DAERAH  

Hasil Rakernas Perdana PNPS GMKI di Bogor: Program Tak Banyak Namun Peran yang Berdampak

Pengurus Nasional dan Anggota Perkumpulan Senior Gerakan Mahasiswa Kristen Kristen Indonesia (PNPS GMKI) saat menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PNPS GMKI di Wisma Kinasih, Bogor, Jawa Barat, Jumat-Sabtu (17-18/4). Foto: Istimewa

JAYAPURA, ODIYAIWUU.com — Pengurus Nasional Perkumpulan Senior Gerakan Mahasiswa Kristen Kristen Indonesia (PNPS GMKI) pada Jumat-Sabtu (17-18/4) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PNPS GMKI di Wisma Kinasih, Bogor, Jawa Barat.

Di bawah kepemimpinan Ketua Umum PNPS GMKI William Sabandar dan Sekretaris Jenderal Jeirry Sumampouw Rakernas menyepakati penyusunan program sembilan bidang.

Ketua Pengurus Cabang Perkumpulan Senior (PCPS) Kota Jayapura Djoni Naa mengingatkan PNPS GMKI agar membuat program secara efektif. Artinya, program tak diperlukan dalam jumlah besar namun diperlukan dampak yang dihasilkan.

“Jangan terlalu berpikir membuat program yang begitu banyak, tetapi pentingkan dampak yang dihasilkan,” ujar Djoni Naa yang juga Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Jayapura melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (23/4).

Menurut Djoni, setiap senior GMKI tentu memiliki kesibukan kerja di berbagai bidang dan memiliki pula waktu luang untuk keluarga. Karena itu, ia mengingatkan peserta agar fokus pada dua program yakni penyusunan basis data melalui website senior GMKI.

“Fokus program lainnya yaitu kerja-kerja pengurus dan anggota membantu Badan Pengurus Cabang GMKI mempersiapkan dan distribusi kader di setiap bidang pekerjaan serta pengabdian, termasuk di di bidang politik, bisnis, dan lain sebagainya,” kata Djoni, Ketua Pengurus Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (Podsi) Kota Jayapura.

Djoni juga menekankan, sebagai perkumpulan senior yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, pengurus dan anggota harus saling mendukung saat ada yang terjun dala, bursa kepala daerah, jabatan di birokrasi, politik serta wirausaha muda yang sukses di masa datang.

“Selain itu, kita juga mengerjakan sesuatu yang bisa membantu kita sendiri. Dalam arti kita kerja untuk kepentingan kita dan organisasi perkumpulan senior,” ujar Djoni lebih lanjut.

Saat pembukaan Rakernas William Sabandar menitip pesan agar dalam horizon besar Indonesia Emas 2045, senior GMKI harus memiliki kesadaran bahwa GMKI dan perkumpulan senior tidak hanya sekadar menjadi penonton sejarah, menjadi bagian dari arsitek masa depan bangsa.

William menekankan, Strategi dan Kebijakan Program PNPS GMKI 2025-2028 pada akhirnya harus memampukan perkumpulan senior menjadi tiga hal sekaligus. Pertama, rumah besar senior GMKI yang hidup. Kedua, penopang transformasi GMKI yang modern dan mandiri. Ketiga, platform kontribusi nyata umat Kristen bagi Indonesia Emas 2045.

“Seluruhnya harus dikerjakan dalam semangat bahwa perkumpulan senior berjalan seiring dengan GMKI, mendukung, mendorong, dan melindungi, bukan berdiri terpisah,” kata William.

Dalam presentasi sepanjang Sabtu (18/4), setiap bidang memaparkan perencanaan programnya. Pengurus narian mempersiapkan Rakernas di akhir kepengurusan, Rakernas setiap tahun, dan Rapat Pengurus Harian setiap tanggal 10 per bulan secara virtual.

“Dalam rapat bulanan, kami melakukan monitoring dan evaluasi program kerja berkala, serta mengambil keputusan taktis dan responsif terhadap isu-isu aktual,” kata Jeirry, senior GMKI Jakarta.

