KEFAMENANU, ODIYAIWUU.com — Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Santa Maria Bunda Pembantu Abadi Sr dr Barbara Wilhelmin Key, PRR memohon bantuan Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto membantu ambulans untuk memudahkan pelayanan kesehatan bagi pasien kusta dan masyarakat di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur.
“Mobil ambulans milik kami mengalami kecelakaan pada Sabtu (27/9) lalu saat melayani pasien lanjut usia. Puji Tuhan, supir dan pasien selamat tetapi ambulans rusak Kami sangat kewalahan karena mobil tidak beroperasi lagi. Kami berdoa dan berharap bisa ditolong Bapak Presiden,” ujar Barbara Key di Desa Naob, Kecamatan Noemuti Timur, Kabupaten TTU, NTT, Rabu (14/10).
Menurut Sr dr Wilhelmin, biarawati kelahiran desa nelayan Lamalera, Pulau Lembata, langkah meminta tolong Presiden beralasan mengingat pelayanan kepada pasien kusta dan masyarakat yang membutuhkan di beberapa kabupaten seperti Kabupaten Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan, Belu, dan Malaka di tapal batas RI-Timor Leste sangat urgen dan tidak bisa dihindari.
“Kondisi jalan di sejumlah desa di wilayah pelayanan kami masih berbatu-batu sehingga ambulans kami perlu ekstra hati-hati. Selama 29 tahun rumah sakit kami sudah memberikan pelayanan secara gratis kepada penderita kusta. Karena itu, saya memberanikan diri meminta tolong Bapak Presiden. Semoga kami ditolong ambulans sehingga pelayanan kami tidak berhenti,” kata Sr Wilhelmin, dokter lulusan Universitas Kristen Krida Wacana, Jakarta.
Menurut Sr Wilhelmin, biarawati ambulance satu-satunya kebanggaan rumah sakit tersebut setiap hari menembus debu, lumpur dan jalanan berbatu untuk menghantar jemput para pasien terkhusus pasien kusta. Apesnya, setelah mengalami kecelakaan kondisinya rusak berat dan tidak bisa lagi beroperasi.
“Puji Tuhan, sopir dan petugas kami selamat, meski masih syok. Sampai saat ini bila ada pasien yang harus kami jemput di desa terpencil, tidak bisa kami lakukan. Begitu pula bila ada anak yang kejang di tengah hutan, kami harus berkata, ‘maaf, tunggu…..’. Padahal setiap detik adalah nyawa,” ujar Sr Wilhelmin.
Menurut Sr dr Wilhelmin, selama ini para petugas melayani dengan prinsip mulia: ‘debu di kaki, surga di hati.’ Karena itu, para petugas medis rumah sakit milik Kongregasi Putri Reinha Rosari tidak pernah menolak panggilan sejauh apapun bahkan beda kabupaten.
“Kami sungguh menyadari bahwa kami adalah satu-satunya harapan pasien kusta dan masyarakat yang membutuhkan pelayanan. Hari ini, harapan itu yang butuh diselamatkan,” katanya.
Ia menambahkan, pihaknya tidak meminta gedung baru atau alat kesehatan yang mewah. Namun, hanya meminta bantuan ambulans yang rusak parah kembali mengaspal.
“Biaya perbaikan sangat besar, jauh di luar kemmapuan rumah sakit kecil seperti kami dengan pelayanan murni sosial. Kami tetap setia melayani pasien kusta dan masyarakat yang membutuhkan pelayanan. Kami rindu melayani dengan kasih hingga ke pelosok terpencil sekalipun. Satu-satunya doa dan harapan kami bisa ditolong Bapak Presiden,” ujar Sr dr Wilhelmin. (*)










