JAYAPURA, ODIYAIWUU.com — Gubernur Papua Mathius Derek Fakhiri mengatakan, Festival Danau Sentani tidak sekadar menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk mengembangkan potensi ekonomi masyarakat.
“Budaya tidak berhenti di atas panggung. Budaya harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Mathius saat membuka Festival Danau Sentani ke-XV di Pantai Khalkote, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura mengutip papua.antaranews.com, Jumat (4/9).
Menurut Fakhiri, berbagai kegiatan dalam Festival Danau Sentani seperti seni pertunjukan, kuliner tradisional, pengembangan pangan lokal, pameran kerajinan dan keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) menunjukkan bahwa kekayaan budaya Papua memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi sumber ekonomi masyarakat.
“Untuk itu festival budaya harus memberikan ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan berbagai produk lokal kepada pengunjung,” kata Fakhiri, mantan Kapolda Papua.
Fakhiri menjelaskan seperti festival kuliner tradisional, pengembangan pangan lokal, pameran kerajinan, seni pertunjukan serta keterlibatan pelaku UMKM harus terus didorong sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat.
“Apalagi tema Festival Danau Sentani tahun ini, Budayaku Adalah Hidupku memiliki makna bahwa budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi bagian dari kehidupan masyarakat yang terus tumbuh dan berkembang,” kata Fakhiri lebih lanjut.
Fakhiri menambahkan, Festival Danau Sentani harus dimaknai sebagai ruang untuk mengenal, mencintai, menghidupkan, dan mewariskan budaya Papua kepada generasi berikutnya.
“Karena beragam atraksi yang ditampilkan dalam festival, mulai dari Isosolo atau tarian di atas perahu, panen ulat sagu, tokok atau pangkur sagu, seni musik, tari, cerita rakyat hingga kerajinan dan kuliner tradisional menjadi gambaran kekayaan budaya masyarakat Papua,” katanya.
Selain itu, lanjut Fakhiri, ketika budaya hidup maka jati diri juga hidup. Ketika jati diri kuat, maka masa depan Papua pun akan semakin kuat.
“Untuk itu kepada semua pihak dan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, pelaku usaha, seniman, pemuda, perempuan, komunitas, media hingga masyarakat untuk bersama-sama menjaga budaya sekaligus mengembangkan potensi ekonomi lokal,” ujarnya.
Pihaknya berharap Festival Danau Sentani menjadi ruang perjumpaan, kebanggaan dan kreativitas masyarakat sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi melalui sektor budaya, pariwisata dan UMKM.
“Festival Danau Sentani ke-XV Tahun 2026 dilaksanakan dari 3-5 September 2026 dengan waktu yang cukup panjang ini diharapkan dapat menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun nasional untuk berkunjung ke Kabupaten Jayapura,” kata Fakhiri. (*)










