Setelah Koleksi 21 Kursi Legislatif, Perindo Papua Pegunungan Bertekad Tambah Kursi di Pemilu 2029

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Perindo Provinsi Papua Pegunungan Jhon Richard Banua. Foto: Istimewa

WAMENA, ODIYAIWUU.com — Setelah mencatat rekor membanggakan dengan meraih empat kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) dan 17 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) di seluruh Papua Pegunungan, Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Papua Pegunungan memasang jauh-jauh dari mematok target mengoleksi lebih banyak kursi pada Pemilu 2029.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Perindo Provinsi Papua Pegunungan Jhon Richard Banua mengatakan, selain bertekan menambah jumlah kursi baik di DPRP maupun di DPRK, ia bersama para pengurus, anggota, pendukung, dan simpatisan akan bekerja keras mempertahankan basis yang sudah dikuasai sekaligus membidik daerah yang hingga kini belum memiliki keterwakilan partai tersebut.

“Target minimal kami di basis seperti Jayawijaya harus bisa dipertahankan. Untuk tingkat provinsi kami targetkan penambahan kursi,” ujar Jhon Richard Banua ,” ujar Jhon Richard Banua saat membuka Workshop Penguatan Organisasi Bersama Tim Dewan Pimpunan Pusat (DPP) Partai Perindo di Wamena, Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu (2/9).

Menurut Jhon, di daerah yang saat ini masih kosong kursi legislatif Perindo, apalagi ketua DPD Perindo menjabat sebagai Wakil Bupati, akan didorong agar 2029 nanti wajib meraih kursi.

Saat ini, lanjut Jhon, Perindo Papua Pegunungan total mengoleksi 21 kursi legislatif di mana empat kursi di DPRP dan 17 kursi DPRK di Papua Pegunungan. Target berikutnya adalah mempertahankan kursi yang sudah ada sekaligus menambah kursi pada Pemilu 2029. Karena itu, workshop menjadi forum strategis melakukan konsolidasi internal dan persiapan menghadapi tahapan verifikasi partai politik.

Menurut Jhon, Kabupaten Yalimo dan Mamberamo Tengah menjadi dua wilayah yang dibidik mengingat partai yang didirkan Hary Tanoesoedibjo belum memiliki keterwakilan kursi di daerah tersebut. Konsolidasi struktur dan pemetaan kekuatan politik disiapkan untuk membuka peluang perolehan kursi pada Pemilu 2029.

Sementara itu, basis Perindo di tingkat DPRK saat ini tersebar di Kabupaten Jayawijaya tujuh kursi, Yahukimo tiga kursi, Nduga tiga kursi, Lanny Jaya satu kursi, Tolikara satu kursi, dan Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin) dua kursi. Di tingkat provinsi, Perindo mengantongi empat kursi.

Jhon menegaskan, persiapan menghadapi Pemilu 2029 tidak akan menunggu tahapan resmi KPU dimulai. Konsolidasi organisasi, penataan struktur dan validasi data disebut menjadi pekerjaan yang harus diselesaikan sejak dini.

“Untuk membesarkan partai, kami tidak melihat apakah waktu tahapan masih jauh atau sudah dekat. Ini tugas dan pekerjaan partai. Pengurus wajib menyiapkan data untuk verifikasi sampai masuk ke tahapan-tahapan di KPU nanti,” ujar Jhon.

Karena itu, DPW dan DPD Perindo di seluruh kabupaten di Papua Pegunungan mulai menyiapkan administrasi, termasuk dokumen dan data organisasi yang berkaitan dengan kebutuhan verifikasi partai.

Tim DPP Perindo juga turun langsung ke Papua Pegunungan untuk memberikan pendampingan kepada pengurus di tingkat wilayah dan daerah. “Kami di DPW dan DPD menyampaikan terima kasih banyak kepada DPP. Kami tidak perlu dipanggil ke pusat, melainkan tim dari DPP yang langsung turun membawa materi untuk persiapan organisasi partai ke depan,” kata Jhon.

Selain konsolidasi organisasi, Perindo menghadapi tantangan geografis Papua Pegunungan. Luas wilayah dan keterbatasan akses transportasi menjadi faktor yang harus diperhitungkan dalam mobilisasi kader maupun bakal calon legislatif.

Jhon mengakui kondisi geografis tersebut membuat kerja politik di lapangan membutuhkan persiapan lebih matang. “Karakteristik medan di Papua Pegunungan ini sangat beda; wilayahnya luas dan akses jalannya sulit. Itu memang membuat tim dan caleg cukup rumit saat turun ke lapangan, tetapi dengan konsolidasi yang matang sejak awal, kami optimistis bisa mencapai target,” katanya.

Dengan modal 21 kursi saat ini, Perindo Papua Pegunungan memasuki persiapan Pemilu 2029 dengan dua agenda utama yaitu mempertahankan basis lama dan membuka basis baru, terutama di wilayah yang belum memiliki keterwakilan. (*)