BANDUNG, ODIYAIWUU.com — Anggota Dewan Energi Nasional Republik Indonesia Prof Dr Ir Johni Jonatan Numberi, M.Eng, IPM, ASEAN Eng, Kamis (22/10) menerima Penghargaan AFEO Honorary Fellow dalam rangkaian Conference of the Asean Federation of Engineering Organisations (CAFEO) ke-44 di Pullman Bandung International Convention Centre, Jawa Barat.
CAFEO 44 diselenggarakan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) pada Rabu-Kamis (20–22/10) dan mempertemukan sekitar 1.200 peserta dari 11 negara Association of Southeast Asian Nations (Asean). Forum ini mengangkat tema Future of Asean: Shared Prosperity and Humanity Through Inclusive and Sustainable Industrialisation.
Berdasarkan surat resmi PII, Johni Jonatan Numberi, Guru Besar Universitas Cenderawasih (Uncen), Jayapura, dinyatakan memenuhi kriteria untuk menerima AFEO Honorary Fellow melalui usulan dan persetujuan 11 anggota Asean Federation of Engineering Organisations (AFEO).
Dokumentasi acara memperlihatkan Johni Jonatan Numberi mengenakan medali dan memegang piagam penghargaan bersama para penerima lainnya. Namanya tercantum pada urutan kelima di kolom kiri layar daftar penerima Indonesia dalam sesi AFEO Honorary Fellow & Member Award.
Sejumlah tokoh keinsinyuran Indonesia yang turut tercantum pada layar penghargaan tersebut antara lain Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Tatacipta Dirgantara, CTO Danantara Sigit Puji Santosa, Bambang Pramujati, Jamaluddin Jompa, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri, dan Todotua Pasaribu.
Penghargaan ini menjadi pengakuan regional bagi Johni Jonatan Numberi sebagai salah satu tokoh keinsinyuran Indonesia. Dalam kapasitasnya sebagai Anggota Dewan Energi Nasional RI, pencapaian tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi keinsinyuran dalam mendukung ketahanan energi dan pembangunan berkelanjutan.
Asean Federation of Engineering Organisations ke-44 menjadi ruang untuk mempererat kerja sama insinyur Asean, memperluas pertukaran pengetahuan, dan mendorong penerapan teknologi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Chair CAFEO ke-44 sekaligus Direktur Eksekutif PII Santhi H Serad mengatakan, penyelenggaraan tahun ini berbeda dari sebelumnya karena kegiatan kelompok kerja dan kunjungan teknis tidak hanya berlangsung di ruang konferensi. Para delegasi mendatangi lokasi yang disesuaikan dengan topik pembahasan, termasuk fasilitas industri dan kawasan pengembangan tanaman herbal.
Pembahasan dalam konferensi yang diselenggarakan oleh PII tersebut dilakukan melalui kelompok kerja (working group) dan kunjungan teknis (technical visit) di 8 lokasi, antara lain Institut Teknologi Bandung (ITB), PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Pindad, Museum Geologi, Balai Kota Bandung, PT Dirgantara Indonesia, PT Bio Farma dan Bumi Herbal Dago.
“CAFEO 44 di Bandung ini berbeda dengan sebelumnya karena program Working Group dan Technical Visit yang tidak hanya di dalam satu ruangan, tetapi juga bertempat di 8 lokasi khusus yang berbeda sesuai tema working group,” ujar Santhi di Bandung, Jawa Barat, Jumat (23/10).
Sementara itu, kelompok kerja CAFEO 44 membahas langkah strategis untuk menjawab berbagai tantangan keinsinyuran di kawasan Asean. Topik yang dibicarakan meliputi pembangunan kota berkelanjutan, penyediaan energi yang lebih bersih, pengembangan baterai untuk kendaraan listrik (EV), dan kebutuhan teknologi pusat data.
Hasil pembahasan dan dokumen teknis akan didokumentasikan sebagai acuan bagi organisasi insinyur di kawasan tersebut. Dalam rangkaian konferensi, sebanyak 277 insinyur dari tujuh asosiasi profesi di Asean memperoleh gelar Asean Engineer melalui agenda Asean Engineering Register Conferment.
Penerima gelar tersebut terdiri atas 168 insinyur dari Indonesia, 80 dari Filipina, 11 dari Malaysia sembilan dari Myanmar, tujuh dari Kamboja serta masing-masing satu dari Brunei Darussalam dan Thailand.
CAFEO ke-44 juga menjadi wadah pembahasan bagi kelompok insinyur muda dan insinyur perempuan. Young Engineers of the Asean Federation of Engineering Organisations membahas sejumlah agenda strategis, termasuk mitigasi kebakaran hutan di Kalimantan.
Adapun Women Engineers of the Asean Federation of Engineering Organisations mengangkat isu inklusivitas, transformasi digital, dan keberlanjutan dalam industri keinsinyuran.
Pada penutupan konferensi, delegasi dari 11 negara Asean menyepakati deklarasi yang terdiri atas 11 poin. Deklarasi itu mencakup keselamatan publik, integritas profesi, kesetaraan antarnegara, solidaritas saat bencana, mobilitas insinyur, penguatan kemampuan industri dan energi, transisi rendah karbon, pemanfaatan kecerdasan buatan secara bertanggung jawab, pertukaran pengetahuan, serta inklusivitas dalam profesi keinsinyuran.
Rangkaian CAFEO 44 ditutup pada Kamis (22/10) malam dengan pertunjukan budaya dari negara peserta, pemberian penghargaan keinsinyuran, dan penyerahan bendera AFEO kepada delegasi Malaysia sebagai tuan rumah CAFEO 45 pada 2027. (*)










