KARUBAGA, ODIYAIWUU.com — Dinas Pendidikan dan Perpustakaan Kabupaten Tolikara bersama Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Papua, Jumat (23/10) menggelar kegiatan Pelatihan Penyusunan Kurikulum Muatan Lokal (Mulok) Bahasa Lani di Aula SD Negeri Karubaga, kota Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan.
Kegiatan ini melibatkan sejumlah guru dan pengawas sekolah sebagai bagian dari upaya merancang kurikulum muatan lokal Bahasa Lani yang terintegrasi, terstruktur serta memiliki landasan hukum yang jelas. Kurikulum tersebut diharapkan menjadi pedoman pembelajaran Bahasa Lani pada jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Ketua Panitia Pelaksana Rudi Hartono, S.Pd mengatakan, kegiatan tersebut memiliki peran penting dalam menentukan arah pengembangan kurikulum muatan lokal Bahasa Lani di Tolikara.
Menurut Rudi Hartono, penyusunan kurikulum perlu dilakukan secara terencana agar materi pembelajaran yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan peserta didik, tahapan pembelajaran serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Saya berharap kegiatan ini benar-benar menghasilkan draf kurikulum yang dapat menjadi acuan, termasuk bahan ajar atau materi pembelajaran yang disusun berdasarkan fase A sampai E, sesuai kebutuhan peserta didik dan ketentuan Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2025,” ujar Rudi Hartono di Karubaga, kota Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Jumat (23/10).
Kegiatan tersebut dibuka Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Tolikara Adi Wibowo, SH mewakili Bupati Tolikara Willem Wandik, S.Sos. Dalam kesempatan tersebut hadir sejumlah pejabat Inspektorat Kabupaten Tolikara; Kepala Bidang SMP; Kepala Bidang SD dan Kepala Bidang Perpustakaan pada Dinas Pendidikan dan Perpustakaan Daerah Tolikara.
Penyusunan draf kurikulum dijadwalkan berlangsung selama dua hari, mulai Jumat-Sabtu (23-24/10) dengan agenda pembahasan dan perumusan draf kurikulum sesuai jadwal panitia pelaksana.
Peserta kegiatan penyusunan kurikulum, Midiles Kogoya, SM, Gr, guru muatan lokal SMP YPPGI Karubaga menyampaikan apresiasi langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tolikara melalui Dinas Pendidikan dan Perpustakaan mendorong penyusunan kurikulum Bahasa Lani yang lebih terarah.
Midiles Kogoya mengatakan, selama tiga tahun terakhir pembelajaran muatan lokal Bahasa Lani di sekolah masih menghadapi keterbatasan bahan ajar. Sumber ajar yang digunakan diakui masih sangat terbatas.
Selama ini, lanjut Midiles, para guru memanfaatkan berbagai sumber yang tersedia, termasuk kamus Bahasa Lani, buku Matematika Bahasa Lani yang ditulis penulis muda Withen Kolago serta buku tentang Kebudayaan Suku Lani karya Sepi Wanimbo, penulis buku sekaigus pegiat literasi tanah Papua.
“Kami selama tiga tahun terakhir mengajar peserta didik dengan bahan ajar yang masih terbatas. Karena itu, saya senang dan mendukung program pemerintah melalui Dinas Pendidikan ini. Menurut saya, ini merupakan langkah yang baik agar bahasa, budaya, dan seni orang Lani tidak sampai punah pada tahun-tahun mendatang,” ujar Midiles.
Ia berharap melalui kegiatan penyusunan kurikulum tersebut dapat menghasilkan pedoman pembelajaran yang terarah dan dapat digunakan para guru di setiap satuan pendidikan. Dengan demikian, pembelajaran Bahasa Lani tidak hanya berfokus pada kemampuan berbahasa para peserta didik, tetapi juga menjadi sarana pewarisan nilai-nilai budaya, pengetahuan lokal, dan identitas masyarakat Lani.
Penyusunan Kurikulum Mulok Bahasa Lani menjadi salah satu upaya strategis untuk memperkuat peran pendidikan dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah dan kebudayaan lokal.
Kurikulum yang terencana diharapkan dapat membantu guru melaksanakan pembelajaran secara lebih sistematis sekaligus menyediakan acuan materi yang sesuai dengan perkembangan peserta didik.
Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan dan Perpustakaan Kabupaten Tolikara bersama BPMP Provinsi Papua diharapkan dapat mendorong tersusunnya draf kurikulum yang dapat ditindaklanjuti sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Dengan dukungan pemerintah, tenaga pendidik, pengawas sekolah, orangua siswa serta masyarakat adat, pengembangan mulok Bahasa Lani diharapkan menjadi bagian penting dari upaya menjaga bahasa, seni, dan kebudayaan Lani agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya. (*)










