Dokter Spesialis Bedah Syaraf asal Papua Jadi Komandan Upacara HUT Kemerdekaan di Shanghai

Dokter spesialis bedah syaraf asal Papua dr Yosep Mote saat menjadi komandan upacara saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Shanghai, Senin (17/8). Sumber: Antara/HO-KJRI Shanghai

BEIJING, ODIYAIWUU.com — Dokter spesialis bedah syaraf asal Papua dr Yosep Mote menjadi komandan upacara saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Shanghai.

Selain dr Mote, yang kini sedang melanjutkan tugas belajar di Shanghai, ada sepuluh orang pelajar dan pekerja Indonesia yang saat ini berada di Shanghai bertugas sebagai Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Merah Putih.

“Setiap peringatan kemerdekaan hendaknya menjadi momentum untuk kembali memahami makna kemerdekaan dan menguatkan komitmen kita untuk mengisinya dengan kerja nyata bagi bangsa dan negara,” kata Konsul Jenderal Republik Indonesia di Shanghai Berlianto Situngkir mengutip papuatengah.antaranews.com di Jakarta, Selasa (18/8).

Upacara pengibaran bendera dalam HUT ke-81 kemerdekaan RI itu sendiri berlangsung di halaman gedung lokasi KJRI Shanghai yang terletak di Distrik Changning dan dihadiri sekitar 160 warga negara Indonesia (WNI).

Upacara berlangsung dalam kondisi cerah meski masih terpengaruh dampak Topan Dolphin yang sempat membuat sejumlah lokasi di Shanghai banjir. Upacara menjadi momentum bagi masyarakat Indonesia di perantauan untuk mengenang perjuangan para pahlawan serta kembali merefleksikan makna kemerdekaan.

“Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini merupakan hasil perjuangan panjang, pengorbanan jiwa dan raga, serta persatuan seluruh elemen bangsa,” kata Berlianto lebih lanjut. dr Mote dan anggota Paskibra lainnya menjalani sekitar dua bulan latihan untuk mempersiapkan upacara tersebut.

Saat ini, dr Mote sedang menjalani program “fellowship” di salah satu rumah sakit di Shanghai. Ia sebelumnya telah menyelesaikan program spesialis bedah saraf dari Universitas Udayana, Bali dan praktik di RSUD Jayapura.

Seusai upacara yang berlangsung sekitar 40 menit, Berlianto, staf KJRI Shanghai dan WNI pun melangsungkan acara keruk tumpeng dan silaturahmi masyarakat Indonesia.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan menjadi kesempatan bagi masyarakat Indonesia di Shanghai dan sekitarnya untuk memperkuat rasa kebersamaan sebagai satu komunitas. (*)