Jejak Pengabdian Intelektual Muda Imanuel Gurik Mewujud Buku Demi Kemajuan Kabupaten Tolikara

Intelektual dan birokrat muda tanah Papua Dr Imanuel Gurik, SE, M.Ec.Dev. Foto: Istimewa

KARUBAGA, ODIYAIWUU.com — Intelektual dan birokrat muda tanah Papua Dr Imanuel Gurik, SE, M.Ec.Dev memiliki perhatian serius selama bekerja sebagai aparatur sipil negara (ASN) di lingkup pemerintahan.

Imanuel Gurik juga menaruh perhatian (concern) dalam urusan literasi melalui sejumlah buku karyanya hingga gagasan bernas yang menyebar melalui opini yang menyebar di berbagai media lokal maupun nasional terkait isu-isu muthakir, terutama pembangunan nasional dan daerah.

“Ada satu hal yang terus menjadi pertanyaan dalam hati selama bekerja di lingkungan pemerintahan. Misalnya, mengapa program yang sudah direncanakan dengan baik terkadang belum sepenuhnya sesuai dengan anggaran dan pelaksanaannya,” ujar Imanuel Gurik di Karubaga, kota Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan, Kamis (15/10).

Menurut Imanuel, intelektual tanah Papua dan Magister (S2) Bidang Perencanaan Pembangunan jebolan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, dalam berbagai proses penyusunan dokumen, ia belajar bahwa tantangannya bukan hanya membuat perencanaan, tetapi bagaimana menjaga agar rencana, anggaran, dan hasil pembangunan benar-benar sejalan.

“Pengalaman tersebut membuat saya banyak berpikir dan belajar. Saya berpikir persoalan ini perlu dipahami lebih dalam. Bukan sekadar berpijak atau berdasarkan pengalaman kerja, tetapi juga melalui penelitian ilmiah,” ujar Imanuel, doktor lulusan Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, Papua.

Dari situ Imanuel mengangkat persoalan konsistensi perencanaan dan penganggaran sebagai penelitian disertasi. Ia beryukur kepada Tuhan karena hasil riset meraih gelar doktor di Uncen kini sudah mewujud buku berjudul Konsistensi Perencanaan dan Penganggaran Daerah pada Organisasi Perangkat Daerah.

“Setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya buku ini sudah tiba di tanhah. Saya menyambut buku karya saya ini dengan penuh syukur kepada Tuhan. Tuhan memampukan saya merampungkan hasil riset menjadi buku. Ada kebahagiaan tersendiri melihat hasil perjalanan belajar dan pengalaman kerja menjadi sebuah buku,” kata Imanuel.

Imanuel mengatakan, melalui buku tersebut, ia berniat berbagi pemahaman dan pengalaman tentang arti penting menjaga keterkaitan antara dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Rencana Strategis (Renstra), Rencana Kerja (Renja), dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS), Rencana Kerja dan Anggaran (RKA), Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) hingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Semua dokumen tersebut harus saling mendukung agar program dan anggaran tetap mengarah pada target pembangunan daerah.

Imanuel berpikir, hasil penelitian ini akan lebih berarti apabila dapat dibaca dan dimanfaatkan oleh para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). Karena itu, untuk tahap awal ia berniat membagikan masing-masing satu buku kepada 20 OPD di Tolikara, sesuai jumlah yang tersedia.

Imanuel berharap agar para pimpinan OPD, para ASN, dan staf perencana dan pengelola keuangan dapat menjadikan buku ini sebagai sumber bacaan dan diskusi dalam menjalankan tugas pelayanan pemerintahan dan pembangunan.

Bagi Imanuel, buku karya tersebut bukan sekadar eksplorasi kemampuan dan tanggung jawab intelektual tetapi bagian dari perjalanan belajar dan kerinduan untuk berbagi pengalaman. Apa yang dipelajari selama bekerja sebagai abdi negara dan warga bangsa, paling kurang karyanya tersebut memberi manfaat bagi orang lain sekaligus meramaikan literasi yang saat ini menjadi gerakan bersama di tanah Papua.

“Saya percaya, perbaikan pembangunan daerah dimulai dari kemauan kita untuk terus belajar, saling berbagi, dan memperbaiki cara kerja bersama. Semoga buku sederhana ini menjadi sumbangan kecil bagi peningkatan kualitas perencanaan dan penganggaran pembangunan Tolikara dan tanah Papua umumnya. Terima kasih. Tuhan memberkati,” ujar Imanuel.

Imanuel lahir 19 Oktober 1974 di Kanggime, Tolikara, Papua Pegunungan. Ia anak kedua dari enam bersaudara dari pasangan suami-istri: Arius Weyagurik, S.Sos (Almarhum) dan Tania Gurik (Almarhumah). Imanuel masuk SD Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Gereja-Gereja Injili (YPPGI) Kanggime hingga lulus tahun 1988 dan SMP Negeri Karubaga (1991), SME Yapis Wamena (1994).

Imanuel merampungkan sarjana Strata 1 (S1) di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Ottow & Geissler Jayapura tahun 2000. Ia kemudian melanjutkan studi S2 jurusan Ekonomi Pembangunan (MEP), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UGM hingga lulus 2009. Tahun 2025 meraih S3 bidang Ekonomi di Program Doktor Ilmu Ekonomi Uncen Jayapura.

Sejak mahasiswa Imanuel terjun dalam berbagai organisasi dan menduduki sejumlah posisi penting.  Ia menjabat Ketua Asrama Wilayah Toli di Jayapura tahun 1995, Ketua Badan Pengurus Pusat (BPP) Wahana Pembinaan Pemuda Obor Sukacita (WAPPOS) Papua tahun 1997, dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) BPP Ikatan Pelajar Mahasiswa Pegunungan Tengah (IPMPT) Irian Jaya tahun 1998.

Imanuel lulus seleksi CPNS Tolikara tahun 2003. Kepercayaan terus mengalir. Tahun 2004–2006, dipercaya sebagai Bendahara Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Tolikara, kemudian Kepala Sub Bidang (Kasubid) Investasi dan Promosi Bappeda Tolikara tahun 2010.

Kemudian, tahun 2012 menjabat Kabid Statistik dan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Bappeda Kabupaten Lanny Jaya tahun 2012, Sekretaris Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Perindagkop) Tolikara tahun 2013, dan Kepala Dinas Perindagkop Tolikara tahun 2014.

Selain itu, menjabat Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Tolikara tahun 2016, Kepala Dinas DPMPTSP Tolikara tahun 2018 dan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Tolikara tahun 2019 hingga Kepala Bappeda Tolikara tahun 2022.

Sejak 2025 hingga saat ini menjabat Asisten II Setda Tolikara. Imanuel juga menulis sejumlah buku antara lain Papua dan Tanggung Jawab Negara, Konsistensi Perencanaan dan Penganggaran Daerah pada Organisasi Perangkat Daerah, dan lain-lain. Kepingan opininya juga menyebar di berbagai media baik lokal maupun nasional.(*)