Wahana Lingkungan Hidup Indonesia dan Pemkab Dogiyai Sinergi Membangun Masyarakat Adat

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Dogiyai Natan Tebai (kiri) dan Direktur Walhi Wilayah Papua Maikel Peuki (kanan). Foto: Istimewa

MOWANEMANI, ODIYAIWUU.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai melalu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) terus bersinergi dengan sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang concern di bidang lingkungan hidup dan pemberdayaan masyarakat adat.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Dogiyai Natan Tebai mengatakan, pihaknya meminta dukungan sejumlah LSM baik lokal maupun nasional bersinergi melakukan pendampingan, pelatihan dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) membantu masyarakat adat di wilayah itu.

“Senin (10/8) saya berkunjung ke Kantor Wahana lingkungan Hidup, Walhi Wilayah Papua dan berdiskusi dengan Direktur Walhi Wilayah Papua Maikel Peuki dan sejumlah pengurus Walhi. Kami diskusikan sejumlah hal terkait masyarakat adat, pembuatan peta parsitipatif, pemetaan wilayah, pendampingan program kongkrit dalam lembaga-lembaga masyarakat adat,” ujar Natan Tebai.

Menurut Natan, masyarakat adat hidup diatas lahan adat “leluhur” yang memiliki kekayaan alam berupa emas, uranium, nikel, batubara dan lain-lain. Namun, ia mengaku potensi itu selalu berada dalam intaian bencana lingkungan, menjadi daerah konflik yang berujung terjadinya aksi penembakan, pembunuhan, penyiksaan hingga terjadinya gelombang pengungsian yang masif.

Natan menambahkan, sebelum terjadi aneka persoalan di atas masyarakat diajak untuk mengenali dirinya, asal usul, pembagian warisan-batasan wilayah, dan lain-lain.

Maikel Peuki menyambut biat baik Pemkab Dogiyai melalui dinas tersebut untuk menyelamatkan hak-hak masyarakat adat. Peuki juga membenarkan tanah masyarakat adat dalam perut bumi biasa jadi incaran investor sehingga perlu dicegah sedini mungkin.

“Walhi Wilayah Papua punya program penguatan organisasi adat sehingga akan bekerja sama secara langsung dengan organisasi masyarakat adat di Dogiyai,” kata Peuki.

Kolaborasi antara Walhi dan Pemkab Dogiyai melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat penting bukan hanya untuk mendukung program pembangunan masyarakat adat tetapi juga Pemda Dogiyai. (*)