DAERAH  

OPM Klaim Bertanggung Jawab Atas Penembakan di Kali Biru, WNI Diminta Tinggalkan Yahukimo

Anggota TPNPB OPM Komando Daerah Pertahanan (Kodap) XVI Yahukimo Korowai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Foto: Istimewa

DEKAI, ODIYAIWUU.com — Anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, sayap militer Organisasi Papua Merdeka (TPNPB OPM) Komando Daerah Pertahanan (Kodap) XVI Yahukimo Korowai, Senin (27/4) mengaku bertanggung jawab atas aksi penembakan dua agen intelijen aparat keamanan Indonesia dan dua unit mobil di Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan.

“Kami menerima laporan resmi dari Mayor Mackar Sobolim bersama pasukan dari medan perang pada hari Senin (27/4) di Kali Biru, Kota Dekai, Yahukimo. Kami meminta warga imigran Indonesia segera kosongkan wilayah perang di Yahukimo,” ujar Juru Bicara Komnas TPNPB OPM Sebby Sambon melalui keterangan yang diperoleh Senin (27/4) malam.

Sebby menjelaskan, pasukan Mayor Mackar Sobolim melakukan penembakan terhadap dua orang agen intelijen Pemerintah Indonesia. Keduanya korban itu menyamar sebagai aparatur sipil negara (ASN) di Yahukimo.

Kedua korban dikabarkan mengalami kritis. Dua unit mobil juga dikabarkan mengalami bocor pada pintu dan bodinya. Penembakan terjadi di Kali Biru, Kota Dekai, Kabupaten Yahukimo di bawaan pimpinan Mackar bersama Lampion Heluka dan pasukan.

“Kami juga menegaskan kepada aparat keamanan Indonesia agar jangan menyembunyikan seluruh agen intelijen pemerintah Indonesia yang ditembak. Aksi ini benar-benar kami lakukan dan siap bertanggung jawab,” katanya.

Menurut Sebby, Mayor Mackar juga melaporkan bahwa sejak Minggu (26/4) pihaknya sudah mengeluarkan ultimatum bahwa semua sopir dan pengguna motor yang melewati wilayah perang harus menurunkan kaca mobil dan helm.

“Jika tidak kami siap tembak karena itu bagian dari agen intelijen Indonesia. Oleh karena himbauan tersebut tidak diindahkan maka hari (Senin, 27/4) ini kami sudah eksekusi dua orang dan dua unit mobil,” ujar Sebby.

Pihak OPM juga menghimbau warga imigran Indonesia dan aparat keamanan agar segera keluar dari wilayah Yahukimo karena wilayah itu sudah ditetapkan sebagai wilayah perang.

“Kami juga mengimbau kepada warga imigran Indonesia dan orang Papua agar segera kosongkan wilayah Yahukimo karena Mackar Sobolim dari Korowai telah berada di wilayah perang di Yahukimo. Pasukannya siap perang,” katanya.

Menurut Sebby, Komnas TPNPB mengimbau kepada Pemerintah Indonesia agar segera mengevakuasi seluruh warga imigran Indonesia keluar dari wilayah perang. Baik yang berprofesi sebagai ASN, tukang bangunan, tukang ojek, sopir taksi, dan guru-guru serta nakes yang dididik oleh aparat Indonesia lalu ditempatkan di wilayah konflik.

“Jika tidak kami akan terus melakukan penembakan terhadap mereka jika negara indonesia mengabaikan ultimatum ini. Hal ini perlu kami sampaikan demi keamanan dan jaminan keselamatan bagi warga sipil di wilayah konflik bersenjata,” katanya.

Sebby menambahkan, jika pemerintah tidak mendengar perintah evakuasi warga imigran maka seluruh korban menjadi tanggung jawab negara Indonesia. (*)