JAYAPURA, ODIYAIWUU.com — Panitia Seleksi (Pansel) Ketua Sinode Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua hingga Senin (19/10) mencatat, tujuh belas nama yang diusulkan masuk dalam bursa pemilihan Calon Ketua Sinode Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua periode 2026-2031.
“Saat ini, panitia memberikan kesempatan kepada para bakal calon untuk melengkapi dan memperbaiki berkas persyaratan sebelum memasuki tahapan seleksi berikutnya,” ujar Sekretaris Pansel Ketua Sinode Apedius I Mote, ST di Jayapura, Papua, Senin (19/10).
Menurut Apedius Mote, perbaikan berkas berlangsung mulai Senin-Rabu (19–21/10). Sementara itu, penerimaan berkas hasil perbaikan dijadwalkan berlangsung pada Kamis-Jumat (22–23/10) di Sekretariat Pansel di Sekolah Tinggi Teologi (STT) Walter Post Jayapura Papua, Pos 7 Sentani, Papua.
Tahapan tersebut merupakan bagian dari persiapan Konferensi Sinode Kingmi ke-XII Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 16–21 November 2026 di Kota Injil Manokwari, Papua Barat.
“Para bakal calon dan koordinator diharapkan memperhatikan jadwal yang telah ditetapkan. Gunakan masa perbaikan untuk meneliti kembali kelengkapan berkas, kemudian serahkan hasil perbaikannya sesuai jadwal penerimaan di sekretariat panitia,” kata Apedius Mote.
Berdasarkan hasil pendaftaran yang dihimpun dari 13 koordinator definitif dan satu koordinator persiapan, terdapat tujuh belas nama yang masuk dalam daftar usulan bakal calon.
Tujuh belas nama yang sudah masuk ke Sekretariat Pansel Pendeta Marthen Keiya, S.Th, M.Th; Pendeta Ayub Yogi, S.Th, M.Th; Pendeta Yahya Lagowan, S.Th, M.Th; Pendeta Yusak Pekei, S.Th, M.Th; dan Pendeta Nataniel Tabuni, S.Th.
Kemudian, Pendeta Yahirus Elopore, S.Th; Pendeta Deserius Adii, S.Th, M.Th; Pendeta Menni Yogi, MA; Pendeta Marthen Mauri, S.Th; Pendeta Henokh Nawipa, S.Th; dan Pendeta Lambert Pase, S.Th.
Selain itu, Pendeta Menater Labene, S.Th; Pendeta Frediel Pigai, S.Th, M.Th; Pendeta Warius Enumbi, S.Th; Pendeta Markus Kilunga, S.Th; Pendeta Selfianus Bolhuy, S.Th, M.Pd; dan Pendeta Dr Yulian Anouw, S.Th, M.Th, D.Th.
Apedius menambahkan, panitia menegaskan bahwa nama-nama tersebut masih berstatus usulan bakal calon. Karena itu, pencantuman nama dalam daftar belum berarti bahwa seluruhnya telah dinyatakan memenuhi persyaratan atau ditetapkan sebagai calon ketua sinode.
Menurut Apedius, Kingmi di Tanah Papua memiliki 93 klasis definitif dan 11 klasis persiapan yang terhimpun melalui 13 koordinator definitif dan satu koordinator persiapan.
Dalam mekanisme pengusulan bakal calon ketua sinode, klasis-klasis mengajukan dua nama bakal calon untuk diteruskan kepada koordinator.
Berdasarkan keterangan mengenai mekanisme tersebut, proses pengusulan melibatkan penyaringan nama di tingkat klasis dan koordinator sebelum bakal calon didaftarkan kepada panitia seleksi.
Dua bakal calon disisakan oleh koordinator, kemudian dua bakal calon langsung diantar ke Pansel Calon Ketua Sinode.
Setelah masa pendaftaran berakhir, akan masuk pada masa perbaikan berkas, Senin-Rabu (19–21/10) dan penerimaan berkas perbaikan, Kamis-Jumat (22–23/10). Panitia kemudian akan melakukan verifikasi atau memeriksa persyaratan administrasi para bakal calon.
Tahapan selanjutnya meliputi uji kelayakan, pemaparan visi dan misi, serta wawancara bila diperlukan. Rangkaian seleksi tersebut bertujuan menilai kelengkapan persyaratan dan kesiapan para bakal calon untuk memimpin pelayanan Kingmi di Tanah Papua pada periode 2026–2031.
Hasil seleksi selanjutnya akan diserahkan kepada pimpinan sidang tetap dalam Konferensi Sinode Ke-XII di Manokwari, Papua Barat. Proses pemilihan dan penetapan ketua sinode akan berlangsung dalam forum konferensi sesuai mekanisme yang berlaku.
Pansel yang diketuai Drs Ayub Kayame, MA menyampaikan apresiasi kepada klasis-klasis, para koordinator, pengurus Sinode, STT WP serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan tahapan pencalonan.
Pansel juga mengajak seluruh jemaat untuk memberikan dukungan doa agar proses seleksi dan konferensi berjalan tertib, lancar serta tetap menjaga persaudaraan dalam pelayanan.
“Seluruh pihak diharapkan menghormati setiap tahapan dan mengikuti informasi resmi yang disampaikan panitia hingga proses pemilihan Ketua Sinode Kingmi di Tanah Papua periode 2026–2031 selesai,” ujar Apedius. (*)










