidasi partai secara menyeluruh hingga ke tingkat akar rumput.

Septinus menargetkan seluruh Musda DPD Partai Golkar di lima kabupaten dan satu kota di Papua Barat Daya selesai paling lambat 17 Agustus 2026. Setelah itu, kepengurusan baru akan melanjutkan konsolidasi hingga tingkat distrik dan kampung.

“Saya perlu sampaikan, kebih baik kerja daripada banyak berpidato. Jangan bicara indah-indah tetapi kerjanya nol. Karena itu, Golkar harus menunjukkan sesuatu yang benar-benar dirasakan dan dilihat rakyat Papua Barat Daya,” kata Septinus mengingatkan.

Sementara itu Pelaksana Ketua DPD Golkar Kota Sorong Max Hehanusa mengatakan, Musda merupakan Amanah organisasi yang bertujuan memastikan konsolidasi partai berjalan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

“Musda bukan sekadar agenda seremonial melainkan momentum penting untuk mengevalasi kepengurusan sebelumnya, Menyusun program kerja yang realistis sekaligus memilih pemimpin baru yang mampu membawa kejayaan Partai Golkar Kota Sorong,” kata Hehanusa.

Hehanusa juga mengajak seluruh peserta menggunakan hak dan kewajibannya secara bertanggung jawab, menjunjung tinggi etika politik serta mengutamakan kepentingan partai di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Perbedaan pendapat mungkin terjadi selama proses Musda. Namun, setelah keputusan Musda ditetapkan maka seluruh kader wajib bersatu di bawah kepemimpinan yang baru guna membesarkan Partai Golkar,” kata Hehanusa lebih lanjut.

Ketua Panitia Musda ke-VI Partai Golkar Kota Sorong Agata Ure Wukak, SM dalam laporannya mengatakan, dasar pelaksanaan Musda merujuk ketentuan AD/ART Partai Golkar khususnya Pasal 39 Tentang Musyawarah dan Rapat-Rapat tingkat Kabupaten/Kota. Kemudian, Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) DPP Partai Golkar Nomor 02 /DPP/Golkar/IV/2025 tentang Musyawarah-Musyawarah dan Rapat-Rapat Partai Golongan Karya di Daerah.

Selain itu, Musda juga dilaksanakan berdasarkan Keputusan Rapat Pleno DPD Partai Golkar Propinsi Papua Barat Daya tentang Pelaksanaan Musda Kabupaten/Kota se-Papua Barat Daya. Berikut Rapat Pleno DPD Partai Golkar Kota Sorong tentang Panitia Penyelenggara Musda SK-No Skep-11/DPD/Golkar/KS/VI Partai Golkar Kota Sorong.

“Tujuan Musda adalah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kepengurusan periode sebelumnya, menyusun Program Kerja Strategis Periode 2025-2030, memilih Ketua DPD Partai Golkar Kota Sorong periode 2025-2030 secara demokratis, bermartabat dan terbuka serta memperkuat konsolidasi partai hingga tingkat distrik dan kelurahan,” kata Ety Wukak.

Menurut Ety Wukak, sapaan akrab Agata Ure Wukak, pihak panitia juga berharap Musda ke-VI Partai Golkar Kota Sorong dapat melahirkan kepemimpinan yang kuat, visioner, dan mampu menjaga soliditas partai.

Selain itu, Musda juga diharapkan menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang membawa Partai Golkar semakin dicintai rakyat Kota Sorong. Musda juga diharapkan memperkuat posisi Golkar sebagai partai karya dan kekaryaan yang hadir memberikan solusi nyata bagi masyarakat Kota Sorong

“Mari kita kawal Musda ke-VI Partai Golkar Kota Sorong dengan hati yang dingin dan kepala yang jernih. Perbedaan pilihan adalah hal yang wajar dalam proses pelembagaan demokrasi. Namun, persatuan dan kebesaran Partai Golkar harus tetap menjadi prioritas utama karena bagi kita suara rakyat adalah suara Golkar,” kata Ety Wukak, Sarjana Manajeman (SM) jebolan Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah, Sorong. (*)