DAERAH  

Peringati Hari Santri, Fransiskus Bokeyau Ajak Santri Jadi Generasi Berilmu dan Berakhlak Mulia

Apel bendera memperingati Hari Santri Nasional dan Pembukaan Turnamen Santri Cup di Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Kamis (22/10). Foto: Istimewa

TIMIKA, ODIYAIWUU.com — Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama (PCNU) Kabupaten Mimika, Kamis (22/10) menggelar upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Santri Nasional sekaligus pembukaan turnamen yang berlangsung di Lapangan Mini Soccer I’m Soh, SP2, Timika, kota Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.

Mewakili Bupati Mimika Johannes Rettob, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Fransiskus Bokeyau didampingi Ketua PWNU Papua Tengah Imam Mawardi Ma’sum, Forkompinda dan para santri dan Santriwati memimpin upacara bendera Merah Putih.

Fransiskus Bokeyau usai upacara pengibaran bendera mengajak para santri di Mimika menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, disiplin, mandiri serta memiliki semangat kebangsaan yang kuat.

Menurut Fransiskus, di tengah perkembangan teknologi dan tantangan zaman, santri tidak hanya dituntut unggul dalam ilmu agama tetapi harus mampu mengembangkan kemampuan di bidang pendidikan, sosial, ekonomi, dan teknologi.

“Santri harus mampu menjadi sumber daya manusia yang berkualitas dan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Kabupaten Mimika,” ujar Fransiskus dalam amanatnya.

Fransiskus mengatakan, terkait pembukaan Santri Cup 2026 ia mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai sarana membangun kesehatan, kedisiplinan, sportivitas, dan persaudaraan antarsantri.

Fransiskus berharap agar seluruh peserta menjunjung tinggi kejujuran dan kebersamaan serta menjadikan kompetisi bukan sekadar ajang mencari kemenangan, melainkan juga wadah pembentukan karakter dan penguatan persatuan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, kata Fransiskus, mendukung kegiatan positif yang mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kehidupan keagamaan, dan pembinaan generasi muda.

Ia juga mengapresiasi PCNU Mimika dan panitia pelaksana atas terselenggaranya kegiatan tersebut, seraya berharap sinergi pemerintah, organisasi keagamaan, dan masyarakat terus diperkuat demi mewujudkan Mimika yang aman, damai, rukun, dan sejahtera.

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Papua Tengah Imam Mawardi Ma’sum ‎dalam kesempatan yang sama berharap agar peringatan Hari Santri Nasional di Mimika semakin meriah setiap tahun.

Ia juga mendorong Santri Cup berkembang menjadi liga santri yang melibatkan seluruh kalangan sebagai wujud toleransi dan kebersamaan.

Imam Mawardi mengatakan, Hari Santri Nasional merupakan bentuk penghargaan pemerintah terhadap perjuangan dan kontribusi para santri.

Pada 2026, peringatan tersebut diisi dengan upacara bendera dan turnamen mini soccer Santri Cup. “Ke depan, mudah-mudahan Santri Cup ini bisa menjadi liga santri. Bukan hanya umat Muslim, tetapi saudara-saudara non-Muslim juga bisa ikut ambil bagian, karena Timika adalah kota toleransi dan kota harmoni,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan olahraga menjadi salah satu cara membina generasi santri agar berkembang secara seimbang, tidak hanya dalam ilmu agama dan pengetahuan, tetapi juga kesehatan jasmani serta kemampuan bersaing di tengah perkembangan zaman.

Imam Mawardi juga mengungkapkan rencana menghadirkan piala bergilir untuk turnamen tersebut. Ia berharap, ke depan peringatan Hari Santri Nasional di Mimika dapat semakin berkembang, bahkan dihadiri Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). (*)