Puisi Kolegaku Karya Yance Dou

Khusuk dalam doa. Sumber foto ilustrasi: pixabay.com

Kolegaku

 

Kamu kolegaku, aku kolegamu

mereka kolega kita, kita satu jiwa

Satu dalam siang, senyap dalam malam

terikat nurani yang tak pernah padam

 

Kemarilah, kolegaku…

Mari kita satukan tatap dalam senyum yang jujur

saling berkaca di balik terang iman yang luhur

Mari melegakan dada, menghirup angin bahagia

menjalin persaudaraan yang tak lekang oleh usia

 

Meski suka dan duka, terang dan gelap silih berganti

kolega adalah jiwa yang melekat pada daging yang fana ini

Laksana pohon mai yang hijau dan segar

terlindung kulit tebal, tumbuh makin mekar

Ternyata kaulah bagian dari jiwaku yang rumpang

membawa kemujuran di saat hatiku remang

 

Kita adalah satu insan yang bernapas lega

meski terpisah dalam dua raga

Teruslah kita berjalan menembus hiruk-pikuk dunia

Eratkan genggaman, tapaki jalan bersama

Melintasi badai yang mencoba merobohkan

agar dua raga ini berdiri kokoh tak tergoyahkan

 

Tak kan pudar semangat menghadapi badai yang datang

bukan karena daya fana yang rapuh dan remang

Sebab Yesus adalah Kolega Asali kita

Insan Ilahi yang memulihkan jiwa yang retak dan terluka

 

Sungguh, aku tak berdaya tanpa hadirmu di sisi

bagaikan insan rapuh yang berjalan sendiri

Hanya pulau asing yang mampu berdiri di tengah samudra

namun kita diciptakan untuk saling menopang rasa

 

Kolegaku… Karib dagingku dan sahabat jiwaku

kau tak pernah membisu saat kawanmu membeku

Lenganmu membawa berkah saat langkahku lesu

hadirmu bagai malaikat di tengah duka dan kelabu

 

Kolegamu ini memiliki sebuah impian:

menjadi angin sepoi di tengah terik yang membakar jalan

Agar kita tetap melangkah tanpa kenal menyerah

dalam genggaman Tuhan, hingga sangkakala bersuara indah

 

Kita dua raga dalam satu jiwa

satu langkah menyusuri jalan yang mulia.

Satu napas dalam dua pribadi yang membatu

kita adalah kolega untuk sepanjang waktu

Biarlah bulan, bintang, dan matahari di angkasa

menjadi saksi abadi bagi jejak langkah kita

Jayapura, 4 September 2026

Oleh Pastor Yance Dou

Persembahan untuk para kolegaku di ladang Tuhan!

Yance Dou lahir 5 September 1980 di Kampung Pudu, Distrik Tigi Barat, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah. Nama lengkapnya, Pastor Pastor Yanuarius Puduwiyai Apkulol Dou, Pr. Akrab disapa Romo Yance Dou atau Pastor Yanuarius Dou.

Romo Yance Dou menempuh studi S1 di Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi (STFT) Fajar Timur, Abepura Jayapura, Papua tahun 2001-2005. Ia kemudian melanjutkan kuliah hingga lulus S2 di STFT Fajar Timur tahun 2007-2009.

Romo Yance Dou ditahbiskan menjadi imam pada 13 Februari 2011 di Paroki Gembala Baik Abepura, Jayapura. Ia meraih gelar Lich Theol Spirit di Fakultat Theologi Moral dan Spiritual Universitas Navarra Pamplona, Spanyol, Juni 2015-Juni 2017.

Romo Yance Dou pernah menjabat Pastor Paroki Santo Petrus Oklip, Dekanat Pegunungan Bintang, Keuskupan Jayapura tahun 2010-2013. Kemudian, socius di Formasio Tahun Orientasi Rohani (TOR) Regio Papua tahun 2013-2014.

Lalu studi formasi spiritual di Jawa tahun 2014-2015 dan Direktur Spiritual TOR Regio Papua tahun 2017-2025. Sejak 2025 hingga saat ini menjabat Pimpinan Umum Dewan Eksekutif Pastoral Keuskupan Jayapura.