Bupati Willem Wandik Ajak Masyarakat Sukseskan Festival Etnik Religi Tolikara Tahun 2026

Bupati Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan Willem Wandik, S.Sos. Foto: Istimewa

KARUBAGA, ODIYAIWUU.com — Bupati Kabupaten Tolikara Willem Wandik, S.Sos mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan Festival Etnik Religi (FER) Tolikara 2026 yang akan diselenggarakan pada Rabu-Kamis (12–13/8) di Karubaga, kota Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan.

Bupati menyampaikan ajakan tersebut saat kegiatan persiapan Festival Etnik Religi Tolikara Tahun 2026. Festival Etnik Religi, tegasnya, bukan sekadar agenda seremonial atau hiburan tahunan.

Namun, kata Wandik, festival tersebut merupakan momentum budaya strategis untuk memperkuat iman, melestarikan budaya, mempererat persaudaraan serta memperkenalkan jati diri Tolikara kepada masyarakat Papua, Indonesia bahkan dunia.

“Festival Etnik Religi Tolikara 2026 juga diharapkan menjadi ruang perjumpaan antara nilai-nilai keagamaan, adat, sejarah, seni, pendidikan, pariwisata, olahraga, dan ekonomi kreatif,” ujar Bupati Wandik melalui keterangan tertulis dari Karubaga, Tolikara, Papua Pegunungan, Rabu (29/7).

Festival Etnik Religi Tolikara 2026 akan menampilkan tiga atraksi utama, yaitu Tarian Kolosal Sejarah Masuknya Injil di Lembah Toli, Lendawi (tradisi ratapan dan syair perjumpaan) sebagai warisan budaya masyarakat, serta Atraksi Tandem Paralayang yang menampilkan potensi wisata alam Tolikara.

“Festival juga akan menghadirkan pameran identitas distrik dan kampung serta panggung kesaksian budaya dan perdamaian. Karena itu saya mengajak seluruh masyarakat untuk menunjukkan keramahan sebagai ciri khas masyarakat pegunungan Papua. Setiap tamu yang datang harus disambut dengan baik, diberikan pelayanan yang ramah serta merasakan suasana aman dan damai selama festival berlangsung,” katanya.

Di sisi lain, Festival Etnik Religi diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui keterlibatan pelaku UMKM, mama-mama Papua, petani, pengrajin, pelaku kuliner, seniman, hingga pelaku ekonomi kreatif. Dengan demikian, masyarakat menjadi pelaku utama sekaligus penerima manfaat dari penyelenggaraan festival.

Bupati Wandik juga mengajak masyarakat menjaga persatuan, melestarikan budaya, memperkuat iman, merawat lingkungan, serta menyukseskan Festival Etnik Religi Tolikara 2026 sebagai wajah baru Tolikara yang religius, berbudaya, damai, dan terbuka bagi semua. (*)