Sementara itu, Bidang I Spritualitas dan Pembinaan Iman yang dipimpin Pendeta Ronald Tapilattu (senior Jayapura) menjaga konsistensi Bible study harian, ibadah berkala serta pengembangan musik dan nyanyian gerejawi.

Bidang II Kajian dan Pengembangan GMKI dipimpin Herjon Panggabean (senior Bandung) merancang pemetaaan potensi kader dan senior GMKI untuk pengembangan pelayanan organisasi, Menyusun policy brief dan naskah pemikiran untuk penguatan GMKI serta membangun jejaring untuk pengembangan potensi komunitas.

Bidang III Komunikasi: Jaringan Internal dan Data Senior diketuai Sonya Sinombor (senior Manado) fokus pada komunikasi dan kolaborasi, database senior serta layanan data terpadu.

Bidang IV Kemitraan Eksternal dan Hubungan Antar Lembaga dipimpin Arijon Manurung (senior Bandung) mempersiapkan dialog dan konsolidasi antar lembaga, kerjasama alumni kelompok Cipayung serta kerjasama dengan lembaga pemerintah dan non pemerintah.

Bidang V Pengembangan Kapasitas dan Kepemimpinan Senior diketuai Nielma Palamba (senior Makasar) mendesain program pengembangan dan kapasitas kepemimpinan bagi senior dan kader GMKI serta menjalin kerjasama dengan lembaga pelatihan dan kampus untuk penguatan kapasitas.

Bidang VI Gender, Kebudayaan dan Inklusivitas dipimpin Lamtiar Simorangkir (senior Pekanbaru) melakukan kampanye kesadaran publik melalui media Sosial dan aksi di tempat umum, serta berkoordinasi mengenalkan PNPS GMKI dengan lembaga perempuan dan pemerintah.

Bidang VII Kemandirian Daya, Dana, dan Transformasi Digital diketuai Daniel Godwin Sihotang (senior Surabaya) memfasilitasi website dan media sosial, pelatihan-even serta penyusunan biografi senior.

Bidang VIII Medan Pelayanan dan Advokasi Gereja, Masyarakat, Bangsa/Negara dengan Atensi Khusus Papua dipimpin Johni Jonatan Numberi (senior Jayapura) merencanakan dialog peran gereja dalam keadilan sosial, perdamaian Papua dan kebangsaan serta membuka ruang percakapan inklusif antara elemen masyarakat Papua dan Jakarta untuk membangun kepercayaan.

Bidang IX Organisasi dan Tata Kelola diketuai Nelson Simanjuntak (senior Medan) menekankan konsolidasi organisasi, baik aktivasi kepengurusan PCPS maupun pembentukan cabang baru serta membuat aturan organisasi yang belum rampung. Ketua Umum PNPS GMKI 2025-2028 meminta agar GMKI dan senior GMKI tidak memiliki ’spirit jago kandang’.

“Kalau kekuatan cabang dan pengurus nasional disatukan, kita akan sangat kuat. Termasuk menempatkan anggota dan senior GMKI di berbagai posisi. Baik politik, bisnis, akademis, maupun peran strategis lain, baik di pusat dan daerah. Ini penting agar kehadiran kita bisa memberikan dampak. Kalau tak ada di instrumen itu, sulit sekali suara itu didengar,” ujar William.

William, Direktur Utama PT MRT Jakarta 2016-2022, mengibaratkan, senior GMKI harus menjadi semacam orkestrasi besar. Positioning GMKI harus bicara dalam bahasa satu narasi bersama.

“Suara boleh suara satu, suara dua, atau suara tiga, tapi lagunya tak boleh berbeda. Dirigennya harus satu, dengan setiap dari kita punya peran berbeda-beda. Ada pemain gitar, biola, organ, dan lain-lain, tapi saat lagu berakhir, kita semua menciptakan ‘legacy‘, warisan karya yang membuat orang lain puas,“ ujar William. (*)