Puisi: Di Kebun Anggur Kasih-Nya dan Berbuah dalam Terang Baru Karya Yance Dou

Seorang pria sedang berdoa di bawah Salib Kristus Yesus. Sumber foto ilustrasi: depositphotos.com / Sognolucido

Kesabaran yang Tak Bertepi

 

Namun dengarlah…

Allah bukanlah hakim dendam yang meremukkan dalam murka

Ia adalah Bapa yang berdiri di tepi jalan

Menanti anak yang hilang dengan bola mata yang sembab

 

Kesabaran-Nya bukan diam yang pasif dan kaku

Melainkan arus cinta yang terus mengalir

meski dihantam karang ketidaksetiaan

 

Seperti orang tua yang hatinya diiris luka oleh anak yang tersesat

Ia tak pernah benar-benar menutup pintu rumah-Nya

Ia menegur kesalahan, namun tak pernah mematikan harapan

 

Kebebasan yang Ia berikan adalah risiko dari kasih

Sebab cinta tanpa kebebasan hanyalah insting yang bisu

Ia berani terluka, agar kita belajar menyintai secara nyata 

 

Badai Keserakahan dan Cinta yang Ditolak

 

Namun, di bawah naungan daun-daun nan hijau

Akar keserakahan merayap perlahan dan dingin

Kita ingin memiliki apa yang seharusnya kita syukuri

Buah-buah manis yang seharusnya dipersembahkan kembali

 

Malah kita genggam erat dengan jemari yang kaku dan tamak

Nabi demi nabi Ia utus menyampaikan rindu

Lewat teguran halus orang tua, lewat bisikan firman

Lewat peristiwa penderitaan, banjir, dan tangis bumi yang merintih

 

Namun kita tuli oleh bisingnya keinginan diri

Hingga Putra Tunggal-Nya Ia utus menyeberangi bukit

Membawa senyum kedamaian dan tangan yang terbuka

Namun kita menyambut-Nya dengan batu dan palu

Menolak batu penjuru, membuang cinta ke luar tembok kota

 

Berbuah dalam Terang Baru

 

Kini kebun anggur itu ada di dalam dada kita masing-masing

Bukan lagi milik satu bangsa atau golongan

Tetapi menjadi kediaman bagi setiap hati yang bersyukur

Apa yang telah kita tanam di tanah berkah ini?

 

Apakah ladang jiwa kita dipenuhi bunga-bunga kebaikan

Ataukah dibiarkan liar dipenuhi semak duri keangkuhan?

Salib di Golgota telah menjadi batu penjuru baru

 

Dari kayu yang patah itu, mengalir undangan yang tak pernah usai:

“Kembalilah, kelola kembali kebun ini dengan cinta.”

Mari kita berikan waktu kita dalam doa yang hening

 

Mari kita ulurkan tangan bagi mereka yang terluka dan letih

Sebab ketika kita merawat sesama dengan belas kasih

Kebun anggur Allah kembali berbunga

Dan cinta-Nya tidak lagi bertamu pada pintu yang terkunci

 

Di Kebun Anggur Kasih-Nya

 

Di awal waktu, ketika bumi masih memegang embun yang murni

Tangan Agung itu meretas tanah, menanam kebun anggur kehidupan

Dipagarinya kita dengan hukum kasih yang memeluk

Didirikannya menara penjaga agar jiwa tak dicuri gulita

 

Tuhan tidak menyerahkan dunia ini dengan rantai besi

Ia menyerahkannya dengan bentangan kepercayaan yang bebas

Seperti pemilik kebon yang pergi menembus ufuk

Ia percaya, manusia sanggup mengelola benih dengan cinta

 

Namun betapa rapuhnya kita ketika pengawasan tak lagi kasat mata

Ketika atasan tak memandang, ketika tak ada mata menatap

Apakah kita tetap setia, atau melepas kejujuran ke dalam angin?

Jayapura, 4 Oktober 2026

Karya Yance Dou

Yance Dou lahir 5 September 1980 di Kampung Pudu, Distrik Tigi Barat, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah. Nama lengkapnya, Pastor Yanuarius Puduwiyai Apkulol Dou, Pr. Akrab disapa Romo Yance Dou atau Pastor Yanuarius Dou.

Romo Yance Dou menempuh studi S1 di Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi (STFT) Fajar Timur, Abepura Jayapura, Papua tahun 2001-2005. Ia kemudian melanjutkan kuliah hingga lulus S2 di STFT Fajar Timur tahun 2007-2009.

Romo Yance Dou ditahbiskan menjadi imam pada 13 Februari 2011 di Paroki Gembala Baik Abepura, Jayapura. Ia meraih gelar Lich Theol Spirit di Fakultat Theologi Moral dan Spiritual Universitas Navarra Pamplona, Spanyol, Juni 2015-Juni 2017.

Romo Yance Dou pernah menjabat Pastor Paroki Santo Petrus Oklip, Dekanat Pegunungan Bintang, Keuskupan Jayapura tahun 2010-2013. Kemudian, socius di Formasio Tahun Orientasi Rohani (TOR) Regio Papua tahun 2013-2014.

Lalu studi formasi spiritual di Jawa tahun 2014-2015 dan Direktur Spiritual TOR Regio Papua tahun 2017-2025. Sejak 2025 hingga saat ini menjabat Pimpinan Umum Dewan Eksekutif Pastoral Keuskupan Jayapura.